Sitaro.sulutnews.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) akhirnya memberikan klarifikasi resmi terkait pertanyaan yang beredar luas di media sosial mengenai keterlambatan penyaluran bantuan stimulan perbaikan rumah bagi warga terdampak erupsi Gunung Api Ruang di Tagulandang.
Melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), pemerintah menjelaskan, proses pencairan yang belum berjalan optimal dipengaruhi oleh penataan administrasi dan pembenahan data di pihak bank penyalur.
Penjelasan ini menjadi jawaban atas kegelisahan warga yang selama berbulan-bulan menantikan kelanjutan bantuan pascabencana besar yang terjadi April 2024 lalu.
Kepala Diskominfo Sitaro, Jostanlie Son Bogar, menyampaikan, pemerintah daerah terus melakukan berbagai upaya untuk mempercepat distribusi bantuan tersebut. Ia mengungkapkan bahwa Pemkab telah melayangkan surat resmi kepada Direktur Utama PT Bank Mandiri di Jakarta pada 23 September 2025 sebagai bentuk keseriusan dalam meminta percepatan pencairan. Salinan surat itu juga disampaikan kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) guna memperkuat proses fasilitasi.
Selain itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sitaro telah menyerahkan seluruh data penerima manfaat kepada Bank Mandiri Cabang Sudirman Manado selaku bank penyalur. Data tersebut meliputi penerima dengan skema 40 persen, 60 persen, hingga kategori pengembalian 100 persen (reimbursement).
Pemkab mengakui, pencairan yang direncanakan mulai Senin, 6 Oktober 2025, terpaksa ditunda karena dua faktor utama. Yaitu, proses penutupan pembukuan bank di akhir September dan ditemukannya kekeliruan data penerima.
Menurut Bogar, terdapat sejumlah warga yang seharusnya masuk kategori penerima 100 persen, tetapi tercatat sebagai penerima termin bertahap. Kesalahan ini harus diperbaiki sebelum penyaluran dilakukan agar tidak menimbulkan masalah hukum maupun administratif di kemudian hari.
Bank Mandiri kemudian menetapkan jadwal baru, yakni penyaluran dana stimulan mulai Senin, 13 Oktober 2025, hingga proses penyelesaian seluruh penerima rampung.
Pemerintah daerah mengimbau masyarakat terdampak di wilayah Tagulandang untuk tetap bersabar, mengingat proses perbaikan data adalah langkah penting untuk memastikan bantuan diterima secara tepat dan akurat.
Untuk diketahui, tahapan penyaluran bantuan stimulan sebenarnya sudah dimulai sejak Juni 2025. Bupati Sitaro, Chyntia Ingrid Kalangit, bahkan telah menyerahkan secara simbolis dana stimulan kepada warga terdampak.
Dalam tahap pertama, sebanyak 701 kepala keluarga menerima 40 persen dari komponen bahan bangunan serta 25 persen komponen upah yang disalurkan dalam bentuk uang tunai. Kepala Pelaksana BPBD Sitaro, Joickson Sagune, menjelaskan bahwa warga penerima berasal dari Kelurahan Bahoi, Balehumara, dan Kampung Barangka Pehe.
Meski bantuan telah diterima sebagian warga, Sagune berharap proses perbaikan rumah dapat segera dimulai. Ia menegaskan bahwa komponen upah dicairkan langsung dalam bentuk tunai, sedangkan bahan bangunan dipindahbukukan ke pihak ketiga yang juga melibatkan tenaga lokal.
Sagune juga menyoroti kendala administrasi yang menyebabkan lambatnya proses pembukaan rekening bantuan. Banyak data KTP warga yang tidak sesuai dengan catatan Dinas Dukcapil, serta beberapa warga terdampak yang sudah tidak lagi berdomisili di Sitaro. Dari total 1.950 jiwa yang terdaftar, baru sekitar 700 warga yang datanya dinyatakan lengkap dan dapat diproses.
Pemerintah menargetkan seluruh warga terdampak sudah memiliki rekening aktif paling lambat minggu depan. Pencairan dilakukan secara paralel, tidak menunggu seluruh data selesai.





