Manado, Sulutnews.com – Kepala Disnas (Kadis) Pendidikan Daerah (Dikda) Sulut Dr Femmy Suluh M.Si mengatakan, sektor pendidikan secara Nasional tetmasuk di Sulut terus menjadi perhatian lewat Dana Alokasi Kusus (DAK) juga dana Revitalisasi puluhan sekolag SMA, SMK dan SLB serta Interaktiv Flat Panel (IFP) Smartboard serta bantuan dana lainnya. Begitu juga Gubernur Sulut Yulius Silvanus SE lewat dana pembangunan toilet di 50 Sekolah.
“Kita tentunya berterimah kasih kepada Presiden Prabowo lewat Kemendikdasmen atas bantuan dana dan peralatan untuk sektor pendikan bersama Gubernur Sulut” kata Kadis Dikda Sulut Dr Femmy Suluh M.Si saat membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Dana Alokasi Kusus (DAK) SMA dan SMK Tahun 2025 di Hotel Paninsula Manado Senin (8/12) malam.
Rakor yang diikuti 100 lebih peserta baik Kabid SMK Vecky Pangkerego S.Pd.M.Pd, Kepala Cabang Dinas dan Staf Dikda serta sekitar 32 Kepsek SMK dan SMA penerima DAK Peralatan. Rakor akan berlangsung hinga 10 Desember 2025 dan akan memberikan materi dari Inspektorat Provinsi, BPK Perwakilan Sulut, Badan Keuangan dan Aset Daerah serta lembaga terkait.
Menurut Femmy Suluh komitmen pemerintah pusat itu sesuai program Asta Cita terkait peningkatan Sumber Daya Manuasi (SDM) .Karena itu Kadis Dikda minta bantuan itu harus dimanfaatkan dengan baik termasuk DAK peralatan dan juga IFP Smartboard serta bantuan lainnya. Kita harus bersyukur dan berterimah kasih kepada Presiden dan Gubernur karena ini ada sinergi dalam membangun sektor pendidikan.” Namun harus dimanfaatkan untuk kepentingan sekolah dan harus dirawat dengan baik bantuan peralatan” kata Kadis
Terkait Rakor saat ini menjelang akhir tahun kita harus benar benar ikut dengan baik. Bagi sekolah sekolah yang sudah mendapat DAK untuk peralatan harus dimanfaatkan dengan baik dan dijaga. Dan yang masih dalam perjalanan peralatannya harus langsung dibuat brita acara atau dicatat semua barang yang diterima” Ini penting agar saat pemeriksaan alat alat lengkap” kata Kadis
Untuk peralatan IFP Smartboard semua sekolah yang telah terimah harus dijaga dengan baik semua dan tahun 2026 akan ada lagi tambahan. Ini semua untuk menunjang pendidikan kedepan.
Program Revit
Sementara terkait program Revitalisasi sekolah SMA dan SMK dan SLB di Sulut Kepada Jurnalis Sumikolah usai membuka Rakor Kadis optimis bisa rampung semua sesuai target dari Kemendikdasmen.
” Saya sudah dapat laporan banyak sudah rampung ” kata Kadis. Program Revit ini sangat baik dan tahun 2026 ada lagi yang sudah bermohon dan sesuai dapodik. Ada puluhan SMA, SMK dan belasan SLB sudah mendaftar dan dari Kemendikdasmen yang akan tetapkan bukan dari Dikda.
Kepsek perima Revit diminta tuntaskan semua dan ikut aturan yang ada.
Kemendikdasmen Optimis
Sementara itu Kepala Balai Penjaminan Mutu Pendidikan ( BPMP) UPT Kemendikdasmen Sulut Febry Dien ST.JnF.TecH ( MAN) kepada Jurnalis Sumikolah mengatakan secara terpisah Minggu (7/12) optimis akan selesai proyek Revit sekolah dari PAUD, SD, SMP dan SMK, SMA serta SLB.
Ada sekitar 197 Satuan pendidikan dari PAUD, SD, SMP dan SMK serta SMA dan SLB yang menerima dana Revit senilai Rp 136 108 miliar lebih.
“”Saya optimis semua terealisasi dengan baik” kata Febry Dien.

Foto – Kadis Dikda Dr Femmy Suluh M.Si ( tengah) saat membuka RAKOR DAK 2025
Sudah 100 Persen
Sejumlah Kepsek penerima Revit yang ditemui Jurnalus Sumikolah di Rakor DAK di Hotel Paninsula Manado Senin (8/12) malam mengatakan optimus bisa tuntas sesuai target.
Hal itu dikatakan Kepsek SMK Negeri 1 Bitung Drs Christo Lewan M Pd, Kepsek SMK Negeri 2 Tondana Ibu Maria S.Pd M. Pd, Kepsek SMK Negeri 1 Amurang Jeivi Maliangkay S.Pd dan Kepsek SMK Muhammadya Manado Gafar Puasa S.Pd .
Menurut mereka progres pekerjaan akan tuntas sesuai kalender kerja yang ada. Jadi tidI tidak ada masalah. ” kita sudah 90 persen tingal sedikit lagi tuntas” kata Christo Lewan yang mendapat dana Revut Ro 3, 8 miliar lebih. Begitu juga dengan SMK Negeri 2 Tondano menurut Kepsek Maria sudah 100 persen tuntas tingal dilaporkan saja proyek Revit senilai Rp 1,6 miliar.
Untuk SMK Negeri 1 Amurang menurut Kepsek Jeivi Maliangkay ada dana Revit Rp 4,4 miliar dan progres pekerjaan sudah hampir rampung tingal sedikit. Sementara SMK Muhammadya Manado menurut Kepsek Gasfar Puasa sudah 90 persen tuntas tingal mebeler yang lagi ditungu
Untuk sekolahnya masa kerja 150 hari.hinga 15 Januari 2026 .Kepsek optimis bisa tepat waktu.
Terkait bantuan IFP Smartboard sudah diterima semua. Sejumlah Kepsek kepada Jurnalis Sumikolah banga ada bantuan Smartboarf”Ini sangat membantu sekolah” kata Christo Lewan dan Jeivi Maliangkay. (Fanny)





