Menu

Mode Gelap
Breaking News: Jago Merah Lahap Rumah Mantan Pejabat Pemda Sangihe Pangdam XIII/Merdeka Gelar Coffee Morning Bersama Insan Media Sulut, Sampaikan Konsep Pentahelix Akhirnya, Bupati Sangihe Lakukan Ground Breaking Jalan Lenganeng–Bawongkulu Dihadiri 500 Lebih Ekonom, Pleno ISEI Ke-XXIV Serukan Penguatan Peran Negara Hadapi Tantangan Ekonomi Global Breaking : Guru SMP di Rote Ndao Diduga Lakukan Pelecehan Seksual di Depan Siswa Lain, Rok Korban Sampai Robek!

Bisnis · 4 Mar 2026 23:04 WITA ·

Empat KA Jarak Jauh Daop 2 Bandung Jadi Primadona Mudik dan Balik Lebaran 2026, Okupansi Tembus Lebih dari 100 Persen


Empat KA Jarak Jauh Daop 2 Bandung Jadi Primadona Mudik dan Balik Lebaran 2026, Okupansi Tembus Lebih dari 100 Persen Perbesar

Bandung (Jawa Barat), 4 Maret 2026 – Minat masyarakat untuk menggunakan kereta api pada Angkutan Lebaran 2026 terus menunjukkan tren positif. Hingga Rabu, 4 Maret 2026, tercatat empat Kereta Api (KA) Jarak Jauh keberangkatan dari wilayah Daop 2 Bandung menjadi favorit pelanggan dengan tingkat okupansi telah mencapai lebih dari 100 persen.

Empat KA yang sangat diminati tersebut yakni KA Kahuripan, KA Kutojaya Selatan, KA Cikuray, serta KA Tambahan relasi Kiaracondong – Surabaya Gubeng. Tingginya okupansi ini menunjukkan antusiasme masyarakat dalam merencanakan perjalanan mudik maupun arus balik menggunakan moda transportasi kereta api yang aman, nyaman, dan tepat waktu.

Manager Humasda KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo, menjelaskan bahwa okupansi di atas 100 persen dimungkinkan karena adanya sistem dinamis, di mana dalam satu rangkaian perjalanan terdapat pelanggan yang naik dan turun di berbagai stasiun antara, sehingga total pelanggan yang dilayani melebihi kapasitas tempat duduk statis pada satu lintas perjalanan penuh.

“Kereta api tetap beroperasi sesuai kapasitas tempat duduk yang tersedia. Angka okupansi lebih dari 100 persen tersebut merupakan akumulasi pelanggan yang naik dan turun di berbagai stasiun sepanjang perjalanan,” ujar Kuswardojo.

KA-KA tersebut melayani sejumlah kota tujuan favorit masyarakat saat Lebaran, seperti wilayah Jawa Tengah, Yogyakarta, Jakarta dan Jawa Timur. Tingginya minat pada KA Kahuripan, KA Kutojaya Selatan, dan KA Cikuray menunjukkan bahwa kereta api kelas ekonomi PSO tetap menjadi pilihan utama masyarakat karena tarif yang terjangkau dengan pelayanan yang semakin baik.

Sementara itu, pengoperasian KA Tambahan relasi Kiaracondong – Surabaya Gubeng merupakan langkah antisipatif KAI dalam mengakomodasi lonjakan permintaan pelanggan pada masa Angkutan Lebaran 2026. Kehadiran KA tambahan kelas ekonomi PSO ini diharapkan dapat memberikan alternatif perjalanan bagi masyarakat yang belum mendapatkan tiket pada KA reguler.

KAI Daop 2 Bandung mengimbau kepada masyarakat yang belum memiliki tiket untuk segera melakukan pemesanan melalui aplikasi Access by KAI, website booking.kai.id, maupun kanal penjualan resmi lainnya. Pelanggan juga diharapkan untuk merencanakan perjalanan dengan baik serta memperhatikan jadwal keberangkatan agar perjalanan mudik dan balik Lebaran berjalan lancar.

KAI Daop 2 Bandung berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh pengguna jasa KAI selama masa Angkutan Lebaran 2026, dengan mengutamakan aspek keselamatan, keamanan, dan kenyamanan perjalanan. Antusiasme tinggi masyarakat ini menjadi motivasi bagi KAI untuk terus meningkatkan kualitas layanan transportasi perkeretaapian di wilayah Daop 2 Bandung.

Artikel ini juga tayang di VRITIMES

Artikel ini telah dibaca 2 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

AI Kini Jadi Penentu Awal Pilihan Konsumen, Brand Berisiko Tersaring dari Persaingan

4 Maret 2026 - 23:14 WITA

Ramadhan 2026: Peluang Trading di KVB Berhadiah Emas

4 Maret 2026 - 21:55 WITA

Pertumbuhan Konstruksi 2025 Jadi Sinyal Positif Permintaan Baja, Krakatau Steel Tangkap Peluang Bisnis

4 Maret 2026 - 20:04 WITA

Bittime Ramadan Referral Rewards, Berkah di Tengah Gejolak Volatilitas Pasar

4 Maret 2026 - 18:21 WITA

Telkom AI Center Bali Perkuat Literasi AI Pelaku Usaha melalui AI Clinic for Business “Mastering the Art of Prompting”

4 Maret 2026 - 17:00 WITA

Difference Between Business Visa and Work Permit in Indonesia

4 Maret 2026 - 15:40 WITA

Trending di Bisnis