Menu

Mode Gelap
Breaking News: Jago Merah Lahap Rumah Mantan Pejabat Pemda Sangihe Pangdam XIII/Merdeka Gelar Coffee Morning Bersama Insan Media Sulut, Sampaikan Konsep Pentahelix Akhirnya, Bupati Sangihe Lakukan Ground Breaking Jalan Lenganeng–Bawongkulu Dihadiri 500 Lebih Ekonom, Pleno ISEI Ke-XXIV Serukan Penguatan Peran Negara Hadapi Tantangan Ekonomi Global Breaking : Guru SMP di Rote Ndao Diduga Lakukan Pelecehan Seksual di Depan Siswa Lain, Rok Korban Sampai Robek!

Bolmut · 6 Sep 2024 12:31 WITA ·

Hangatnya Paus Fransiskus Bertemu Imam Masjid Istiqlal


Hangatnya Paus Fransiskus Bertemu Imam Masjid Istiqlal Perbesar


Bolmut, Sulutnews.com – Paus Fransiskus, lahir dengan nama Jorge Mario Bergoglio pada 17 Desember 1936 di Buenos Aires, Argentina, adalah paus ke-266 dalam sejarah Gereja Katolik Roma.

Ia diangkat menjadi Paus pada 13 Maret 2013, menggantikan Paus Benediktus XVI yang secara mengejutkan mengundurkan diri.

Paus Fransiskus mencatat sejarah sebagai paus pertama yang berasal dari Benua Amerika, khususnya Amerika Latin, serta sebagai anggota pertama Ordo Yesuit yang terpilih menjadi Paus.

Dirangkum dari beberapa media, sebagai pemimpin Gereja Katolik seluruh dunia, kunjungan Paus ke Indonesia ini merupakan bagian dari pastoralnya mengunjungi komunitas Katolik di berbagai belahan dunia. Jumat (06/09/2024).

Pentingnya aspek apostolik dalam Gereja Katolik terlihat dari berbagai dokumen dan ajaran gereja. Salah satunya Lumen Gentium. Merangkum dari laman Vatican, Lumen Gentium merupakan dokumen penting dari Konsili Vatikan II.


Dalam dokumen tersebut disebutkan bahwa Gereja didirikan oleh Kristus melalui para rasul dan terus menerus hidup serta berkembang di bawah bimbingan Roh Kudus. Itulah alasan segala sesuatu yang berkaitan dengan Paus, baik ajaran, dokumen, hingga kunjungan ke berbagai negara dianggap sebagai tugas apostolik.

Dalam kunjungan apostolik ini, Paus bertemu dengan umat Katolik dan pemimpin-pemimpin lokal negara tersebut. Lawatan ini bukan sekadar kunjungan biasa, tapi ada misi dan makna religius dan spiritual yang mendalam. Dalam perjalanan apostolik, Paus membawa pesan perdamaian, persatuan, dan keadilan.


Kunjungan ini, yang direncanakan dari Rabu (03/09/2024) hingga Jumat (06/09/2024), akan menjadi kunjungan paus ketiga ke Indonesia setelah 35 tahun sejak kunjungan Paus Yohanes Paulus II pada tahun 1989, serta Paus Paulus VI pada tahun 1970. Pada kunjungan ini, Misa Agung Paus Fransiskus akan dilakukan di Stadion Gelora Bung Karno (GBK) pada Kamis (05/09/2024).

Media asing menyoroti pertemuan Pemimpin Tertinggi Katolik Dunia Paus Frasiskus dengan Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar di Jakarta, Indonesia.

Kedatangan Paus disambut Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar dan berbagai tokoh lintas agama. Di antara sorot kamera dan perhatian masyarakat, sebuah momen yang penuh kehangatan terjadi ketika Nasaruddin Umar mencium kening Paus Fransiskus, sebuah gestur yang memancarkan rasa hormat dan persaudaraan.

Tidak berhenti di situ, Paus Fransiskus juga mencium tangan Nasaruddin Umar, sebuah tanda saling menghargai antara dua tokoh agama ini.

Salah satunya media Amerika Serikat (AS), Associated Press (AP) dengan judul “Pope and imam of Southeast Asia’s largest mosque make joint call to fight violence, protect planet”.

Diketahui kedatangan Paus di Indonesia sudah dimulai sejak Selasa. Kemarin, ia bertemu dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Kamis malam berencana menggelar misa besar di Gelora Bung Karno (GBK), Senayan.

Laman media asing itu memuat pemberitaan tentang bagaimana hangatnya kedua pemimpin agama bertemu. Di mana dicantumkan foto hangatnya interaksi Paus dan imam Istiqlal, saat Paus mencium mesra tangan sang imam yang mendekap pundak kepala negara Vatikan itu.

“Paus Fransiskus dan imam besar masjid terbesar di Asia Tenggara pada hari Kamis berjanji untuk melawan kekerasan yang diilhami agama dan melindungi lingkungan,” muat laman itu.

“Keduanya mengeluarkan seruan bersama untuk persahabatan antar agama dan tujuan bersama yang menjadi inti kunjungan Fransiskus ke Indonesia,” tambahnya.

Disanjung pula soal “Terowongan Persahabatan”, tempat keduanya berdiri dalam kesempatan itu, yang menghubungkan kompleks Masjid Istiqlal dengan Gereja Katedral Katolik.

Dikatakan bagaimana Paus mengatakan terowongan tersebut menjadi tanda kuat tentang bagaimana tradisi agama yang berbeda “memiliki peran untuk membantu setiap orang melewati terowongan kehidupan dengan mata kita tertuju pada cahaya”.

“Dia mendorong orang Indonesia dari setiap tradisi agama untuk berjalan mencari Tuhan dan berkontribusi untuk membangun masyarakat terbuka, yang didirikan atas rasa hormat timbal balik dan cinta kasih timbal balik, yang mampu melindungi dari kekakuan, fundamentalisme, dan ekstremisme, yang selalu berbahaya dan tidak pernah dapat dibenarkan,” muat laman itu.

Hal sama juga disorot media Prancis AFP. Disinggung bagaimana keduanya dengan pesan persahabatan mendengarkan petikan ayat suci masing-masing secara bersama-sama, baik Al-Quran maupun Al-Kitab.

“Paus disambut di masjid oleh kelompok perkusi yang sering digunakan dalam upacara-upacara Islam,” muat AFP dalam artikel berjudul “Pope, Indonesia imam warn against using religion to stoke conflict”.

“Setelah duduk, ia dan Nasaruddin mendengarkan sebuah petikan dari Al-Quran yang dibacakan oleh seorang gadis muda yang buta dan sebuah petikan dari Alkitab,” tambahnya.

Paus Fransiskus sendiri telah melakukan beberapa kunjungan ke negara-negara mayoritas Muslim. dI 2019 misalnya, ia mendatangi Uni Emirat Arab (UEA) dan bertemu dengan Imam Besar Al-Azhar, membicarakan persaudaraan.

Perjalanan ke Indonesia adalah yang ketiga kalinya dilakukan oleh seorang Paus. Di mana yang pertama dilakukan Paus Yohanes Paulus II pada tahun 1989.
Sebelumnya, selain ke Jakarta, Paus Fransiskus juga akan mendatangi tiga negera lain di Asia Tenggara dan Pasifik. Yakni Papua Nugini, Timor Leste, dan Singapura.

Pemimpin Gereja Katolik seluruh dunia dan Kepala Negara Takhta Suci Vatikan Paus Fransiskus mengatakan kekayaan terbesar Indonesia bukan tambang.

Pernyataan itu terungkap saat Paus pidato di Masjid Istiqlal sebagai bagian dari kunjungan dia ke Indonesia.

Indonesia adalah negara besar, mozaik budaya, suku bangsa, adat istiadat, keberagaman yang sangat kaya, yang tercermin pula dalam keanekaragaman ekosistem dan lingkungan sekitarnya,” kata Paus.

Dia lalu berujar, “Dan jika benar kalian adalah rumah bagi tambang emas terbesar di dunia, ketahuilah bahwa harta yang paling berharga adalah kemauan agar perbedaan tak menjadi alasan untuk bertikai.”

Paus lantas meminta agar Indonesia tak menyia-nyiakan anugerah tersebut dan jangan memiskinkan diri dari kekayaan sebesar itu. ***

Artikel ini telah dibaca 1,286 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Hari Ke 9 Safari Ramadhan 1447 H, Pemkab Bolmong Utara Pererat Silaturahmi Dengan Masyarakat Bintauna

28 Februari 2026 - 00:34 WITA

Berkah Ramadhan, Kapolres Bolmong Utara Berbagi Takjil di Jalur Trans Sulawesi

26 Februari 2026 - 19:47 WITA

Wabup Moh Aditya Pontoh Sangat Peduli Pemberdayaan UMKM

25 Februari 2026 - 20:17 WITA

Puasa 1 Ramadhan 1447 H Dimulai 19 Februari 2026

18 Februari 2026 - 00:24 WITA

Prosesi Adat Mopohabaru / Mopotau Menjelang Awal Puasa Ramdhan 1447 H Bolmong Utara

14 Februari 2026 - 17:47 WITA

Lokasi Pembangunan Tambak Udang Vaname Di Biontong Ditinjau Lansung Direktur KKP Bappenas

13 Februari 2026 - 21:53 WITA

Trending di Bolmut