Rote Ndao, Sulutnews.com – Warga Desa Persiapan Fia Fangga, Rote Barat Daya, Nusa Tenggara Timur, mencurigai adanya ketidaksesuaian dalam penggunaan dana proyek rehabilitasi Embung Keka Oedale. Proyek yang menelan anggaran sebesar Rp 300 juta ini dinilai belum memenuhi kebutuhan masyarakat setempat. Kamis (4/9/2025).
Felipus Ndun alias Kincher mengungkapkan bahwa Embung Keka Oedale telah dikerjakan sebanyak tiga kali, namun belum berfungsi optimal. “Embung tersebut sudah tiga kali dikerjakan namun belum berfungsi optimal bagi kebutuhan masyarakat petani. Seharusnya dengan tiga kali pengerjaan, kebutuhan petani sudah terpenuhi,” ujarnya.
Kincher menjelaskan bahwa Embung Keka Oedale pertama kali dikerjakan pada tahun 2009 oleh kontraktor asal Pantai Baru pada masa kepemimpinan Desa Yunus Fanggi, dengan menggunakan anggaran Dinas Pertanian. Kemudian, Embung tersebut direhabilitasi oleh Mantan Bupati Rote Ndao, Leonard Haning, menggunakan dana pribadi karena ukurannya dinilai terlalu kecil.
Pada tahun 2023, Embung Keka Oedale kembali direhabilitasi oleh kontraktor Soni Henuk asal Busalangga, dengan total anggaran sebesar Rp 300 juta.
Kincher berharap pemerintah kabupaten Rote Ndao dapat melakukan evaluasi dan perbaikan Embung tersebut. “Air Embung tersebut adalah sumber kehidupan warga petani Fia Fangga. Jika musim hujan tidak stabil, Embung tersebut adalah solusi bagi tanaman mereka. Jadi, mohon perhatian dari pemerintah untuk melakukan evaluasi dan perbaikan Embung tersebut demi masa depan dan kehidupan warga Desa Fia Fangga,” tutup Kincher.
Hingga berita ini diturunkan, Kepala Desa Oelasin, Matheos Yermia Octavianus, belum berhasil dikonfirmasi terkait dugaan ini.
Reporter: Alden Mesah






