
Bolmut, Sulutnews.com – Penjabat Bupati Bolaang Mongondow Utara Sirajudin Lasena menghimbau masyarakatnya menggunakan masker di luar rumah karena dampak semburan debu sudah menebar jauh masuk wilayahnya, Rabu (01/05/2024).
Debu yang bertebaran sudah meluas jauh menebar melintasi wilayah sampai ke Provinsi Gorontalo. Gas yang ikut disemburkan dari dalam perut bumi mengandung zat berbahaya, seperti sulfur dioksida (SO2), hidrogen sulfida (H2S), nitrogen dioksida (NO2) dan material debu lain yang biasanya mengandung racun.
Mengutip dari laman resmi Kemenkes, letusan gunung api dapat mengakibatkan gangguan pernafasan. Debu vulkanik yang terbawa oleh udara dapat menyebabkan masalah pernapasan dan mengiritasi mata. Ketika partikel tersebut mengandung unsur-unsur logam tertentu, dampaknya bisa lebih serius.

Partikel abu vulkanik yang dilepaskan saat gunung meletus mengandung sejumlah bahan berbahaya, termasuk Sulfur Dioksida (SO2), gas Hidrogen Sulfida (H2S), Nitrogen Dioksida (NO2), dan juga partikel debu dalam bentuk partikel terlarut secara keseluruhan (Total Suspended Particulate atau Particulate Matter).
Salah satu unsur logam yang perlu dijaga adalah silika, yang berbentuk butiran kecil dan memiliki tepi yang tajam. Jika terhirup, silika dapat menyebabkan batuk dan mengiritasi saluran pernapasan. Selain debu, letusan gunung berapi mengandung gas yang bisa membahayakan kesehatan masyarakat.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat telah terjadi erupsi yang melontarkan abu vulkanik setinggi lima kilometer dari pusat kawah Gunung Ruang yang terletak di Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara. Kepala PVMBG Hendra Gunawan mengatakan erupsi itu terjadi pagi ini pada pukul 08.35 WITA dengan kolom abu tebal berwarna kelabu hingga hitam mengarah ke timur dan selatan.
“Erupsi disertai awan panas ke segala arah,” ujarnya dalam laporan yang diterima di Jakarta, Selasa.
Pada 30 April 2024, pukul 01.30 WITA, PVMBG kembali menaikkan status Gunung Ruang dari sebelumnya siaga menjadi awas seiring dengan peningkatan aktivitas vulkanik dan kegempaan di gunung api tersebut.
PVMBG meminta penduduk di sekitar Gunung Ruang untuk tidak memasuki wilayah radius enam kilometer dari pusat kawah aktif Gunung Ruang.
Sedangkan, penduduk yang bermukim pada wilayah Pulau Tagulandang yang masuk dalam radius enam kilometer agar segera dievakuasi ke tempat aman di luar radius enam kilometer.
Kemudian, penduduk di Pulau Tagulandang khususnya yang bermukim di dekat pantai agar mewaspadai potensi lontaran batuan pijar, luruhan awan panas, dan tsunami akibat material erupsi yang masuk ke laut atau runtuhan tubuh gunung api ke dalam laut.
Pada 1 sampai 28 April 2024, jumlah kegempaan tercatat sebanyak 6 kali gempa letusan, 15 kali gempa guguran, 1 kali gempa tremor, 1 kali gempa tremor non harmonik, 3 kali gempa tremor menerus, 2.057 kali gempa vulkanik dalam, 1.018 kali gempa vulkanik dangkal, 32 kali gempa tektonik lokal, dan 195 kali gempa tektonik jauh, serta gempa terasa sebanyak 7 kali dengan skala I MMI.
Sementara itu jumlah kegempaan yang tercatat melalui stasiun seismik sepanjang 29 April 2024, pukul 00.00 sampai 24.00 WITA, berupa 15 kali gempa guguran, 237 kali gempa vulkanik dangkal, 425 kali gempa vulkanik dalam, 25 kali gempa tektonik lokal, dan 6 kali gempa tektonik jauh.
Gunung Ruang merupakan gunung api bertipe strato dan memiliki ketinggian puncak 725 meter di atas permukaan laut sekaligus membentuk pulau tersendiri yang terpisah dengan pulau lainnya.
Sampai saat ini, PVMBG melakukan pengamatan secara visual dan instrumental terhadap Gunung Ruang dari Pos Pengamatan Gunungapi yang berlokasi di Desa Tulusan, Kecamatan Tagulandang, Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara.
Gandhi Goma (GG).





