Rote Ndao,Sulutnews.com – Jusuf Messakh, Kepala Dinas Perikanan Rote Ndao, kembali terjerat kontroversi setelah diduga mengabaikan disposisi Surat Penjabat Bupati Kabupaten Rote Ndao, Oder Maks Sombu. Surat disposisi tersebut, yang meminta bantuan dana kepada warga dan telah disetujui oleh Penjabat Bupati, disampaikan kepada Messakh pada tanggal 17 April 2024. Namun, Messakh menolak melaksanakan perintah tersebut dengan alasan meragukan kebenarannya.
Esau Foeh, seorang warga desa Landu Ti’i, mengungkapkan kekecewaannya terhadap tindakan Messakh yang dianggap mengabaikan perintah atasan. Menurutnya, meskipun disposisi Surat tersebut telah diterima oleh Messakh, namun hingga kini belum ada tindak lanjut yang dilakukan.
” Saya Sangat Kesal kecewa dengan perilaku Kadis Perikanan Jusuf Messakh Pj Bupati dan Pak Sekda serahkan Surat lansung di tangan kadis Perikanan tapi mala kadis Perikanan abaikan.”sekali lagi saya kesal. “Tutup Esau Foeh
Messakh sebelum nya di kabarkan oleh beberapa warga, seperti Ayub Langga dan Esau Foeh, yang menyatakan bahwa Messakh sebelumnya telah meminta uang sebesar 10 juta kepada masyarakat demi memberikan bantuan perahu. Meskipun Messakh membantah tuduhan tersebut, namun kesaksian dari beberapa warga memperkuat dugaan tersebut.
Jusuf Messakh Kepala Dinas perikanan kabupaten Rote Ndao yang di konfirmasi Media ini via telepon miliknya jumat 29 April 2024 tidak merespon telepon hingga berita ini di Tayangkan.
Tindakan Messakh juga dikritik karena sebelumnya ia telah menyebarkan pernyataan kontroversial mengenai Penjabat Bupati Rote Ndao, menyebut bahwa mereka hanya mencari keuntungan pribadi. Hal ini memicu permintaan untuk melakukan evaluasi terhadap kinerja Messakh sebagai Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Rote Ndao.
Kontroversi ini terus menjadi sorotan dan menimbulkan pertanyaan tentang integritas dan kinerja birokrasi di Kabupaten Rote Ndao. Diharapkan adanya tindakan yang tepat untuk menyelesaikan masalah ini demi kebaikan masyarakat dan kemajuan daerah.
Reporter : Dance henukh





