Manado , Sulutnews.com – Gubernur Sulut Yulius Selvanus SE ( YS) Sabtu (19/4) pekan lalu menghadiri dan melepas eksport perdana 273 kilogram ( Kg) Teripang susu ke Amerika Serikat (AS), di Bandar Udara Internasional Sam Ratulangi Manado.
Hadir pihak pengusaha eksportir teripang Patricia Tumbelaka Direktur CV Buka Buka Island dan pejabat terkait dari Bandara Sama Ratulangi dan Bea Cukai dan pejabat Pemprov lainnya.
Gubernur YS dalam sambutannya mengatakan ekspor perdana teripang sebanyak 273 Kg dengan jenis susu kategori kering itu merupakan hasil tangkap dari Kabupaten Minahasa Selatan dan Minahasa Utara. Ini sangat baik kegiatan eksport.

Foto – Gubernur Sulut Yulius Selvanus Saat Memberikan Sambupaten Pelepasan Eksport Perdana Teripang Sabtu 19 April 2025
Memacu Ekonomi
Dikatakan Gubernur ekspor teripang saat ini dipastikan ikut meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) khususnya dari sektor perikanan yang cukup potensial di Sulut.
Bahkan eksport ini menurut Gubernur akan memacu dan memicu ekonomi di Sulut karena, harga teripang ini bukan main-main harganya kurang lebih tiga jutaan per kilogram. ” Ini cukup baik” ujarnta.
Gubernur YS juga menegaskan akan memerintahkan Dinas Kelautan dan Perikanan Sulut untuk bekerjasama dengan instansi vertikal untuk memberi perhatian lebih terkait upaya budidaya teripang yang berkelanjutan.
Perlu pembinaan yang terarah, karena barang ini terlarang sangat dibatasi dengan kuota, kalau ini dibudidayakan tentunya pasti akan ada ruang untuk kita melakukan lebih dari saat ini” kata Gunernur.
Berdasarkan regulasi nasional, teripang belum sepenuhnya dilindungi. Tetapi melalui Konvensi Perdagangan Internasional Tumbuhan dan Satwa Liar Spesies Terancam atau Cities menyatakan bahwa teripang susu dan koro termasuk dalam Appendiks II, yang berarti perdagangannya harus diawasi untuk memastikan tidak membahayakan kelestarian.
Kontribusi PAD Kecil
Dalam bagian lain pada acara tersebut Gubernur prihatin sumber PAD dari sektor perikanan belum memberikan kontribusinya dengan baik.
Padahal potensi kelautan besar..Sementara hasil yang diperoleh daerah kecil dan ada ketimpangan.Karena dari data yang ada PAD dari sektor perikanan selama satu tahun hanya Rp 671 juta.” Ini sangat buruk dan menyedihkan” kata Gubernur.
Dikatakan luas wilayah laut daerah Sulut sekitar 72,5 persen dari total luas wilayah Sulut. Seharusnya kata Gubetnur sektor ini menjadi tulang pungung ekonomi Sulut. Namun justru data sangat kecil kontrubusinya bagi daerah.
“Untuk itu perlu ada evaluasi kenapa PAD dari sektor perikanan kecil, sementara potensi laut luas dan besar.Ini harus segera evaluasi dinas terkait” kata Gubernur.
Menurut Gubernur rendahnya kontribusi sektor perikanan ini menunjukan bukti bahwa belum optimalnya tata kelolah masalah regulasi, dan perberdayaan pelaku usaha. Dinas terkait dari Provinsi hinga kabupaten dan Kota harus evaluasi dan pembenahan.
Semua pihak termasuk di Kabupatan dan Kota yang potensi kelautan perikanan besar untuk bekolabirasi termasuk bersama masyarakat pesisir untuk membangun ekonomi kelautan kedepan yang berkelanjutan dan menguntungkan.
Gubernur Apresiasi
Kepada CV Buka Buka Island yang mengeksport teripang ke AS, Gubernur memberikan apresiasi karena sudah melakukan terobosan eksport sektor perikanan. Ini harus berlanjut terus tidak boleh berhenti.
Bahkan Gubernur mengatakan pihaknya akan terus mendorong dan memfasilitasi kelancaran eksport dan import termasuk untuk memperluas pasar eksport teripang dan potensi perikanan sebagai potensi ungulan daerah Sulut.
Sementara itu Patricia Tumbelaka Direktur CV Buka Buka Island ditempat yang sama mengatakan, pihaknya akui sangat ketat pengurusan ijin eksport teripang sehinga sampai satu tahun. Karena teripang sangat terbatas qoutanya. Teripang susu merupakan potensi kelautan yang dikumpul selama satu tahun. Dan tahun ini ada beberapa kali eksport ke- negara tujuan. (Fanny)







