Manado, Sulutnews.com – Gubernur Sulut Yulius Selvanus SE minta semua Jajaran Dinas Pendidikan Daerah termasuk Kepala Sekolah (Kepsek) SMA, SMK dan SLB dalam Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMD) Tahun 2025 harus ikut aturan yang ada. Karena kita berkomitmen dalam membangun sistem pendidikan yang transparan, inklusif, dan berkeadilan.
Hal tersebut dikatakan Gubernur Sulut Yulius Selvanus dalam pelaksanaan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) jenjang SMA, SMK, dan SLB se-Sulut yang digelar di Aula Mapalus, Kantor Gubernur Sulut, Senin (26/5).

Foto – Kepala BPMP Kemendikdasmen Perwakilan Sulut Febry Dien ST.M.JFn.Tech Saat Tantangan SPMB Yang Transparan dan Berkeadilan.
Hadir dalam pertemuan strategis ini Forkopinda Sulut .Wakil Ketua DPRD Sulut, Kadis Dikda Dr Femmy Sulut, dan Sejumlah Pejabat Pemda, Staf Khusus Bidang Pendidikan Prof Dr Ir Grevo Gerung M.Sc, Kepala BPMP, Febry Dien ST, Kepala BGTK Aryanto Batara SP.M.Pd dan Kepala Ombudsman Sulut Meliany Limpar serta dari Kajati dan Polda dan sekitar 460 kebih Kepsek SMA, SMK dan SLB serta Jajaran Dikda Sulut.
Dalam acara tersebut Gubernur dan Wagub Dr Viktor Mailangkay dan 14 pejabat terkait langsung menyatukan langkah melalui penandatanganan komitmen bersama pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2025/2026 yang trasparan dan berkeadilan. Dari Kejaksaan dan Kepolisian serta Ombusmen Sulut serta BPMP dan BGTK dan jajaran Dikda melakukan penandatangan serta BKD Sulut.
Menurut Gubernur oenandatangan komitmen ini harus dilakukan betul. Artinya SPMB harus dilaksanakan betul. Jadi Kepsek dan jajaran Dikda harus benar benar realisasikan. Dan kita semua awasi bersama. Menurutnya pendidikan adalah fondasi utama dalam pembangunan bangsa. Dalam visi Sulawesi Utara Maju, Sejahtera, dan Berkelanjutan, penguatan kualitas sumber daya manusia menjadi prioritas strategis.
Gubernur juga mengatakan untk guru guru didaerah terpencil faerah Tertingal Terluar dan Terdepan (3T) akan diberikan insentif dan juga sekolah sekolah didaerah akan diberikan TV pendidikan dari Presiden Prabowo.

Foto – Gubernur dan Wakapolda. Kejaksaan BPMP, BGTK dan Dikda Sulut serta Ombusmen Yang Hadir dalam MKKS
Untuk toilet akan dibantu oleh Pemda Sulut agar toliet bersih dan tidak bau serta kering. Gubernur minta harus diperhatikan karena kita ingin pendidikan maju harus dari kebersihan . Dan dana BOS harus transparan pengunaanya.Ini penting.
Definitifkan 55 Plt
Terkait 55 Kepsek yang masih PLT atau PLH Gubernur minta segera didefitifkan. Kepala Badan Kepegawaian harus segera perhatiksan.
Terkait pergantian Kepsek itu tidak betul karena dendam pilkada. Tidak ada itu. Ada isu isu mau diganti karena tidak dukung saat Pilkada. Tidak ada. Yang pensiun dan PLT yang akan segera didevitifkan segera.
BPMP Dukung
Sementara Kepala Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Kementrian Dikdasmen Sulut Febry Dien ST dan Kepala Balai Guru dan Tenaga Kependidikan ( BGTK) Sulut Aryanto Batara juga mendukung komitmen laksanakan SPMB secara baik dan benar.
” Penandatanganan komitmen ini baik dan harus dilaksanakan benar” kata Febry Dien dan Aryanto Batara dalam Diskusi diacara MKKS tersebut.
Kita itu aturan kalah tidak ada aparat hukum yang proses. Kita jangan salah aturan. Febry minta semua Kepsek lakukan dengan baik agar sukses pendidikan dan merata semua sekolah. Kepala Ombusmen Sulut Meliany Kompas juga akan mengawasi bersama. Acara Penandatanganan bagus dan harus dikerjakan dengan baik.
Prof Dr Grevo Gerung MSc sebagai staf Khusus Bidang Pendidikan didepan peserta MKKS mengatakan untuk majukan pendidikan perlu dukungan semua pihak. Ini penting agar bisa maju dan berkualitas. Juga penyebaran guru harus merata dan juga dukungan sarana dan prasarana.Jadi kita harus membangun pendidikan untuk Sulut Maju Sejahtra dan Berkelanjutan sebagai Visi Gubernut Sulut.
12 SMA
Sementara itu Kadis Dikda Sulut Femmy Suluh didepan acara MKKS berkomitmen laksanakan SPMB secara baik. Kita harus ikut aturan. 12 Kepsek yang sekolahnya sering melebihi qouta setiap penerimaan siswa baru kita sudah pangil dan minta ikut aturan.

Foto – Gubernur Sulut Yulius Selvanus ( Tengah) dan Jajaran Dikda Sulut Serta Ratusan Kelsek SMA SMK dan SLB
” Jadi ada 12 SMA harus perhatikan SPMB agar jangan menyalahi aturan” kata . 12 SMA antara lain SMA Negeri 9 Manado, SMA Negeri 1 Manado, SMA Negeri 7 Manado, SMA Negeri 1 Bitung, SMA Negeri 1 Kotamobagu dan SMA Negeri 8 Manado, SMA Negeri 3 dan beberapa SMA lainnya. Femmy Sulut juga minta semua Kepsek bekerja dengan baik dan harus buat perencanaan yang baik dan gunakan dana BOS dengan baik dan transparan dan akuntabel. Sejumlah Kepsek kepada Jurnalis Sumikolah Dikda Sulut mendukung SPMB yang baik.
” Saya akan ikut aturan” kata Kepsek SMA Negeri 9 Manado Hendra Masie S.Pd dengan qouta 663 siswa yang akan diterima atau 17 ruang belajar.
Hal sama dikatakan Kepsek SMA Negeri 1 Kotamobagu Mansyuri Podomi S.Pd yang mendapat 13 rombel .Kita ikut aturan yang ada. Sementara Kepsek SMA sedikit siswa setiap tahun mendukung program SPMB saat ini agar ada pemerataan.Ini baik dan harus lakukan benar agar ada pemerataan penerimaan siswa tahun ini kata sejumlah Kepsek yang engan sebutkan namanya.
Acara MKKS dilanjutkan dengan Diskusi bersama Kajati, Ombusmen Staf Khusus Pendidikan, Badan Kepegawaian dan Inspektorat, BPMP dan BGTK serta Kaban Keuangan dan Aset serta Badan Narkotika Sulut atau BNN.(Fanny)






