Manado,Sulutnews.com – Gubernur Profinsi Sulawesi Utara Mayjen (Purn) TNI Yulius Selvanus memimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Samrat 2026 yang berlangsung di Lapangan Presisi Mako Polda Sulut Kamis (12/3) pagi.
Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Samrat tahun 2026 diadakan dalam rangka pelayanan Hari Raya Idul Fitri 1447 H, Gubernur Yulius Selvanus didampingi Kapolda Sulut Irjen Pol Roycke Harry Langie, Pangdam XIII/Merdeka Mayjen TNI Mirza Agus, serta Komandan Kodaeral XIII.
Berdasarkan data kesiapan, ada sebanyak 623 personel Polri gabungan disiagakan untuk mengamankan jalannya arus mudik dan perayaan Idul Fitri di seluruh wilayah hukum Sulawesi Utara.

Selain itu, Polda Sulut telah menyiapkan total 80 pos yang tersebar di titik-titik strategis, yaitu 48 Pos Pengamanan untuk menjaga titik rawan, 18 Pos Pelayanan guna membantu kebutuhan pemudik, 14 Pos Terpadu sebagai pusat koordinasi antarinstansi.
Kepada media Kapolda Sulut Irjen Pol Roycke Harry Langie menjelaskan, bahwa operasi ini merupakan operasi terpusat, dengan begitu melibatkan pula berbagai instansi seperti Pemda, TNI, BMKG, Basarnas, Pol PP dan elemen masyarakat.
“Operasi Ketupat Samrat ini semata-mata bertujuan untuk mengantisipasi segala bentuk gangguan, mulai dari kriminalitas hingga potensi bencana alam,” kata
Kapolda Sulut Irjen Pol Roycke Harry Langie seperti dikutib dari laman Humas Polda Sulut.
Menurutnya intinya polisi memberikan pelayanan supaya mudik aman, keluarga bahagia. Itu adalah arahan utama dari Bapak Kapolri, tambah kapolda.
Pengamanan tidak hanya fokus pada tempat ibadah, tetapi juga mencakup pengamanan orang, barang, kegiatan, dan lokasi wisata yang diprediksi akan mengalami lonjakan pengunjung selama libur panjang.
Operasi Ketupat Samrat 2026 yang dilaksanakan selama 13 hari, dimulai 13 Maret hingga 25 Maret 2026 ini memiliki target cakupan yang luas, mulai dari pengamanan jalur mudik (darat, laut, udara), pusat perbelanjaan, hingga pengamanan rumah-rumah warga yang ditinggalkan saat mudik, terhadap peredaran miras, sajam, petasan, hingga narkoba untuk memastikan situasi tetap kondusif.
Pemerintah dan aparat keamanan berharap masyarakat dapat bekerja sama dengan mengikuti imbauan petugas di lapangan, sehingga perayaan Idul Fitri 1447 H di Sulawesi Utara dapat berjalan dengan aman, lancar, dan penuh kedamaian. (Yayuk)






