Menu

Mode Gelap
Breaking News: Jago Merah Lahap Rumah Mantan Pejabat Pemda Sangihe Pangdam XIII/Merdeka Gelar Coffee Morning Bersama Insan Media Sulut, Sampaikan Konsep Pentahelix Akhirnya, Bupati Sangihe Lakukan Ground Breaking Jalan Lenganeng–Bawongkulu Dihadiri 500 Lebih Ekonom, Pleno ISEI Ke-XXIV Serukan Penguatan Peran Negara Hadapi Tantangan Ekonomi Global Breaking : Guru SMP di Rote Ndao Diduga Lakukan Pelecehan Seksual di Depan Siswa Lain, Rok Korban Sampai Robek!

Religi · 19 Sep 2023 09:43 WITA ·

Kalimat ‘NU Ada di Mana-Mana dan Tidak Ke Mana-Mana’


Kalimat ‘NU Ada di Mana-Mana dan Tidak Ke Mana-Mana’ Perbesar

Jakarta, Sulutnews.com – Ada satu kalimat populer yang ada di lingkungan NU. Kalimat itu berbunyi ‘NU Ada di Mana-Mana dan Tidak Ke Mana-Mana’. Apa maksudnya ?

Dilansir dari detik.com “Soal ‘NU Ada di Mana-Mana dan Tidak Ke Mana-Mana’, Begini Penjelasan Rais Aam PBNU”

Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Miftachul Akhyar memberikan penjelasan mengenai kalimat tersebut. Ia mengatakan, kalimat itu bermakna seorang Nahdliyin sudah mantap atas prinsip, keyakinan, dan akidah tetapi mampu berperan penting di mana-mana.

Namun kenyataannya berbeda. pemahaman atas kalimat itu kini sudah menipis di kalangan NU sendiri.

“Tapi kenyataan dia di mana-mana dengan seluruh apa yang dia miliki. Bahkan semua perabot kekayaan NU di bawa ke mana-mana. Anehnya, dia tidak pernah pulang ke rumahnya karena di sana ada sesuatu yang nyaman dan menenangkan, kecuali kalau mereka sedang mengalami masalah, baru dia datang ke rumah,” ujar Kiai Miftah.

“Tidak seperti itu keinginan para muassis, tidak seperti itu yang dimaksudkan dengan NU ada di mana-mana tidak ke mana-mana,” lanjutnya dalam agenda Pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) NU 2023 di Pesantren Al-Hamid, Cilangkap Jakarta Timur, Senin (18/09/2023).

Seharusnya, kalimat ‘NU Ada di Mana-Mana dan Tidak Ke Mana-Mana’ dimaknai untuk menguji nyali, bukan justru larut di tempat baru. Kiai Miftah sangat menyayangkan hal tersebut.

“Silakan anda ke mana-mana tapi untuk menguji nyali anda. Bukan larut di sana, bukan malah melebihi partai daripada anda yang masuk ke partai itu. Kita sudah dandan-dandan demikian, begitu ada di sana berubah 180 derajat. Yang dulu halal, malah halal lagi. Yang haram menjadi halal. Tidak ada yang haram, halal semua,” ucap Pengasuh Pesantren Miftachus Sunnah Surabaya, Jawa Timur.
Redaktur : (**/Gandhi Goma).

Artikel ini telah dibaca 826 kali

Baca Lainnya

Bakti Wanita Advent Jemaat Yerusalem Malendeng Berbagi Takjil bagi Warga Sekitar

15 Maret 2026 - 17:27 WITA

Komunitas Master Guide Independent Gereja Advent Bagikan Takjil Gratis

8 Maret 2026 - 17:46 WITA

Meriah Perayaan Cap Go Meh Tahun Baru Imlek 2577 di Kota Manado

3 Maret 2026 - 23:27 WITA

Peduli Sosial, Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Hadirkan Program Berbagi Takjil di 178 SPBU Selama Ramadan

27 Februari 2026 - 23:39 WITA

Dinas Kependudukan Dan Pencatatan Sipil Kota Manado Berlakukan Penyesuain Dan Perubahan Jam Kerja Selama Bulan Ramadhan 2026

25 Februari 2026 - 13:45 WITA

Wak Toha dan Kyai Rohman Bakal Pimpin Ngabuburit Wisata Religi di Lais

24 Februari 2026 - 23:58 WITA

Trending di Muba