MANADO,Sulutnews.com – Dugaan Lima Nama KIP Sulut yang diumumkan oleh Ketua DPRD Sulut Fransiskus Andy Silangen saat Paripurna DPRD tidak sesuai dengan daftar nama yang Ditetapkan dari hasil FP serta Surat Keputusan yang diisetujui Gubernur mulai menyeruak.Selain dianggapi penuh rekayasa dan mengabaikan objektifitas nilai, juga diumumkan hanya mencantumkan lima nama tanpa peringkat yang masuk daftar tunggu.
“ Biasanya langsung diumumkan 10 nama sesuai peringkat, dimana lima nama yang duduk dan limanya menunggu atau pengganti antarwaktu,” ujar Kris Tumbel SH, Wakil Koordinator Jaringan Aktivis Mahasiswa Sulut.
Disinggung soal adanya campur tangan pihak tertentu sehingga keterpilihan lima anggota KIP mengabaikan hasil nilai sesuai tahapan seleksi, aktivis jebolan Unsrat ini mengatakan sangat disayangkan jika rekruitmen model like and dislike seperti itu. “Kalau dilakukan seperti itu, mau bagaimana ke depannya. KIP mengawal keterbukaan informasi publik, sementara rekruitmen sangat tidak transparan dan kental unsur ‘like and dislike, ditambah lagi kecurigaan kuat Ketua DPRD Sulut intervensi utak atik, ini kemunduran demokrasi” katanya.
Menurutnya proses politik model seperti itu sudah bukan jamannya sekarang ini. Apalagi kalau permainan terjadi di DPRD lembaga rakyat yang ikut mengawal penegakan demokrasi,” kata Rumbel sambil menyarankan Gubernur Sulut agar melakukan kajian kembali terhadap hasil rekruitmen yang mengabaikan banyak hal. “Kalau ada bukti-bukti penyimpangan harus ditinjau kembali dan sesuaikan dengan penilaian objektif, karena sebagaimana amanat aturan untuk menetapkan 5 nama adalah kewenangan Gubernur. (josh tinungki)







