Menu

Mode Gelap
Breaking News: Jago Merah Lahap Rumah Mantan Pejabat Pemda Sangihe Pangdam XIII/Merdeka Gelar Coffee Morning Bersama Insan Media Sulut, Sampaikan Konsep Pentahelix Akhirnya, Bupati Sangihe Lakukan Ground Breaking Jalan Lenganeng–Bawongkulu Dihadiri 500 Lebih Ekonom, Pleno ISEI Ke-XXIV Serukan Penguatan Peran Negara Hadapi Tantangan Ekonomi Global Breaking : Guru SMP di Rote Ndao Diduga Lakukan Pelecehan Seksual di Depan Siswa Lain, Rok Korban Sampai Robek!

Jakarta · 7 Agu 2023 23:53 WITA ·

Jenderal Dudung Abdurachman Peluang Kuat Sebagai Panglima TNI


Jenderal Dudung Abdurachman Peluang Kuat Sebagai Panglima TNI Perbesar

Jakarta,Sulutnews.com – Jenderal Dudung Abdurahman Masih Berpeluang Menjadi Panglima TNI Menggantikan Laksamana Yudo Margono.
Jakarta,7 Agustus 2023.

KSAD Jenderal Dudung Abdurachman diprediksi berpeluang menggantikan posisi Panglima, Laksamana Yudo Margono yang akan pensiun pada Desember 2023
Menurut beberapa pengamat militer, peluang KSAD menjadi Panglima TNI cukup besar, mengingat tradisi pergantian Panglima TNI di masa reformasi yang cenderung tidak dari matra yang sama. Selain itu, KSAD juga memiliki pengalaman dan prestasi yang memadai sebagai pemimpin di TNI AD.

Panglima TNI Laksamana Yudo Margono akan memasuki masa pensiun per 1 Desember 2023. Artinya, dalam waktu kurang dari 5 bulan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan memilih Panglima TNI menggantikan Yudo Margono.

Dedi Siregar dalam keterangan persnya mengatakan bahwa pengganti panglima TNI sepenuhnya merupakan hak prerogatif presiden

Sesuai aturan pergantian Panglima TNI hanya akan dipilih dari kepala staf yang sedang menjabat atau mantan kepala staf setiap angkatan yang masih dalam masa dinas keprajuritan. Tentunya dengan mempertimbangkan banyak aspek dan kepentingan nasional. Siapapun yang dipandang paling layak, tentunya tidak ada alasan untuk tidak diusulkan.

“Tidak ada ketentuan normatif yang mengharuskan pergiliran di antara ketiga matra secara urut kacang. Semua kepala staf angkatan sebenarnya punya peluang yang sama. Namun itu sepenuhnya hak presiden, dan tentunya presiden juga bertanggung jawab penuh atas usulannya,”

Dedi Siregar mengatakan, apabila Jenderal Dudung Abdurachman diperpanjang masa dinas aktifnya, maka kemungkinan abituren Akademi Militer 1988-B itu akan menjadi Panglima TNI menggantikan Laksamana Yudo (abituren Akademi Angkatan Laut 1988-A).
Menurutnya hal ini bisa saja terjadi mengingat bahwa kondisi politik menjelang pemilu 2024 membutuhkan sosok panglima TNI yang memiliki kemampuan untuk menciptakan kondisi yang aman dan damai.

“Kami berharap bahwa Jenderal Dudung masih punya peluang besar menjadi Panglima TNI di akhir masa dinas aktifnya, dengan catatan mendapatkan perpanjangan dinas aktif keprajuritan selama satu tahun melalui keputusan presiden atau peraturan presiden, dengan asumsi Laksamana Yudo tidak mendapatkan perpanjangan dinas aktif,”

Semoga Jenderal Dudung Abdurachman diperpanjang masa dinas aktifnya, maka kemungkinan abituren Akademi Militer 1988-B itu akan menjadi Panglima TNI menggantikan Laksamana Yudo (abituren Akademi Angkatan Laut 1988-A).

Dengan di usulkannua jendral Dudung Abdurahman menjadi panglima TNI kami sangat yakin beliau bisa bekerja sama dengan Menteri Pertahanan dalam melakukan modernisasi TNI dengan menghadapi berbagai tantangan geopolitik saat ini dan ancaman global lainnya. Modernisasi dalam arti bukan hanya untuk peremajaan alutsista, namun TNI harus memiliki doktrin militer yang dapat beradaptasi dalam menangani isu keamanan maritim, bencana alam, konflik regional, maupun ancaman terorisme di kawasan Asia Tenggara, serta dapat berperan dalam perdamaian dunia di berbagai kawasan konflik.” ujarnya.

Banyak alasan kuat mengapa Jenderal Dudung Abdurachman. Berpeluang menjadi menjadi Panglima TNI yang jelas sangat terbuka lebar. Faktor politik dan kekuasaan jelas sangat berpihak kepadanya. Dudung yang kerap mendukung pemerintahan Jokowi dengan konsisten melawan narasi ancaman radikalisme sangat sesuai dengan selera penguasa. Belum lagi, ia berani mengerahkan personel TNI AD untuk menurunkan baliho Front Pembela Islam (FPI) di seluruh Jakarta, yang membuat namanya harum di mata pemerintah. Berbekal latar belakang dan rekam jejak seperti itu maka Dudung sangat berpeluang untuk diangkat menjadi panglima TNI.(*/Merson)

Artikel ini telah dibaca 615 kali

Baca Lainnya

Ultimatum Konstitusional: Kebijakan Presiden Tidak Kebal Uji

2 Maret 2026 - 22:19 WITA

Imigrasi Siaga Antisipasi Dampak Penutupan Ruang Udara Timur Tengah

2 Maret 2026 - 19:55 WITA

Rayakan HUT Pertama Partai Gerakan Rakyat Sahrin Hamid Akan Kunjungi Rote Ndao

27 Februari 2026 - 22:19 WITA

PWI Pusat Hadiri Buka Puasa Bersama Kapolri, Perkuat Komunikasi dan Sinergi Dengan Insan Pers

25 Februari 2026 - 23:06 WITA

Bupati Thungari Terima Penghargaan LKPP Level Pro Aktif

25 Februari 2026 - 12:56 WITA

PWI Pusat Buka Puasa Bersama Yatim Piatu, Perkuat Solidaritas dan Kepedulian Sosial

23 Februari 2026 - 23:54 WITA

Trending di Jakarta