Menu

Mode Gelap
Breaking News: Jago Merah Lahap Rumah Mantan Pejabat Pemda Sangihe Pangdam XIII/Merdeka Gelar Coffee Morning Bersama Insan Media Sulut, Sampaikan Konsep Pentahelix Akhirnya, Bupati Sangihe Lakukan Ground Breaking Jalan Lenganeng–Bawongkulu Dihadiri 500 Lebih Ekonom, Pleno ISEI Ke-XXIV Serukan Penguatan Peran Negara Hadapi Tantangan Ekonomi Global Breaking : Guru SMP di Rote Ndao Diduga Lakukan Pelecehan Seksual di Depan Siswa Lain, Rok Korban Sampai Robek!

Papua · 14 Apr 2025 16:53 WITA ·

Direktur PAK-HAM Papua: Hentikan Kekejaman di Tanah Papua


Direktur PAK-HAM Papua Matius Murib (Foto: Dok. pribadi) Perbesar

Direktur PAK-HAM Papua Matius Murib (Foto: Dok. pribadi)

Jayapura,Sulutnews.com – Direktur Perhimpunan Advokasi Kebijakan dan Hak Asasi Manusia (PAK-HAM) Papua Matius Murib kembali mengingatkan pihak-pihak yang berkonflik di Tanah Papua untuk membangun komunikasi dialogis serta menghindari cara-cara kekerasan dalam mencapai tujuan.

Keterangan pers Direktur PAK-HAM Papua yang dirilis di Kota Jayapura, Senin (14/4/2025) menyebutkan, semua pihak harus menghormati hak hidup manusia yang sejatinya adalah mahluk ciptaan Tuhan Yang Maha Mulia, dan perilaku kekerasan sudah bukan zamannya lagi untuk dilakukan saat ini.

Matius Murib mengemukakan keterangan tersebut sehubungan terjadinya kembali tindak kekerasan dan pembunuhan di Papua belakangan ini seperti yang menimpa sejumlah warga sipil di Distrik Angguruk dan pendulang emas di dekat Kota Dekay Kabupaten Yahukimo serta insiden serupa di Kabupaten Dogiyai, Intan Jaya, dan Puncak Jaya.

Ia menegaskan, siapapun aktor yang diduga melakukan kekerasan harus dimintai pertanggungjawaban hukumnya. “Sampai kapan sikap hidup yang kejam dan brutal seperti itu dihentikan?,” katanya.

Direktur PAK-HAM Papua juga mengemukakan, negara berada dalam kontrol dan operasi melalui Tentara Nasional Indonesia dan Polisi dalam rangka menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia di tanah Papua. Di sisi lain muncul respons balik perlawanan melalui organisasi Papua Merdeka (OPM) sejak awal 1960-an sampai saat ini.

Maka, situasi dan kondisi kehidupan di tanah Papua masih cenderung identik dengan konflik dan kekerasan, dan anak manusia yang tidak berdosa terus dikorbankan.

Sangat disayangkan beberapa pihak terlibat dalam lingkaran kekerasan atas nama keyakinan dan idiologinya masing-masing, dan kejadian brutal dan kejam seperti penyiksaan, pembunuhan, mutilasi dan bentuk kejahatan lainnya masih terjadi pada 2025 ini.

Dalam kaitan itu, Direktur PAK-HAM Papua tidak bosan-bosannya mengajak semua pihak untuk menghindari cara-cara kekerasan dan mencari solusi dengan cara damai untuk Papua yang lebih baik ke depan.

Artikel ini telah dibaca 1,226 kali

Baca Lainnya

Dakwah Tanpa Mimbar: Cerita Musafir Pakistan yang Menginspirasi

6 Februari 2026 - 11:16 WITA

Haji Malik Mahboob Ahmad: Musafir Pakistan yang Bawa Berkah ke Kupang dan Melanjutkan Perjalanan ke Australia

6 Februari 2026 - 11:09 WITA

Yusuf L Henuk Klaim Kalahkan Prof. Muryanto Amin dalam Perjuangan 3 Tahun Lebih

6 Februari 2026 - 08:08 WITA

Hanya Tuhan Yang Tau Kasus MBG di Ba’a: Anak-anak Tak Dapat Makan sudah Lima Bulan, Anggaran Ada – Perlu Klarifikasi dari Pengelola Dapur Metina

27 Januari 2026 - 08:08 WITA

Diduga Uang MBG Lima Bulan Di gelapkan dengan Alasan Dapur di Perbaiki, 9 Sekolah di Kota Ba’a Tak Terima Makanan MBG

27 Januari 2026 - 07:20 WITA

Bupati Rote Ndao Paulus Henuk, Demi Masyarakat Tegaskan Ketersediaan BBM di Tengah Cuaca Ekstrem

26 Januari 2026 - 22:11 WITA

Trending di Advetorial