Menu

Mode Gelap
Breaking News: Jago Merah Lahap Rumah Mantan Pejabat Pemda Sangihe Pangdam XIII/Merdeka Gelar Coffee Morning Bersama Insan Media Sulut, Sampaikan Konsep Pentahelix Akhirnya, Bupati Sangihe Lakukan Ground Breaking Jalan Lenganeng–Bawongkulu Dihadiri 500 Lebih Ekonom, Pleno ISEI Ke-XXIV Serukan Penguatan Peran Negara Hadapi Tantangan Ekonomi Global Breaking : Guru SMP di Rote Ndao Diduga Lakukan Pelecehan Seksual di Depan Siswa Lain, Rok Korban Sampai Robek!

NTT · 23 Des 2024 23:34 WITA ·

Detik-Detik Dua Warga Di Rote Meninggal Tersambar Petir


Detik-Detik Dua Warga Di Rote Meninggal Tersambar Petir Perbesar

Rote Ndao,Sulutnews.com – Detik-detik Dua warga di Desa Lekunik dan Loman Kecamatan Lobalain, Kabupaten Rote Ndao, Provinsi NTT tewas tersambar petir.

Diketahui peristiwa naas itu terjadi di persawahan Kapasiok, Desa Persiapan Loman, sekira pukul 12.00 Wita pada Sabtu, 21 Desember 2024.

Dua korban itu adalah Candra Lasor Ndun (53) dan Sefanya Yohanis Lekeama (17).

“Ada dua orang yang jadi korban tersambar petir kemarin. Kejadiannya secara tiba-tiba sehingga para korban tidak berhasil diselamatkan,” ucap Kapolres Rote Ndao, AKBP Mardiono, Minggu, 22 Desember 2024.

Ia menerangkan, kejadian itu berawal saat Candra Lasor Ndun bersama Rofi Bailao (42) dan Jacob Ndun (52) sedang menggarap lahan di persawahan Kapasiok.

“Seketika itu terjadi hujan deras disertai petir sehingga mereka berhenti membajak sawah dan berteduh di dalam pondok darurat. Tak lama kemudian, petir menyambar pondok tersebut. Sehingga saksi Rofi dan Jacob melihat Candra Lasor Ndun dalam posisi tersungkur. Setelah dicek, ternyata dia sudah meninggal dunia,” tutur Kapolres Mardiono.

Diceritakan lebih lanjut, Rofi dan Jacob kemudian melaporkan kejadian itu kepada keluarga dan pemerintah desa. Selanjutnya, jasad Candra Lasor Ndun langsung dibawa ke rumahnya untuk disemayamkan.

Sementara itu, korban Sefanya Yohanis Lekeama, dikatakan Kapolres Mardiono, saat kejadian bersama dua temannya, yaitu Rehan Liu (17) dan Bles Menoh (17).

“Mereka saat itu sedang mencangkul untuk membuat pematang sawah. Lokasinya juga berada di Desa Persiapan Loman. Saat hujan lebat disertai guntur dan petir, mereka memutuskan untuk berteduh di dalam mobil pikap yang terparkir di pinggir jalan,” kisah Kapolres Mardiono.

Akan tetapi, dalam perjalanan menuju mobilnya, tiba-tiba guntur dan petir bergelegar. Karena panik dan ketakutan, ketiganya langsung tiarap ke pematang sawah.

Setelah gemuruh guntur selesai, masih jelasnya, Rehan dan Bles bangun dari tiarapnya. Namun, Sefanya dalam kondisi tak sadarkan diri sehingga langsung dilarikan ke RSUD Ba’a untuk mendapatkan pertolongan medis, tapi nyawanya tidak tertolong.

“Para korban murni tewas karena tersambar petir. Keluarga menerima peristiwa tersebut sebagai musibah,” terang Kapolres Mardiono.

Reporter : Dance henukh

Artikel ini telah dibaca 1,529 kali

Baca Lainnya

Bertemu Kapolda NTT, Memacu Bripka Sumantri Untuk Terus Bekerja Maksimal

14 April 2026 - 11:15 WITA

Debat Pandangan Ammy Amelia Plt Bupati Cilacap: Haruskah KPK Memberi Peringatan Sebelum Melakukan OTT?

4 April 2026 - 08:18 WITA

Bupati Paulus Henuk Bersama Dirjen KKP Dan Perwakilan PLN Pertamina Patra Niaga Energi, Garam, dan Harapan dari Timur

2 April 2026 - 07:59 WITA

Usman Husin Dorong Perhutanan Sosial NTT Sebagai Motor Perekonomian Masyarakat

1 April 2026 - 17:49 WITA

Di Balik Jubah Pdt. David Selan Di duga ada perbuatan melawan hukum Dengan Salah satu Pengerja

31 Maret 2026 - 12:07 WITA

DIDUGA WM STAF PUSKESMAS OELE HINA TETANGGA, DILAPORKAN KE POLSEK ROTE SELATAN

30 Maret 2026 - 19:48 WITA

Trending di Hukrim