Menu

Mode Gelap
Breaking News: Jago Merah Lahap Rumah Mantan Pejabat Pemda Sangihe Pangdam XIII/Merdeka Gelar Coffee Morning Bersama Insan Media Sulut, Sampaikan Konsep Pentahelix Akhirnya, Bupati Sangihe Lakukan Ground Breaking Jalan Lenganeng–Bawongkulu Dihadiri 500 Lebih Ekonom, Pleno ISEI Ke-XXIV Serukan Penguatan Peran Negara Hadapi Tantangan Ekonomi Global Breaking : Guru SMP di Rote Ndao Diduga Lakukan Pelecehan Seksual di Depan Siswa Lain, Rok Korban Sampai Robek!

Sitaro · 16 Okt 2025 17:14 WITA ·

Distribusi Terhambat, Sitaro Kembali Dilanda Krisis BBM


antrian di Agen penyalur  bbm di sitaro Perbesar

antrian di Agen penyalur bbm di sitaro

Sitaro.sulutnews.com – Keterlambatan kapal pengangkut BBM kembali menjadi pemicu utama kelangkaan bahan bakar di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) dalam sepekan terakhir.

Rusaknya salah satu kapal yang biasa mengangkut pasokan menyebabkan distribusi hanya bergantung pada satu armada, sehingga waktu kedatangan BBM ke wilayah kepulauan ini menjadi jauh lebih lama dari jadwal normal.

Dampaknya langsung terasa. Antrean panjang terlihat di sejumlah agen premium minyak dan solar (APMS) di Pulau Siau.

Warga kesulitan mendapatkan Pertalite maupun Solar, sementara keluhan dan kritik mengalir deras di media sosial, bahkan sampai ke pemerintah daerah dan DPRD.

Wakil Bupati Sitaro, Heronimus Makainas, menegaskan, persoalan ini bukan kali pertama terjadi.

“Sejak saya masih di DPRD, masalah seperti ini hampir selalu terulang setiap tahun,” ungkapnya, Kamis, 16/10/2025.

Ia menjelaskan, kerusakan kapal penyuplai membuat jadwal distribusi terganggu dan stok BBM di APMS cepat menipis.
“Tagulandang juga terdampak. Semua wilayah ikut merasakan akibatnya,” tambahnya.

Untuk mencegah penyimpangan distribusi di tengah kelangkaan, Tim Pengendalian BBM Kabupaten segera menggelar rapat darurat dan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pengecer.

Pemerintah ingin menjamin tidak ada praktik penimbunan atau penyimpanan BBM dalam jumlah besar yang memperparah situasi.

“Hasil sidak masih kami tunggu untuk mengetahui temuan lapangan secara resmi,” jelas Makainas.

Meski pasokan tersendat, ia mengapresiasi warga yang tetap menjaga situasi tetap aman. Makainas memastikan bahwa kapal pengangkut akhirnya tiba pada Rabu, 15 Oktober 2025, sehingga penyaluran BBM kembali berjalan meski belum normal sepenuhnya.

Makainas menilai, krisis BBM yang berulang bukan hanya akibat jadwal kapal yang terganggu. Ada dua persoalan mendasar yang harus dibenahi. Yaitu, stok yang tidak sesuai kebutuhan lapangan, oleh karenanya, Ia meminta Bagian Perekonomian melakukan kalkulasi ulang agar pengajuan kuota BBM benar-benar sesuai dengan kebutuhan Masyarakat dan pengawasan yang belum efektif saat proses distribusi.

“Setiap pasokan tiba, penyaluran harus tepat sasaran. Jangan ada pihak tertentu yang mengambil keuntungan pribadi,” tegasnya.

Ia juga meminta tim pengawas bertindak tegas terhadap para pelaku penimbunan atau permainan harga.

“Jika ditemukan kecurangan, harus ada langkah hukum yang jelas agar memberikan efek jera,” pungkasnya.

Kepala Bagian Perekonomian dan SDA, Jelin Yolanda Langitan, menjelaskan, kuota BBM Sitaro tahun 2025 mencapai 4.522 kiloliter, bahkan meningkat 20 persen setiap tahun. Biasanya, dua kapal melayani rute distribusi sehingga pasokan datang lebih cepat.

“Sekarang hanya satu kapal yang beroperasi, otomatis distribusinya melambat,” katanya.

 

Artikel ini telah dibaca 1,015 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Proyek Kelas Baru Mangkrak, Pejabat PPK Resmi Ditahan Kejari Sitaro

27 Februari 2026 - 23:52 WITA

Komisi II DPRD Sitaro Desak Perhatian Pemprov Sulut, Jalan Ulu–Ondong Terancam Putus Permanen

27 Februari 2026 - 14:09 WITA

Pengelola SPPG Sitaro Ikuti Pelatihan Penjamah Makanan, Satgas MBG Tekankan Standar Keamanan Pangan

21 Februari 2026 - 10:07 WITA

Dua Kepala SKPD Sitaro Tuai Apresiasi DPRD, Rogoh Dana Pribadi Demi Pedagang Pasar 66 Tagulandang

19 Februari 2026 - 19:09 WITA

Dakwah Tanpa Mimbar: Cerita Musafir Pakistan yang Menginspirasi

6 Februari 2026 - 11:16 WITA

Haji Malik Mahboob Ahmad: Musafir Pakistan yang Bawa Berkah ke Kupang dan Melanjutkan Perjalanan ke Australia

6 Februari 2026 - 11:09 WITA

Trending di Adat Budaya