Sulutnews.com Bengkulu Selatan – sangat di sayangkan apa yang terjadi di desa lubuk tapi kecamatan ulu Manna, pasalnya pemerintah desa ini lakukan seleksi perangkat desa yang di ikuti tiga orang peserta.
Seleksi yang di laksanakan di kantor desa lubuk tapi diduga kuat hanya sekedar formalitas semata, sebab pemenang seleksi diduga sudah di kondisikan dari awal dan hal itu juga atas sepengetahuan kepala desa lubuk tapi.
Sesuai penelusuran media ini dari sumber terpercaya yang namanya enggan disebut menjelaskan bahwa pengondisian pemenang seleksi perangkat desa lubuk tapi sudah diatur sedemikian rupa, termasuk kepala desa juga menerima aliran dana tersebut yang di biayai dari pemberian peserta seleksi.
Kepala desa lubuk tapi kecamatan ulu Manna saat di konfirmasi terkait adanya informasi yang beredar bahwa dirinya menerima sejumlah uang dalam meloloskan salah satu peserta seleksi belum memberikan tanggapan.
Sementara itu camat ulu Manna Agustian saat di konfirmasi menyatakan bahwa dirinya belum mendapat info dan dirinya berjanji akan melakukan pengecekan kudai terlebih dulu. “Saya belum tau info saya cek dulu” ujar camat.
Salah satu penggiat di kabupaten Bengkulu Selatan Arif menyayangkan hal itu terjadi, bagaimana tidak pemerintah desa lubuk tapi hendaknya lakukan penjaringan secara profesional karena yang mengikuti seleksi sepenuhnya warga lubuk tapi itu sendiri.
“Atas adanya kejadian ini diharapkan pihak terkait dapat melakukan peninjauan ulang atas hasil seleksi tersebut, dan apabila terbukti di harapkan seleksi kembali di ulang agar masyarakat khususnya yang juga mengikuti seleksi tidak dirugikan, disamping itu juga APH sangat di harapkan kehadirannya untuk melakukan proses dugaan terjadinya pungli pada penjaringan perangkat desa lubuk tapi kecamatan ulu Manna” tutup Arif.
Hingga berita ini di terbitkan konfirmasi terhadap BPD desa lubuk tapi dan kedua calon perangkat desa yang mengikuti seleksi namun gagal masih sedang di upayakan. (JN)







