Menu

Mode Gelap
Breaking News: Jago Merah Lahap Rumah Mantan Pejabat Pemda Sangihe Pangdam XIII/Merdeka Gelar Coffee Morning Bersama Insan Media Sulut, Sampaikan Konsep Pentahelix Akhirnya, Bupati Sangihe Lakukan Ground Breaking Jalan Lenganeng–Bawongkulu Dihadiri 500 Lebih Ekonom, Pleno ISEI Ke-XXIV Serukan Penguatan Peran Negara Hadapi Tantangan Ekonomi Global Breaking : Guru SMP di Rote Ndao Diduga Lakukan Pelecehan Seksual di Depan Siswa Lain, Rok Korban Sampai Robek!

Ekonomi · 14 Agu 2025 09:15 WITA ·

ISEI Manado Gelar Seminar Soemitronomics Wujudkan Ekonomi Indonesia Yang Tangguh dan Inklusive di Sulawesi Utara


ISEI Manado Gelar Seminar Soemitronomics Wujudkan Ekonomi Indonesia Yang Tangguh dan Inklusive di Sulawesi Utara Perbesar

Manado,Sulutnews.com – Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Cabang Manado, bersinergi dengan Pengurus Pusat ISEI dan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), sukses menyelenggarakan Panel Discussion bertajuk Soemitronomics: “Mewujudkan Ekonomi Indonesia Yang Tangguh dan Inklusive di Sulawesi Utara”, yang dilaksanakan di Auditorium KPw BI Sulut, Kamis (14/8/2025).

Kegiatan ini bertujuan untuk mengulas gagasan, langkah, dan pengaruh ekonomi Soemitro Djojohadikoesoemo, serta mengeksplorasi relevansinya dalam konteks pembangunan ekonomi Indonesia, baik di tingkat pusat maupun daerah.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulawesi Utara, Joko Supratikno, dalam sambutannya menyoroti kondisi ekonomi Sulawesi Utara yang masih sangat didominasi oleh sektor ekstraktif. Kondisi ini, menurutnya, memicu semangat untuk melakukan diversifikasi ekonomi daerah.

BI berupaya mempertahankan stabilitas, mendorong pertumbuhan ekonomi, menurunkan BI-Rate sebesar 25 bps menjadi 5,25%, suku bunga Deposit Facility sebesar 25 bps menjadi 4,50%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 25 bps menjadi 6,00%.

Disampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi Sulawesi Utara (Sulut) ditopang oleh empat sektor utama yaitu industri pengolahan, pertanian, transportasi, dan perdagangan. Keempat sektor ini memiliki peran penting dalam perekonomian daerah dan memberikan kontribusi signifikan terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Sulawesi Utara.

“Salah satu langkah percepatan transformasi ekonomi adalah melalui sinergi kajian yang bekerja sama dengan ISEI Cabang Manado” Ucap Joko.

Ia juga menekankan pentingnya mengelaborasi lebih lanjut hasil diskusi terkait Soemitronomics. “Pembahasan ini perlu melibatkan berbagai sudut pandang, terutama yang berkaitan dengan pengembangan ekonomi yang berkelanjutan, adil, dan inklusif demi kesejahteraan masyarakat di Sulut dan nasional” tegas Joko.

Sambutan keynote speaker Gubernur Sulut Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, SE., yang dibacakan Kepala Biro Perekonomian Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Reza A. W. Dotulung, berharap Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Cabang Manado dapat berkontribusi dalam menyumbang pertumbuhan ekonomi Sulut sudah mencapai titik tertinggi se-Sulawesi yaitu sebesar 5,64% (y-on-y) dan di atas rata rata pertumbuhan ekonomi nasional yakni sebesar 4,87% (y-on-y) serta tercatat sebagai pertumbuhan ekonomi tertinggi dalam kurun waktu 5 tahun terakhir.

Reza Dotulong menjelaskan dari sisi produksi, lapangan usaha Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial mencatatkan pertumbuhan tertinggi, yakni sebesar 16,97 persen. Pertumbuhan signifikan ini mencerminkan meningkatnya aktivitas pelayanan kesehatan dan sosial di masyarakat. Sementara itu, dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi berasal dari komponen Ekspor Luar Negeri yang naik drastis sebesar 21,70 persen. Peningkatan ekspor ini turut menopang perekonomian daerah di tengah dinamika global.

“Secara triwulanan (quarter-to-quarter/q-to-q), ekonomi Sulawesi Utara juga mencatatkan pertumbuhan sebesar 5,65 persen dibandingkan triwulan I tahun 2025. Pertumbuhan tertinggi pada sisi produksi dicapai oleh lapangan usaha Transportasi dan Pergudangan yang meningkat sebesar 10,28 persen. Kinerja sektor ini menunjukkan mobilitas barang dan penumpang yang meningkat signifikan selama periode tersebut. Dari sisi pengeluaran, komponen Impor Luar Negeri mencatatkan lonjakan tertinggi sebesar 26,18 persen, mencerminkan peningkatan kebutuhan bahan baku maupun barang konsumsi dari luar negeri” urainya.

“Melalui diskusi yang konstruktif pada hari ini, kita berharap bisa semakin memperkuat sinergi dan kolaborasi untuk menjawab permasalahan daerah serta mendorong transformasi ekonomi. Dengan semangat Sulut Hebat, hasil dari seminar ini tentu akan menjadi kontribusi pemikiran yang penting bagi pembangunan ekonomi Sulut di masa yang akan datang” pesan Gubernur.

Gubernur menyampaikan bahwa Provinsi Sulut memiliki potensi dan posisi yang strategis dalam perekonomian nasional. Provinsi Sulut punya potensi yang besar untuk menjadi lokomotif ekonomi nasional, khususnya sebagai pemasok pangan dan hasil-hasil pertanian lainnya.

“Tentu saja, peluang dan potensi ini hanya dapat kita transformasikan menjadi kekuatan, melalui sinergi dan kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan seluruh elemen masyarakat” pesannya.

Sejalan dengan pernyataan Gubernur, Ketua Dewan Penasehat PP ISEI Burhanudin Abdullah menyampaikan terkait pentingnya kolaborasi yang masif antara Akademisi, Bisnis dan Government (pemerintah). Hal tersebut tentunya tidak lain untuk langkah dan upaya dalam mendongkrak pertumbuhan ekonomi Sulut.

“Ini merupakan langkah langkah yang tepat bagi kita (ISEI) dalam menggapai cita cita kita bersama menuju Indonesia Emas 2045” ujarnya.

Sementara itu, Ketua ISEI Cabang Manado Joy E.Tulung PhD mengapresiasi Pemerintah Provinsi Sulut atas capaian-capaian yang positif dalam menggerakkan roda perekonomian Sulut.

ISEI Cabang Manado mengapresiasi kinerja Pemprov Sulut yang telah berhasil menurunkan angka kemiskinan, dan meningkatkan ekonomi Sulut melebihi rata rata nasional.

“Kita berharap kedepan melalui Seminar Soemitrokonomics nantinya akan memberikan masukan arah kebijakan strategis Pemerintah Provinsi Sulut menuju visi Gubernur Sulut yaitu Menuju Sulawesi Utara Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan” ujar Joy Tulung.

Panel Discussion ini turut menghadirkan sejumlah tokoh penting, antara lain Prof Dr Paulus Kindangen GB FEB Unsrat Penasehat ISEI Manado, Prof Dr S.L.H.V Joys Lapian GB FEB Unsrat Pengawas ISEI, Harryadi Mahardika Ketua Sumito Ekonomic Forum, Prof Dr Nikolas N Fajar GB FEB Unima sebagai moderator.

Hadir ratusan peserta, baik dari Akademisi, Praktisi Ekonomi, UMKM serta Mahasiswa.(Merson)

Artikel ini telah dibaca 1,924 kali

Baca Lainnya

PENGUMUMAN SERTIFIKAT HILANG: ROSALINA T SIGAR OLEH KANTOR PERTANAHAN KABUPATEN ROTE NDAO PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR

11 Februari 2026 - 09:36 WITA

PENGUMUMAN SERTIFIKAT HILANG: THEODORA ONCE PANY OLEH KANTOR PERTANAHAN KABUPATEN ROTE NDAO PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR

11 Februari 2026 - 09:19 WITA

PENGUMUMAN SERTIFIKAT HILANG . JUBLINA NDUN OLEH KANTOR PERTANAHAN KABUPATEN ROTE NDAO PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR

11 Februari 2026 - 08:26 WITA

Ketua ISEI Manado Prof Joy Tulung : Komposisi Komisaris dan Direksi BSG Yang Baru Diharapkan Kinerja dan Kontribusi Bank Dalam Pembangunan Ekonomi Daerah

10 Februari 2026 - 23:51 WITA

Walikota Tomohon Caroll Senduk Hadiri RUPS BSG Tahun Buku 2025 dan Luar Biasa Tahun 2026

10 Februari 2026 - 23:34 WITA

Revino Pepah Terpilih Sebagai Diruktur Utama Hasil RUPS-LB Tahun Buku 2025

10 Februari 2026 - 23:10 WITA

Trending di Manado