Sulutnews.com Bengkulu Selatan – kelompok wanita tani KWT desa gunung ayu di ketahui usulkan bantuan roda tiga ke dinas pertanian kabupaten Bengkulu Selatan, kendaraan roda tiga yang di usulkan di karenakan kelompok wanita tani yang bersangkutan mengelola Budi daya tanaman jeruk, namun tanaman tersebut tidak ada dengan alasan sudah di tebang.
Sesuai informasi yang di dapat media ini, kelompok KWT melati putih yang berada di desa gunung ayu kecamatan Seginim mendapatkan bantuan pemerintah berupa kendaraan roda tiga, hal itu di sebutkan untuk mendukung kebun jeruk yang di masukkan kelompok sebagai item kegiatan kelompok untuk meminta bantuan kendaraan roda tiga dari pemerintah.
Namun sesuai informasi yang di dapat kendaraan roda tiga tersebut lebih kurang tiga tahun semenjak di terima pada tahun 2019 tidak lagi berada dengan kelompok wanita tani melati putih desa gunung ayu, demikian juga dengan kebun jeruk sebagai objek meminta bantuan sudah tidak ada dan memang tidak sempat terlihat produksi, yang ada sesuai pernyataan salah satu pengurus kelompok bahwa kendaraan roda tiga tersebut di kuasai oleh ketua kelompok dan di gunakan untuk pengangkutan sawit.
Namun setelah itu bantuan roda tiga tersebut tidak lagi berada di desa gunung ayu, apakah memang di jual atau bagaimana mereka tidak mengetahui persis, karena perpindahan kendaraan roda tiga tersebut di pindahkan tanpa sepengetahuan kelompok, ujar salah satu pengurus kelompok.
Pihak BPP dinas pertanian kabupaten Bengkulu Selatan juga mengakui bahwa mereka merasa tertipu dalam menurunkan bantuan roda tiga tersebut dengan kelompok wanita tani, hal itu di jelaskannya karena tadinya pemerintah memberikan bantuan roda tiga untuk menunjang berjalannya kegiatan kelompok dalam bidang Budi daya tanaman jeruk, dan setelah pemberian bantuan ternyata kebun jeruk tersebut sudah di jual.
Terpisah salah satu warga yang namanya enggan di sebut menyatakan bahwa dengan adanya pemberitaan terkait roda tiga yang hari ini sudah berada di rumah ketua kelompok besar kemungkinan akibat adanya pemberitaan di salah satu media online terkait bantuan roda tiga tersebut, sehingga roda tiga kembali di bawa ke desa gunung ayu, karena sore kemaren bantuan kendaraan roda tiga tersebut belum ada di rumah ketua kelompok, ujar warga.
Ketua KWT desa gunung ayu Yarti saat di konfirmasi terkait roda tiga yang di terima menjelaskan bahwa keberadaan roda tiga di desa darat sawah lebih kurang tiga tahun akibat kerusakan dengan nilai perbaikan tujuh ratus lima puluh ribu, demikian juga dengan status roda tiga tersebut menurut ketua itu pinjam pakai dengan kakaknya.
Sementara bendahara kelompok melati putih desa gunung ayu Mimi paramika mengakui bahwa anggota kelompok melati putih banyak mempertanyakan kemana roda tiga selama ini, artinya surat pinjam pakai yang disebutkan oleh yarti selaku ketua KWT dinilai di luar pengetahuan kelompok namun diduga secara sepihak antara ketua dengan kakaknya.
Kepala BPP kecamatan seginim mengakui pemberian bantuan roda tiga tersebut merasa tertipu dengan kelompok melati putih, hal itu di terangkannya karena pemberian bantuan roda tiga tersebut karena ingin mendukung kebun jeruk yang di miliki kelompok melatih putih, namun diketahui kebun tersebut tidak ada lagi dan belum sempat produksi, sesuai informasi dijual, ujar kepala BPP kecamatan seginim.
Menyikapi hal ini Arif selaku penggiat di kabupaten Bengkulu Selatan menilai pernyataan ketua kelompok wanita tani desa gunung ayu tidak masuk akal, yang mana dirinya menyatakan bahwa kendaraan roda tiga yang di maksud hingga lebih kurang tiga tahun di pinjamkan dan mengalami kerusakan yang mana biaya untuk memperbaiki hanya di angka tujuh ratus lima puluh ribu rupiah. (JN)







