Menu

Mode Gelap
Breaking News: Jago Merah Lahap Rumah Mantan Pejabat Pemda Sangihe Pangdam XIII/Merdeka Gelar Coffee Morning Bersama Insan Media Sulut, Sampaikan Konsep Pentahelix Akhirnya, Bupati Sangihe Lakukan Ground Breaking Jalan Lenganeng–Bawongkulu Dihadiri 500 Lebih Ekonom, Pleno ISEI Ke-XXIV Serukan Penguatan Peran Negara Hadapi Tantangan Ekonomi Global Breaking : Guru SMP di Rote Ndao Diduga Lakukan Pelecehan Seksual di Depan Siswa Lain, Rok Korban Sampai Robek!

NTT · 3 Sep 2025 08:36 WITA ·

Dugaan Penyelewengan BBM Subsidi Melalui SPBU 56 Siluman di Rote Ndao: Siapa Dalang di Balik Kelangkaan?


Foto Ilustrasi Perbesar

Foto Ilustrasi

Rote Ndao,Sulutnews.com – Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi yang melanda Kabupaten Rote Ndao dalam beberapa minggu terakhir memicu tanda tanya besar. Diduga, SPBU 5685128 menjadi pusat penampungan yang mengendalikan distribusi BBM subsidi secara tidak transparan. Lantas, siapa yang bertanggung jawab atas praktik yang merugikan masyarakat ini?

Dugaan Penyelewengan BBM Subsidi Melalui SPBU 56 Siluman di Rote Ndao: Siapa Dalang di Balik Kelangkaan?
Spekulasi mengarah pada Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Deperindag) Kabupaten Rote Ndao, Joni Manafe, sebagai pihak yang mengetahui, atau bahkan terlibat dalam praktik ini. Saat dikonfirmasi pada Senin, 1 September 2025, melalui sambungan telepon, Joni Manafe menjelaskan bahwa pasokan BBM subsidi seharusnya masuk melalui SPBU dan pendistribusiannya telah diatur sesuai kuota masing-masing.

“Semua minyak subsidi harus masuk ke SPBU, tidak bisa jalan bebas. SPBU sudah kasih data masing-masing sesuai kuota. Pertalite sudah dibagi sesuai kapasitas semua SPBU dan itu tidak berubah karena itu minyak yang dilayani langsung oleh SPBU. Kalau Pertamax ada yang bisa bayar pakai DO karena itu minyak industri, tapi kalau Pertalite itu pembagiannya dari Pertamina ,” jelas Joni Manafe.

Terkait pendistribusian BBM untuk kapal, Joni Manafe menambahkan bahwa setiap kapal yang masuk akan dibagi ke tiga SPBU, yaitu Longgo, Metina, dan Pantai Baru. Sementara itu, pihak kepolisian mengambil sendiri jatahnya.

Lebih lanjut, Joni Manafe mengungkapkan bahwa PT Riski Energi Abadi, melalui Sedeon dan Sanggoen, telah memasok satu kapal BBM sejak Jumat lalu. Hal ini diduga untuk memenuhi permintaan masyarakat yang tinggi terhadap BBM subsidi.

“Kita juga tidak bisa terus lihat di setiap Pertamina, kita sudah sampaikan ke mereka berapa DO yang masuk supaya dilayani dengan baik sehingga benar-benar tidak sampai kapal baru masuk sudah selesai. Karena memang setiap kali kapal masuk memang jumlahnya begitu, tapi memang baru-baru ini ditambah dengan pameran makanya minyak langkah,” ungkapnya.

Menanggapi kelangkaan BBM yang terjadi, Pemerintah Kabupaten Rote Ndao telah mengeluarkan surat edaran kepada pihak terkait untuk melayani masyarakat sesuai dengan hasil rapat yang telah disepakati.

Namun, penjelasan Joni Manafe tersebut belum sepenuhnya menjawab pertanyaan mengenai dugaan penyelewengan BBM subsidi. Masyarakat Rote Ndao berharap pihak berwenang dapat segera melakukan investigasi mendalam untuk mengungkap kebenaran dan menindak tegas oknum-oknum yang terlibat dalam praktik yang merugikan ini.

Reporter : Dance Henukh

Artikel ini telah dibaca 1,651 kali

Baca Lainnya

Debat Pandangan Ammy Amelia Plt Bupati Cilacap: Haruskah KPK Memberi Peringatan Sebelum Melakukan OTT?

4 April 2026 - 08:18 WITA

Bupati Paulus Henuk Bersama Dirjen KKP Dan Perwakilan PLN Pertamina Patra Niaga Energi, Garam, dan Harapan dari Timur

2 April 2026 - 07:59 WITA

Usman Husin Dorong Perhutanan Sosial NTT Sebagai Motor Perekonomian Masyarakat

1 April 2026 - 17:49 WITA

Di Balik Jubah Pdt. David Selan Di duga ada perbuatan melawan hukum Dengan Salah satu Pengerja

31 Maret 2026 - 12:07 WITA

DIDUGA WM STAF PUSKESMAS OELE HINA TETANGGA, DILAPORKAN KE POLSEK ROTE SELATAN

30 Maret 2026 - 19:48 WITA

Sebulan Penuh April 2026 – Semarak HUT Rote Ndao ke-24 dan Paskah 2026

30 Maret 2026 - 15:56 WITA

Trending di Internasional