
Bolmut, Sulutnews.com – Kepala Sekolah SDN II Kaidipang Ny. Mardiana Tonote, S.Pd membuka resmi buka puasa Ramadhan 1445 tahun 2024 M, bersama murid-muridnya dari kelas 3 sampai dengan kelas 6. Acara berlangsung di ruang kelas sekolah, di Desa Boroko Timur Kec. Kaidipang. Rabu (27/03/2024).
Kegiatan buka puasa Ramadhan bersama murid- murid SDN II Kaidipang sudah rutin dilaksanakan setiap tahun.
Tidak hanya orang dewasa, anak-anak pun turut diajak untuk menyimak dan mendengarkan ceramah Ramadhan. Keterlibatan anak dalam pengajian ini memiliki manfaat yang sangat besar bagi perkembangan agama dan moral mereka. Anak-anak diajarkan nilai-nilai kebaikan, kesabaran, dan rasa syukur kepada Allah SWT.

“Alhamdulillah kita panjatkan puji syukur kepada Allah SWT karena sudah diberikan kekuatan dan kesehatan kita dapat dipertemukan kembali pada puasa Ramahan 1445, hingga saat ini. Tidak lupa kita lantunkan shalawat kepada junjungan Nabi Muhammad SAW, karena sudah mengangkat kita semua dari zaman kegelapan ke arah terang bendrang hingga ke zaman sekarang ini,” tutur Ibu Mariana Tonote.
Kepada anak-anakku terkasih, selain berpuasa, di bulan Ramadhan kita juga diajarkan untuk memperbanyak amal ibadah seperti shalat, membaca Al-Quran, bersedekah, dan berbuat kebaikan kepada sesama.
Kita juga diajarkan untuk menghindari perbuatan-perbuatan yang tidak baik seperti berbohong, mencuri, atau berkata kasar.
Penceramah kultum Ramadhan Ustadz Amir Bolota, SPdI, MPdI, didepan para murid menjelaskan makna berpuasa pada bulan Ramadhan untuk melatih kejujuran kita dari menahan makan minum sejak sahur sampai berbuka puasa.
Puasa berasal dari kata shaum yang berarti menahan diri, tapi secara istilah berarti puasa adalah menahan makan, minum dan hal-hal yang membatalkan puasa, menahan hawa nafsu mulai dari terbitnya fajar hingga terbenamnya matahari. Nah, salah satu yang harus kita tahan juga adalah melakukan perbuatan keji dan buruk, seperti berbohong.
Karena perbuatan kita dicatat oleh dua malaikat dan merasakan kehadiran ‘Malaikat Pencatat Amal’. Keduanya dikenal dengan Malaikat Raqib dan Atid. Malaikat Raqib berada di sebalah kanan untuk mencatat amal baik dan Malaikat Atid ada di sebelah kiri untuk mencatat amal buruk.
“Anak-anak didik yang dimuliakan Allah, puasa Ramadhan pada hari ini sudah ke 15 hari, sudah separuh dari Ramadhan, oleh sebab itu kamu meminta ijin ke orang tua untuk melaksanakan I’tikaf artinya berdiam diri di dalam masjid. I’tikaf sangat dianjurkan pada bulan Ramadhan adalah i’tikaf pada tanggal tanggal ganjil pada akhir bulan suci Ramadhan. Tepatnya tanggal 21, 23, 25, 27 bulan suci Ramadhan.
I’tikaf pada hari biasa sunnah akan tetapi khusus pada bulan tanggal-tanggal ganjil akhir Ramadhan ini sangat-sangat dianjurkan untuk dikerjakan. Kita perlu meluangkan waktu terbaik kita untuk menjalankan perintah Allah ini. Yaitu melaksanakan i’tikaf pada akhir bulan suci Ramadhan.
“Salah satu tujuannya adalah agar puasa Ramadan kita diterima di sisi Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Sehingga kita keluar dari bulan Ramadan dalam keadaan suci dari dosa.” ungkap Ustadz Amir Bolota.
Anak-anakku tercinta, tidak ada sesuatu yang bermanfaat dari seorang muslim daripada kejujuran, karena kebohongan di bulan puasa dapat mengurangi pahala puasa.
Sebagaimana Allah ta’ala berfirman:
فَإِذَا عَزَمَ الْأَمْرُ فَلَوْ صَدَقُوا اللَّـهَ لَكَانَ خَيْرًا لَّهُمْ
Artinya: “Apabila ia betul-betul telah berniat suatu perkara, maka kalaulah mereka jujur kepada Allah, tentu itu lebih baik buat mereka.” (QS. Muhammad [47]: 21)
Jujur kepada Allah SWT, diri sendiri, dan orang tua saat puasa ataupun tidak puasa adalah hal yang harus kamu lakukan.
Beribadah di bulan Ramadhan sungguh memiliki banyak keutamaan, maka jangan sampai kita nodai dengan perkataan bohong.
Turut hadir dalam acara ini; Kepsek SDN I Kaidipang Muh. Mokompis, SPd, mantan Kepsek SDN II Kaidipang Ramli Binol, AMd, Irma A Basri, S.PdI, Marlin Hasan, S.Pd, Hasni Kobandaha, S.Pd, Grace Hamid, AMaPd, Nurliana Tanaijo, S.Pd, Rusni Dewi Rahman, S.Pd, Nurhija Pahu, S.Pd, Mohamad Rizki Djenaan, SPd, Fadlia Datunugu. GG





