Manado, Sulutnews.com – Ketua Fraksi Gerindra DPRD Sulut Louis Schramm SH.MH perlu ada roling guru guru di SMA dan SMK untuk pemerataan kualitas serta perbaikan sarana dan prasarana agar tidak ada lagi sekolah SMA dan SMK favorit.
Hal tersebut dikatakan Louis Schramm yang juga menjabat Wakil Ketua Komisi IV DPRD Sulut Bidang Kesra dan Pendidikan kepada wartawan Sulutnews.com Kamis (26/6) di Manado.
Menurut Louis dalam pelaksanaan Sistim Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun 2025 terkesan yang saya liat dan dengar dimasyarakat ada sekolah SMA dan SMK favorit dibeberapa Kabupaten dan Kota. Sehinga dalam SPMB ada siswa yang mendaftar menumpuk dj SMA dan SMK tertentu sehinga yang mendaftar melebihi qouta. Sementara sekolah lain tidak capai qouta bahkan hinga batas pendaftaran 20 Juni 2025 belum capai qouta sehinga dibuka lagi hinga Senin 30 Juni .
” Jadi orang tua murid berangapan hanya sekolah tertentu yang berkualitas .Padahal sama kurikulum dan sekolah Negeri” kata Louis.

Foto – Kepsek SMA Negeri 2 Bitung Maxy Awondatu S.Pd.M.Pd
SPMB tahun ini sudah baik. Namun kualitas pendidikan harus merata di semua sekolah. Solusinya kata Louis yang sebagai Ketua DPC Gerinda Kota Manado itu harus ditolong guru guru dan perbaiki sarana dan prasarana. Kalau tidak maka sekolah favorit itu pasti ada terus.
Dikda Sulut menurut Louis harus lakukan kajian mengapa ada muncul sekolah favorit atau ada SMA dan SMK lebih ungul dari sekolah lain. Ini harus dicari solusi agar pemerataan kualitas semua sekolah itu harus nyata agar setiap SPMB tidak repot dan ada masalah serta orang tua siswa tidak bingung menyekolahkan anaknya. Guru guru yang berkualitas di sekolah besar yang akreditasi A dan ungul bisa ditolong kesekolah yang bukan favorit.” Bila terealisasi maka pemerataan kualitas sekolah bisa terjadi, ” kata Louis yang juga sebagai Pengacara tersebut.

Foto – Kepsek SMA Negeri 1 Amurang Swingly Liow S.Pd.M.Pd
Quota Penuh
Sementara itu sejumlah SMA di Kota Manado dan Kota Bitung serta Kabupaten Minahasa Selatan sudah terpenuhi qoutanya. Seperti di SMA Negeri 1 dan SMA Negeri 9 dan SMA Negeri 7 serta SMA Negeri 8 Manado.
Dari data yang diperoleh Jurnalis Sumikolah Dikda Sulut pada Kamis 26 Juni 2025 di Kota Manado terutama sekolah favorit SMA Negeri 1 dan SMA Negeri 9 dan SMA Negeri 7 serta 8 sudah penuh.
Begitu juga di Kota Bitung di SMA Negeri 2 Kota Bitung sudah capai qouta 468 siswa. Menurut Kepsek Maxy Awondatu S.Pd.M.Pd ada 200 siswa tidak diterima karena qouta sudah penuh. Begitu juga di SMA Negeri 1 Amurang Minsel. Menurut Kepsek Swingly Liow S.Pd.M.Pd kepada Jurnalis Sumikolah Kamis (26/6) ada 396 siswa yang diterima sesuai qouta dan yang mendaftar 407 siswa.
Awondatu dan Liow tidak mau menambah qouta karena sudah terkunci dan lantar aturan SPMB bila menambah.” Kita ikut aturan” kata Kepsek Liow.
Belum Capai
Sedangkan Kepsek SMA Negeri 3 Manado Deltje Lendo S.Pd.M.Si secara terpisah saat acara Rapat MKKS tingkat SMA Kota Manado di SMA Negeri 9 Manado Kamis 26 Juni mengatakan, quota yang disiapkan 468 siswa, namun belum capai masih ada belasan siswa yang kami butuh. Hal yang sama dikatakan Kepsek SMA Negeri 2 Manado Berty Dondokambey S.Pd secara terpisah.
Quota yang disiapkan sekitar 396 siswa namun belum tercapai. Baik Kepsek SMA Negeri 3 Manado Lendo dan Kepsek SMA Negeri 2 Berty Dondokambey mereka tetap terbuka menerima siswa baru hinha Senin 30 Juni sebagai hari terakhir pembukaan pendaftaran.” Kami optimis bisa capai” kata Lendo dan Dondokambey.
Sedangkan SMA Negeri 1 Kacamatan Tombulu di Desa Kembes Kabupaten Minahasa menurut Kepsek Ibu Renatha Siringoringo S.Pd baru 20 yang mendaftar dari dua rombel atau qouta yang disiapkan. Kita sekolah kecil dan hanya masyarakat Kembes yang mendaftar. Nanti usai pengumuman semua sekolah baru bisa naik yang mendaftar” Kami masih buka hinga Senin 30 Juni” kata Kepsek.
Buka Pendaftaran
Sementara itu Kepala Bidang Balai Teknologi dan Informasi ( Balaitik) Dikda Sulut Bravo Turangan S.T mengatakan kepada Jurnalis Sumikolah Dikda Sulut Kamis (26/6) diruang kerjanya mengakui dari data yang ada masih banyak SMA dan SMK belum capai qouta.. Sementara SMK dan SMA yang lain sudah capai qouta.
Mengatasi masalah ini SMA dan SMK masih terbuka pendaftaran hinga Senin 30 Juni pekan depan.

Foto – Kabid Balistik Dikda Sulut Bravo Turangan .ST.
Menurut Turangan sebenarnya tidak ada sekolah favorit karena kurikulum sama. Turangan mengatakan data SPMB tidak bisa dirubah karena dari Kemendikdasmen yang atur semua.
Kalau ada siswa ditambah tidak akan terdaftar dalam Apotik.” Jadi kami Balistik ikut aturan tidak bisa lawan aturan” katanya.
Terkait ada Sekolah yang siswanya lulus mendaftar jalur Domisili tetapi tidak cantumkan Alamat, menurut Brafo Turangan itu mungkin untuk menghindari masalah identitas siswa sehinga alamat tidak diketahui.” Kami akan perhatikan akan masalah ini. Ini masukan baik” kata Turangan .
Sementara dari pantauan dilapangan ada nama nama siswa yang sudah lulus jalur Domisili tidak dicantumkan alamat siswa .Hanya ada nama dan tangal pendaftaran.Sejumlah wartawan mengatakan ini harus ditelusuri mengapa alamat domisili siswa tidak ada. (Fanny)





