Menu

Mode Gelap
Breaking News: Jago Merah Lahap Rumah Mantan Pejabat Pemda Sangihe Pangdam XIII/Merdeka Gelar Coffee Morning Bersama Insan Media Sulut, Sampaikan Konsep Pentahelix Akhirnya, Bupati Sangihe Lakukan Ground Breaking Jalan Lenganeng–Bawongkulu Dihadiri 500 Lebih Ekonom, Pleno ISEI Ke-XXIV Serukan Penguatan Peran Negara Hadapi Tantangan Ekonomi Global Breaking : Guru SMP di Rote Ndao Diduga Lakukan Pelecehan Seksual di Depan Siswa Lain, Rok Korban Sampai Robek!

Bisnis · 4 Feb 2026 14:40 WITA ·

Hisense Dinobatkan sebagai Pabrik Lighthouse Customer Centricity Pertama di Dunia dalam Industri TV oleh World Economic Forum


Hisense Dinobatkan sebagai Pabrik Lighthouse Customer Centricity Pertama di Dunia dalam Industri TV oleh World Economic Forum Perbesar

Hisense Visual Technology Qingdao Factory telah diakui oleh World Economic Forum (WEF) sebagai Customer Centricity Lighthouse, menjadikannya pabrik Lighthouse pertama dan satu-satunya di industri televisi global.

Qingdao,
Tiongkok, 4 Februari 2026
– Hisense sebagai merek
terkemuka global di bidang elektronik konsumen dan peralatan rumah tangga,
mengumumkan bahwa Hisense Visual Technology Qingdao Factory telah diakui oleh
World Economic Forum (WEF) sebagai Customer Centricity Lighthouse,
menjadikannya pabrik Lighthouse pertama dan satu-satunya di industri televisi
global.

 

Penetapan ini
diumumkan sebagai bagian dari WEF Global Lighthouse Network, yang mengakui
lokasi industri yang menerapkan teknologi digital canggih untuk meningkatkan
nilai bagi pelanggan, kecepatan ke pasaran dan kinerja operasional.

 

Beroperasi di pasar TV
global yang matang dan sangat kompetitif, pabrik Hisense Visual Technology
Qingdao menghadapi permintaan konsumen yang berkembang pesat serta tekanan
biaya yang terus meningkat. Menanggapi tantangan tersebut, pabrik ini melakukan
transformasi digital secara menyeluruh dengan mengintegrasikan kecerdasan
buatan (AI), big data, simulasi industri, dan virtual reality (VR) berskala
besar ke dalam proses R&D produk baru dan manufaktur.

 

Sebagai hasilnya,
pabrik ini berhasil mencapai Net Promoter Score (NPS) sebesar 84%, memangkas
siklus R&D sebesar 34%, menurunkan biaya material sebesar 18%, serta
mempercepat waktu pelatihan karyawan baru hingga 60%. Siklus dari penangkapan
kebutuhan pelanggan hingga penerjemahannya ke dalam fungsi produk berkurang
62%, sementara efisiensi produksi TV 85 inci meningkat hingga mencapai siklus
manufaktur 20 detik.

 

“Di
Hisense, manufaktur cerdas dimulai dari kebutuhan konsumen,”

ujar Dennys Li, President Hisense Visual Technology Co., Ltd. “Dengan
membangun sistem manufaktur yang berpusat pada manusia, kami menerjemahkan
wawasan pelanggan menjadi nilai produk nyata dengan kecepatan dan presisi yang
lebih tinggi,”
lanjutnya.

 

Pencapaian ini
menandai penetapan Lighthouse ketiga bagi Hisense dalam WEF Global Lighthouse
Network. Sebelumnya, pabrik Hisense Hitachi di Huangdao diakui sebagai
Sustainability Lighthouse pertama di dunia di sektor VRF serta satu-satunya
pabrik dual Lighthouse di industri, yang menegaskan kepemimpinan Hisense dalam
manufaktur berkelanjutan berbasis AI.

 

Penetapan sebagai
Customer Centricity Lighthouse ini merepresentasikan tonggak penting komitmen
Hisense dalam transformasi digital berpusat pada manusia dan strategi
manufaktur cerdas.

Artikel ini juga tayang di VRITIMES

Artikel ini telah dibaca 902 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Dakwah Tanpa Mimbar: Cerita Musafir Pakistan yang Menginspirasi

6 Februari 2026 - 11:16 WITA

Haji Malik Mahboob Ahmad: Musafir Pakistan yang Bawa Berkah ke Kupang dan Melanjutkan Perjalanan ke Australia

6 Februari 2026 - 11:09 WITA

Indonesia Economic Forum Luncurkan Indonesia Open Network (ION) sebagai Infrastruktur Digital Inklusif untuk UMKM

6 Februari 2026 - 09:04 WITA

Tim Terbaik Asia Tenggara Melaju ke Semi Final CrossFire: Legends Championship 2025–2026

6 Februari 2026 - 08:48 WITA

FLOQ Circle: Sisterhood Hadirkan Ruang Aman bagi Perempuan untuk Mengenal Aset Kripto

6 Februari 2026 - 08:33 WITA

Kisah Anak SD yang Tiada di Nusa Tenggara Timur: Buku dan Bolpoin Bisa Dibeli Hari Ini, Tapi Nyawa Hilang Selamanya

6 Februari 2026 - 07:54 WITA

Trending di Adat Budaya
error: Content is protected !!