Menu

Mode Gelap
Breaking News: Jago Merah Lahap Rumah Mantan Pejabat Pemda Sangihe Pangdam XIII/Merdeka Gelar Coffee Morning Bersama Insan Media Sulut, Sampaikan Konsep Pentahelix Akhirnya, Bupati Sangihe Lakukan Ground Breaking Jalan Lenganeng–Bawongkulu Dihadiri 500 Lebih Ekonom, Pleno ISEI Ke-XXIV Serukan Penguatan Peran Negara Hadapi Tantangan Ekonomi Global Breaking : Guru SMP di Rote Ndao Diduga Lakukan Pelecehan Seksual di Depan Siswa Lain, Rok Korban Sampai Robek!

Bisnis · 11 Mar 2026 15:02 WITA ·

KAI Divre III Palembang Bekali Frontliner Pemahaman P3K Jelang Angkutan Lebaran 2026


KAI Divre III Palembang Bekali Frontliner Pemahaman P3K Jelang Angkutan Lebaran 2026 Perbesar

Palembang, 11 Maret 2026 – Menjelang penyelenggaraan Angkutan Lebaran 1447 H / 2026, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional III Palembang terus memperkuat kesiapan pelayanan kepada pelanggan. Salah satunya melalui kegiatan pembekalan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) tentang materi Bantuan Dasar Hidup (BDH) bagi para petugas frontliner yang menjadi garda terdepan dalam pelayanan perjalanan kereta api.

Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara KAI Divre III Palembang dengan Rumah Sakit Siloam Sriwijaya Palembang yang menghadirkan pemateri dr. Aswir Vembrinaldi. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman serta keterampilan dasar petugas dalam menangani kondisi medis darurat yang mungkin terjadi di lingkungan stasiun maupun di dalam perjalanan kereta api.

Manager Humas KAI Divre III Palembang, Aida Suryanti, menjelaskan bahwa frontliner memiliki peran strategis dalam memastikan pelayanan kepada pelanggan berjalan dengan aman, nyaman, dan responsif.

“Frontliner merupakan garda terdepan perusahaan yang bertanggung jawab menyapa pelanggan, melayani kebutuhan, serta menangani keluhan secara langsung. Oleh karena itu, mereka juga perlu memiliki pemahaman dasar mengenai pertolongan pertama agar dapat bertindak cepat apabila terjadi kondisi darurat terhadap pelanggan,” ujar Aida.

Peserta dalam kegiatan ini berasal dari berbagai unsur petugas operasional dan pelayanan, antara lain Kondektur, Masinis, Polsuska, Prama/Prami, petugas Security, Teknisi Kereta Api, petugas stasiun, hingga petugas kebersihan yang sehari-hari berinteraksi langsung dengan pelanggan.

Dalam sesi materi, dr. Aswir Vembrinaldi menyampaikan berbagai pengetahuan dasar mengenai pertolongan pertama pada kondisi gawat darurat. Ia menjelaskan bahwa pertolongan pertama merupakan tindakan awal yang dilakukan sebelum bantuan medis profesional tiba, dengan tujuan menyelamatkan nyawa atau mencegah kondisi korban menjadi lebih buruk.

“Dalam kondisi darurat, hal terpenting adalah tetap tenang dan sigap. Penanganan awal dilakukan melalui penilaian cepat mulai dari pengamanan lokasi kejadian, pengecekan respons korban menggunakan metode AVPU (Alert, Voice, Pain, Unresponsive), hingga pemeriksaan airway, breathing, dan circulation,” jelas dr. Aswir.

Selain itu, peserta juga mendapatkan materi mengenai penanganan luka, pendarahan, patah tulang, tersedak, serta teknik evakuasi korban secara aman. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan praktik Bantuan Hidup Dasar (BHD) serta sesi diskusi dan tanya jawab yang bertujuan meningkatkan pemahaman sekaligus kepercayaan diri para petugas dalam menghadapi situasi darurat di lapangan.

Aida menambahkan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari komitmen KAI dalam meningkatkan standar keselamatan dan kenyamanan perjalanan pelanggan, khususnya menjelang periode Angkutan Lebaran yang identik dengan peningkatan mobilitas masyarakat.

“Pelatihan P3K ini penting agar petugas kami memiliki kesiapan dalam memberikan pertolongan pertama apabila terjadi kejadian darurat di perjalanan, di area stasiun, maupun di dalam kereta api. Dengan pembekalan ini diharapkan para petugas mampu menangani cedera ringan hingga kondisi medis yang lebih serius seperti pingsan, serangan jantung, atau luka akibat kecelakaan,” tambahnya.

Sebagai bentuk dukungan layanan kesehatan bagi pelanggan, KAI Divre III Palembang juga menyediakan pos kesehatan di sejumlah stasiun yang dilengkapi tenaga medis dan fasilitas dasar untuk memberikan pertolongan pertama kepada penumpang yang membutuhkan. Pos kesehatan tersebut berada di Stasiun Kertapati, Prabumulih, Muara Enim, Lahat, dan Lubuk Linggau.

“Kehadiran pos kesehatan ini diharapkan dapat memberikan rasa aman, nyaman dan selamat bagi pelanggan selama menggunakan layanan kereta api, terutama pada masa Angkutan Lebaran dimana volume perjalanan masyarakat akan meningkat,” tutup Aida.

Artikel ini juga tayang di VRITIMES

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Tarif Baja Era Trump Tegaskan Baja sebagai Instrumen Geopolitik, Krakatau Steel Tangkap Peluang Penguatan Industri Strategis Nasional

11 Maret 2026 - 16:49 WITA

Start Franchise dan AKR Land Hadirkan Expo Franchise Pertama di Indonesia Timur

11 Maret 2026 - 15:59 WITA

Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Budaya ONE PTPN melalui Implementasi 3ON3 di PT Industri Karet Nusantara

11 Maret 2026 - 15:12 WITA

Mobilitas Ramadan Meningkat, Pengguna LRT Jabodebek Tembus 126 Ribu Penumpang per Hari

11 Maret 2026 - 15:02 WITA

Atasi Chat Pelanggan Menumpuk dengan WhatsApp Rotator Barantum

11 Maret 2026 - 15:00 WITA

Dukung Mobilitas di Kampung Halaman, Pengiriman Sepeda Motor Meningkat Jelang Mudik

11 Maret 2026 - 13:49 WITA

Trending di Bisnis