Rote Ndao,Sulutnews.com – Pekerjaan pembangunan dua bendungan di Desa Limakoli, Kecamatan Rote Tengah Kabupaten Rote Ndao, menuai sorotan tajam dari masyarakat. Salah satu bendungan, yakni Bendungan Palfu’an di Dusun 1 Taioen, rusak parah tidak lama setelah selesai dikerjakan. Kondisi ini memicu permintaan kepada Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Rote Ndao untuk melakukan penyelidikan terhadap dugaan penyelewengan anggaran yang melibatkan Sekretaris Desa Limakoli, Atris Kiuk Dan Mantan Penjabat Kepala Desa Limakoli Brian Killa dan mantan Penjabat Kepala Desa, Hermes Killa terkait dengan pekerjaan Sumur Bor dan Anggaran Anggur Merah yang Raib di tangan mereka tanpa ada kejelasan kepada masyarakat Desa Limakoli.

Masyarakat Beberkan Kejanggalan HS, salah seorang warga setempat, mengungkapkan bahwa ada kejanggalan dalam pengelolaan anggaran pembangunan dua bendungan. “Untuk bendungan bagian atas, anggaran HOK (Hari Orang Kerja) mencapai Rp9 juta, sedangkan untuk bendungan bagian bawah, HOK-nya Rp11 juta lebih. Namun, kami tidak tahu total anggaran keseluruhan karena tidak ada papan informasi dari awal hingga selesai pekerjaan,” jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa material batu untuk pembangunan bendungan tidak mencukupi. “Saat kami bekerja, batu tidak cukup. Akibatnya, pekerjaan terhenti, dan ketika hujan deras, banjir mengikis selokan hingga bendungan hancur,” lanjutnya.
Dugaan Penyalahgunaan Anggaran
Menurut Masongo Air, penjaga bendungan di temui media ini Minggu 19 Januari 2025 , pengelolaan anggaran dilakukan langsung oleh Atris Kiuk. Ia menyoroti bahwa pembelian material seperti batu dilakukan dari mertua Sekretaris Desa di Desa Lidabesi, padahal di Limakoli sendiri tersedia batu dengan jumlah memadai. “Ada warga yang sudah siapkan 150 ret batu, tapi mereka tetap beli di luar desa,” ungkapnya.
Sementara itu, Steven Lian yang di temui media ini 20 Januari 2025 di lokasi pekerjaan Bendungan , pemilik lahan hibah yang digunakan untuk pembangunan bendungan, menyatakan bahwa hingga kini surat hibah tersebut belum diserahkan kepadanya. “Saya berharap Bapak Pj Bupati Rote Ndao dan Bapak Kejari Rote Ndao turun langsung melihat kondisi bendungan ini karena Bendungan ini adalah Perut kami masyarakat Desa Limakoli,” katanya.
Tindakan Perbaikan Mendadak
Setelah muncul pemberitaan mengenai kerusakan bendungan, pihak desa terlihat menyewa alat berat untuk memperbaiki kerusakan. Namun, menurut warga, perbaikan tersebut hanya bersifat sementara dan belum menyelesaikan masalah utama.
Masyarakat Desa Limakoli mendesak pihak berwenang untuk menyelidiki dugaan penyalahgunaan anggaran pembangunan bendungan dan menuntut transparansi dalam pengelolaan dana desa.
Reporter: Dance Henuk







