Sitaro.sulutnews.com — Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Djon Janis, melaksanakan kegiatan reses di Kampung Karalung, Selasa, 11/11/2025.
Kegiatan ini merupakan bagian dari agenda resmi DPRD dalam rangka menjaring dan menyerap aspirasi masyarakat di daerah pemilihan (Dapil) II.
Dalam kesempatan tersebut, Djon Janis, yang juga merupakan kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan), berdialog langsung dengan masyarakat untuk mendengarkan berbagai usulan dan kebutuhan prioritas di wilayah Karalung dan sekitarnya.
Masyarakat menyampaikan sejumlah aspirasi terkait pembangunan infrastruktur jalan, peningkatan dukungan terhadap kelompok usaha kecil dan sektor pertanian serta perikanan.
“Reses ini menjadi wadah bagi kami untuk mendengar langsung suara rakyat. Setiap masukan dan aspirasi yang disampaikan akan kami perjuangkan melalui pembahasan di tingkat DPRD bersama pemerintah daerah,” ujar Djon Janis.
Janis juga menegaskan, dirinya berkomitmen memperjuangkan kepentingan rakyat kecil, selaras dengan semangat gotong royong dan pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Sitaro.
“Semua aspirasi masyarakat akan kami catat dan tindak lanjuti sesuai mekanisme. Kami ingin pembangunan tidak hanya terpusat, tapi juga menyentuh sampai ke kampung-kampung,” tambahnya.
Melalui kegiatan reses ini, Djon Janis menegaskan, dirinya akan terus menjaga komunikasi dengan masyarakat dan memastikan setiap suara rakyat menjadi dasar perjuangan politik di lembaga legislatif.
Sementara itu, Warga menyambut antusias kegiatan tersebut karena menjadi kesempatan langsung untuk menyampaikan harapan kepada wakil rakyat.
Salah satu warga lindungan IV, Romex Gumabo, mengapresiasi langkah Ketua Dewan yang turun langsung mendengarkan aspirasi warga.
“Kami senang karena pak Djon mau datang dan dengar langsung keluhan kami. Semoga usulan kami, terutama soal perbaikan jalan dan bantuan untuk petani, bisa direalisasikan,” ucapnya.
Kegiatan reses tersebut dihadiri oleh perangkat kampung, tokoh masyarakat, pemuda, dan perwakilan kelompok nelayan.





