Sitaro.sulutnews.com – Dalam evaluasi Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Kampung Tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) menegaskan penajaman arah penggunaan dana desa, Bupati Sitaro Chyntia Ingrid Kalangit mengarahkan agar alokasinya diprioritaskan pada penanganan kemiskinan ekstrem, percepatan penurunan stunting, dan penguatan ketahanan pangan.
Agenda evaluasi yang digelar di Auditorium Kantor Bupati pada Selasa, 2/9/2025 tersebut menjadi forum penyelarasan perencanaan pembangunan desa sekaligus memastikan program kampung tetap sejalan dengan prioritas nasional maupun kebijakan daerah.
Bupati menyebut dana desa memiliki peran strategis dalam memperkuat pembangunan dari basis masyarakat. Karena itu, ia mengingatkan agar setiap perencanaan kampung diarahkan pada sektor yang memberikan dampak langsung terhadap kesejahteraan warga.
“Dengan memastikan dana desa digunakan sesuai program prioritas khususnya kemiskinan, stunting, dan ketahanan pangan kita dapat mempercepat terwujudnya Sitaro Maju Sejahtera Damai dan Dahsyat (Masadada),” ujarnya.
Selain fokus pada tiga isu utama tersebut, Chyntia menekankan pentingnya peningkatan pelayanan publik di bidang kesehatan, pendidikan, dan perlindungan sosial. Menurutnya, keberhasilan penggunaan dana desa tidak hanya diukur dari penyelesaian administrasi, tetapi dari manfaat yang secara dirasakan masyarakat.
Dalam kesempatan itu juga, Bupati juga memberikan sejumlah imbauan kepada aparatur kampung, termasuk menjaga keselamatan ketenagalistrikan sesuai arahan PLN, mengaktifkan kembali pos keamanan lingkungan (pos kamling), dan tetap menjaga kondusivitas wilayah.
Ia turut menyoroti penggunaan media sosial oleh perangkat kampung dan ASN. Chyntia meminta aparatur bersikap bijak dan berhati-hati dalam menyebarkan informasi.
“Sebarkan hal-hal positif dan tangkal berita hoaks. Kita selalu berada dalam sorotan publik,” pesannya.
Menutup arahannya, Bupati menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan kampung membutuhkan kolaborasi seluruh pihak, mulai dari pemerintah, aparat keamanan, tokoh masyarakat, dunia usaha, hingga masyarakat luas. Ia berharap kerja sama tersebut mampu menciptakan stabilitas dan kedamaian berkelanjutan di negeri 47 pulau ini.





