Tomohon,Sulutnews.com – Setelah melakukan berbagai upaya komunikasi dengan semua pihak termasuk pendekatan dengan masyarakat, kegiatan pengeboran di Sumur 47 Cluster 13 yang berlokasi di Kelurahan Tondangow, akhirnya boleh berjalan normal.
Pengoperasian di objek vital negara bidang energi dan sumberdaya mineral ini, sebelumnya sempat terhenti sekira 3 minggu.

“Puji Tuhan, saat ini kita bisa menyaksikan bersama, kondisi sekarang ini, untuk melancarkan kegiatan pengeboran kami, Cluster 13, sudah operasional yang sempat terhenti sekira 3 minggu,” sebut Asisten Manajer GPR Johny Rompas kepada sejumlah media didampingi Didiek, CSR Officier dan Mecky Pangalila staff Humas PT. PGE Lahendong, Kamis (25/4/24).
Rompas menjelaskan konsekuensi ketika sumur ini diblokir, ada beberapa kegiatan seperti kondisi sumur yang harus di cek terus.
Ketika ter-blok dan tidak diberikan akses, kita tidak bisa pantau kondisi sumur, misalkan tekanan sumurnya.

“Resevoirnya di area ini, semuanya sebelum dikirim ke CCR. Kalau ini tidak di-maintenance dengan baik akan berpengaruh terhadap supplay listrik yang ada di SulutGo. Berharap, semua kegiatan sudah berjalan dengan baik”, ujarnya.
“Berharap semua kegiatan operasional berjalan dengan baik agar memenuhi kebutuhan listrik lalu ada hal-hal yang harus dikomunikasikan dengan berbagai stakeholder” tandas Rompas.
Pantauan mendia ini, sejak jam 9.00 wita hingga siang hari di area Cluster 13, terlihat aktivitas operasional sudah berjalan normal.

Berbagai kendaraan operasional sudah lalu lalang masuk ke luar di pintu area Cluster 13.
Puluhan pekerja bersergam Pertamina terlihat sudah melakukan aktivitas seperti biasanya dan suasana di area Cluster terlihat lancar dan aman.
Tampak juga, sekira 60 aparat TNI/Polri dari Koramil dan Polres Tomohon berada di area Cluster 13 sedari pagi hari.(*/Merson)





