MANADO, Sulutnews.com – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) provinsi Sulawesi Utara Senin (7/10/2024) menggelar Rakor terpadu penyelenggara Pemilihan Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati serta Walikota dan Wakil Walikota Tahun 2024 dengan menghadirkan Ketua DKPP Heddy Lugito. Pada Rakor yang juga dihadiri Ketua KPU Sulut Kenly Poluan, dalam sambutannya Ketua Bawaslu Sulut Ardiles Mewoh saat membuka kegiatan mengatakan saat ini sebanyak 171 Panwascam dan 1800 pengawas kelurahan desa siap membangun komitmen bersama sesama penyelenggara untuk menuntaskan tugas dan fungsi sebagai satu kesatuan penyelenggara bisa bekerja bersama sama berkolaborasi mensukseskan pelaksanaan Pilkada serentak. Komitmen yang dibuat menjelang hari pemungutan sebagai pertanda satu suara paling tidak satu persepsi dan pemahaman untuk sukses penyelenggaraan Pilkada yang aman damai dan rahasia.
“Kerjasama yang disepakati bukan untuk sebuah kejahatan tapi kerjasama untuk kebaikan agar Pilkada di Sulut dapat berjalan sesuai ketentuan yang berlaku,”ungkap Ardiles
Sementara itu Ketua DKPP Heddy Lunggito dalam sambutannya mengatakan proses tahapan pilkada Kampanye sudah dimulai bukan dan ini bukan pekerjaan yang mudah karena secara teknis lebih rumit dan secara politik cukup keras karena memilih tokoh lokal yang memiliki pengaruh kuat dan mereka punya kerabat dekat , sehingga akan lebih keras dibandingkan Pilpres dan Pileg.” Saya berterima kasih kepada KPU Bawaslu boleh sukses menggelar Pilpres dan Pileg dan di Sulut merupakan satu-satunya propinsi yang tidak melaksanakan Pemilihan ulang ditengah Pemilu yang sangat dinamis karena berlangsung dengan damai aman.”Saya berharap di Pilkada di Sulut tidak ada PSU dan semua ini tergantung dari KPU dan Bawaslu yang dapat mengatur pemilih dapat menyalurkan hak pilihnya secara baik.” Penyelenggaraan Pemilu tidak mudah jika sukses dianggap biasa tapi jika ada persoalan pasti mendapatkan caci maki bahkan menuding penyelenggara tidak baik,”ungkap
Juga menurut Lunggito, Publik akan menyorot kinerja Bawaslu dan KPU sampai tingkat paling bawah semua mata akan menyorot penyelenggara pada hari pemungutan suara 27 Oktober oleh karena itu meskipun sudah ada Bawaslu yang mengawasi, tetap perlu disikapi dengan baik.” DKPP adalah satu satunya lembaga penyelenggara pemilu yang tujuan utamanya menjaga agar KPU dan. Bawaslu bekerja on the trek karena selama ini DKPP dianggap malaikat pencabut nyawa tidak DKPP dibentuk untuk menjaga pelaksana demokrasi. Ditangan KPU dan Bawaslu suara rakyat dimanfaatkan dengan baik agar pelaksanaan pemilu dapat berlangsung dgn baik. ” karena suara rakyat adalah suara Tuhan untuk menentukan pemimpin yang baik lima tahun ke depan.”kata Eddy
Ketua KPU Sulut Kenly Poluan juga menyatakan Kerja penyelenggara KPU dan Bawaslu akan terus berkolaborasi sehingga kebijakan yang sudah ditetapkan akan dilaksanakan secara baik.” Kita harus merefleksikan jika kerja penyelenggara dilakukan berjuang untuk kemaslahatan masyerakat Sulawesi Utara,” kata Poluan
Rakor terpadu tersebut diikuti oleh seluruh penyelenggara baik Bawaslu maupun KPU se Sulut .(Josh tinungki)






