Rote Ndao,Sulutnews.com – Beredar di media sosial Group Anak Rote Anti Korupsi (ARAK) Rabu 18 Juli 2024 sebuah akun bernama peserta anonim mengungkapkan adanya dugaan bahwa beberapa Aparatur Sipil Negara (ASN) menekan aparat desa untuk memilih paket tertentu dalam sebuah agenda politik.
Dugaan ini melibatkan sejumlah pejabat dan perangkat desa di Kabupaten Rote Ndao.
Dalam unggahan tersebut, akun anonim tersebut menuduh beberapa ASN, termasuk Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), Camat Pantai Baru, Camat Lobalain, Camat Rote Selatan, dan Camat Rote Barat Daya, serta sejumlah kepala desa, melakukan tekanan kepada aparat dan perangkat desa untuk mengarahkan masyarakat memilih paket tertentu. Bahkan, disebutkan bahwa perangkat desa turut serta memasang dan membagikan atribut-atribut paket tersebut kepada masyarakat.
“Kami sangat menyayangkan tindakan ini. Surat edaran dari Pejabat Bupati Rote Ndao yang melarang ASN dan perangkat desa terlibat dalam politik praktis tampaknya tidak dihiraukan,” tulis akun anonim tersebut.
Menanggapi hal ini, masyarakat yang resah berharap Pejabat Bupati Rote Ndao segera mengambil tindakan tegas. “Kami mohon perhatian dari Pejabat Bupati untuk melihat masalah ini dengan serius. Kami sudah menerima laporan dari berbagai masyarakat dan sudah mengantongi nama-nama oknum yang terlibat,” lanjut akun tersebut.
Tindakan ini dinilai mencoreng netralitas ASN dan merusak kepercayaan masyarakat terhadap pemerintahan setempat. Pejabat Bupati Rote Ndao diharapkan segera melakukan investigasi dan memberikan sanksi kepada ASN yang terbukti melanggar aturan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak pemerintah Kabupaten Rote Ndao terkait tudingan ini. Masyarakat berharap agar kasus ini segera ditindaklanjuti demi terciptanya pemerintahan yang bersih dan netral.
Reporter : Dance Henukh





