Rote Ndao,Sulutnews.com – Badan Gizi Nasional (BGN) diminta untuk segera mengambil tindakan tegas terkait dugaan perilaku tidak disiplin dan kurang sopan santun yang dilakukan oleh dua karyawan bagian gizi di Kelurahan Metina, Kabupaten Rote Ndao. Kedua karyawan tersebut, yang bernama Lisa dan Wiji, dinilai tidak memenuhi standar kerja yang diharapkan.
Isu ini mencuat berdasarkan laporan dari masyarakat yang merasa resah dengan perilaku Lisa dan Wiji. Keduanya dinilai memiliki perilaku yang arogan dan kurang sopan santun dalam menjalankan tugasnya sebagai karyawan bagian gizi.
Selain itu, Lisa juga diduga telah mencampuri urusan keuangan, khususnya terkait pembayaran gaji karyawan. Masyarakat menuding Lisa telah melakukan pemotongan gaji karyawan, padahal hal tersebut bukan merupakan tanggung jawabnya sebagai bagian gizi.
Masyarakat Kelurahan Metina menilai bahwa Lisa dan Wiji tidak pantas dipertahankan dalam mengurus bagian gizi. Mereka menuntut agar BGN segera mengambil tindakan tegas terhadap keduanya.
Menanggapi isu ini, BGN diharapkan untuk segera melakukan investigasi dan klarifikasi terkait dugaan perilaku Lisa dan Wiji. Investigasi ini penting untuk memastikan kebenaran informasi yang beredar dan mengambil langkah-langkah yang tepat.
Selain itu, BGN juga perlu meningkatkan pengawasan dan pembinaan terhadap karyawan bagian gizi. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa seluruh karyawan menjalankan tugas dengan profesional dan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.
Jika terbukti melakukan kesalahan, BGN harus mempertimbangkan untuk memberikan sanksi yang sesuai, termasuk pemecatan. Tindakan tegas ini diharapkan dapat memberikan efek jera dan meningkatkan kualitas pelayanan gizi di Kelurahan Metina.
Dengan tindakan yang cepat dan tepat, BGN diharapkan dapat memulihkan kepercayaan masyarakat dan memastikan bahwa karyawan yang bekerja di bagian gizi memiliki integritas dan profesionalisme yang tinggi. Hal ini penting untuk meningkatkan kualitas pelayanan gizi dan memenuhi kebutuhan gizi masyarakat secara optimal.
Reporter: Dance Henukh





