Manado, Sulutnews.com – Kepala Kesbangpol Sulut Johnny Suak SE.M.Si mengtakan, hinga Senin 1 September 2025 situasi Kamtibmas di Sulut aman dan terkendali. Kegiatan perkantoran di Kota Manado tetap berjalan baik hinga Senin siang ini. Nanum beberapa sekolah diliburkan belajar daring dari rumah.
Sementara terkait rencana Mahasisewa dan elemen masyarakar yang akan melakukan Demo Hari Ini dibeberapa titik terutama di Kantor DPRD Sulut di Kairagi diminta jangan anarkis dan melakukan pengrusakan.” Unjuk rasa dan demo namun tidak anarkis” kata Kepala Kesbangpol Sulut Johnny Suak SE M.Si kepada wartawan Sulutnews.com Senin (1/9) di Manado. Kepala Kesbang Pol dikonfirmaai via telepon terkair Demo diberbagai Daerah yang anarkir dan Rencana Demo di Sulut hari ini Senin 1 September oleh Mahasiswa dan Elemen masyarakat.

Foto – Kepsek SMA Negeri 1 Manado Jemmy Jermias S.Pd
Menurut Johnny Suak unjuk rasa dan demo itu sah sesuai aturan dinegara Demokrasi.Namun harus damai rukun dan santun serta beretika dan jangan anarkis.
Suak mengerti masyarakat Sulut sangat santun dan selalu hidup damai dalam kehidupannya. Masyarakat ” Sulut Sulit di Sulut”. Jadi kita sulit diprovokasi. Namun tetap diingatkan terus untuk hidup damai dan tentram.
Kepala Kesbangpol Sulut Johnny Suak optimis saat demo damai akan lancar dan terkendali serja santun.” Kami sudah mengetahui sejumlah elemen Mahasiswa dan ormas yang akan demo ” kata Suak.
Sejumlah Sekolah Belajar Daring
Sementara itu sejumlah Kepsek SMA di Manado yang siswanya banyak mengatakan kepada Jurnalis Sumikolah Sulut Senin (1/9) via telepon mengatakan sekolah mereka belajar dari rumah dating menyusul ada demo di Manado.
” Kami buat kebijakan untuk belajar Daring karena juga ada surat edaran dari Dikda Sulut” kata Kepsek SMA Negeri 1 Manado Jemmy Jermias S.Pd dan Kepsek SMA Negeri 9 Manado Hendra Masie S.Pd serta Kepsek SMA Negeri 7 Manado Dr Willem Rawung SS.MM.
Untuk SMA Negeri 1 menurut Jermias ada sekitar 1.925 lebih siswa. Semua belajar Daring dari rumah. Tidak bole kesekolah
Orang Tua Siswa diminta awasi semua anak anak atau siswa
Kepsek mengatakan adanya undangan yang beredar yang mengajak untuk masyarakat untuk ikut demonstrasi masak bertajuk ” Sulawesi Utara Mengugat” dikantor DPRD Sulut hari .ini menangapi itu sebagai Kepsek menghimbau seluruh siswa untuk tidak terlibat ataupun hadir dalam demonstrasi tersebut.
Siswa siswa itu masih sekolah menuntut ilmu sehinga prioritas utama belajar untuk mengembangkan diri membangun masa depan yang gemilang. Siswa SMA masih dibawah umur secara hukum, masih tangungjawab orang tua dan rawan disusupi dan disalahgunakan.
Bahkan menurut Hendra Masie sekitar 1.400 siswa belajar Daring.
Ada tempat untuk menyampaikan aspirasinya. ” Jadi orang tua awasi anak belajar daring” kata Hendra Masie. Hendra Optimis tidak ada siswa yang akan ikut demo. Kami akan pantau bersama orang tua.

Foto – Kepsek SMA Negeri 9 Manado Hendra Masie S Pd
Begitu juga dikatakan Kepsek SMA Negeri 7 Manado Dr Willem Rawung. Menurutnya ada sekitar 1.000 lebih siswanya semua belajae daring hari ini. Kepsek optimis tidak ada masalah karena belajar Daring.
Surat Edaran Kemendikdasmen
Sebelumnya juga menurut Kadis Dikda Dr Femmy Suluh M.Si lewat telepon kepada Jurnalis Sumikolah Sulut Minggu (31/8) ada surat edaran dari Kemendikdasmen No 13 Tahun 2025 yang ditandatangani Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen Suharti tentang penerapan nilai karakter positif peserta didik sebagai warga yang demokratis dan bertangjawab dalam penyampaian pendapat. Surat Edaran juga ada tembusan hinga Kepala Daerah Gubernur dan Bupati serta Walikota se- Indonesia.
Dalam surat edaran Kemendikdasmen tertanggal 29 Agustus 2025 itu ada beberapa poin penting yang harus menjadi perhatian.
Dalam surat edaran tersebut disebutkan bahwa pembinaan dan partisipasi anak sisws menyampaikan pendapat harus diarahkan melalui jalur pendidikan dialog dan belajar aman.
Sehinga anak berpendapat tetap terjamin tanpa mengorbankan aspek keamanann dan keselamatan diri.
Dalam surat edaran juga diingatkan orang tua berperan aktif dalam mendampingi anak agar memahami penting menyalurkan aspirasi pendapat melalui jalur yang tepat dan aman Pemda dan ekosistem pendidikan tetap melindungi anak anak.
Pantauan di Kota Manado hingga Senin 1 September 2025 siang ini tetap aman dibeberapa titik dan pusat belanja di Kota Manado.(Fanny)







