Menu

Mode Gelap
Breaking News: Jago Merah Lahap Rumah Mantan Pejabat Pemda Sangihe Pangdam XIII/Merdeka Gelar Coffee Morning Bersama Insan Media Sulut, Sampaikan Konsep Pentahelix Akhirnya, Bupati Sangihe Lakukan Ground Breaking Jalan Lenganeng–Bawongkulu Dihadiri 500 Lebih Ekonom, Pleno ISEI Ke-XXIV Serukan Penguatan Peran Negara Hadapi Tantangan Ekonomi Global Breaking : Guru SMP di Rote Ndao Diduga Lakukan Pelecehan Seksual di Depan Siswa Lain, Rok Korban Sampai Robek!

NTT · 2 Nov 2025 16:51 WITA ·

Desa Lalukoen Lebih Rumit dari Rumus Fisika, Lebih Heboh dari Gosip Artis!


Desa Lalukoen Lebih Rumit dari Rumus Fisika, Lebih Heboh dari Gosip Artis! Perbesar

Rote Ndao, Sulutnews.com – Warga Desa Lalukoen Tamba lagi pada garuk-garuk aspal saking bingungnya. Kenapa? Desa mereka lagi “rame” banget, bukan karena festival panen, tapi karena drama internal yang bikin pusing tujuh keliling!

Bayangin aja, para KAUR (Kepala Urusan) dan KASIE (Kepala Seksi), plus BPD (Badan Permusyawaratan Desa), kompak nyalahin Sekretaris Desa. Padahal, kata bisikan tetangga, biang keroknya ya mereka-mereka juga. Lupa kali ya, kerja itu kayak orkestra, bukan solo gitar yang maunya menang sendiri.

“Sok pintar boleh, tapi jangan kayak kalkulator rusak, hasilnya ngaco semua,” celetuk warga yang ogah disebut namanya, takut dikira ember bocor.

Tapi yang lebih bikin ngakak so hard, para KAUR dan KASIE ini awalnya semangatnya kayak nonton bola final. Eh, lama-lama kok kayakTransformer, berubah jadi jarang kelihatan di kantor desa? Jangan-jangan mereka lagi casting sinetron azab?

“Dulu rajinnya kayak semut nemu gula, sekarang kayak cicak di dinding, ngumpet mulu,” sindir warga sambil ngakak guling-guling.

Belum lagi masalah HOK (Honor Operasional Kerja) buat pekerja pagar kawat duri. Kasihan mereka, udah kerja keras banting tulang, eh honornya malah nyangkut di awang-awang. Semoga pengurus keuangan desa cepat sadar, jangan sampai para pekerja bikin pagar berduri di depan kantor desa!

Yang bikin sedih, pelayanan buat masyarakat jadi ikut-ikutan keteteran. Mau urus KTP susah, mau tanya soal dana desa malah dicuekin. Padahal, warga cuma pengen dilayani dengan senyuman, bukan malah jadi penonton bayaran di sinetron desa.

Semoga para perangkat desa cepat insaf, berhenti main sinetron, dan mulai kerja beneran. Ingat, jadi pemimpin itu kayak jadi nahkoda kapal, bukan kayak jadi penumpang gelap! Kalau nggak becus, mendingan jadi penonton setia aja, biar nggak bikin kapal oleng dan tenggelam.

Reporter: Dance Henukh

Artikel ini telah dibaca 1,229 kali

Baca Lainnya

Usman Husin: Pembatasan Pukul Rata di Labuan Bajo Dinilai Tidak Adaptif dan Berisiko

11 Maret 2026 - 05:29 WITA

Saleh Husin: Tokoh Rote yang Jadi Menteri Perindustrian Era Presiden Jokowi

11 Maret 2026 - 05:18 WITA

Mantan Kades Oelunggu Dilaporkan Istri karena Berselingkuh, Kasus Saling Lapor

11 Maret 2026 - 04:57 WITA

Peringatan Dini Cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk Wilayah Nusa Tenggara Timur, tanggal 10 Maret 2026

10 Maret 2026 - 23:36 WITA

RATUSAN EKOR IKAN PAUS PILOT TERDAMPAR, 20 EKOR MENINGGAL DI PANTAI MBADOKAI DESA FUAFUNI

10 Maret 2026 - 22:37 WITA

RATUSAN EKOR IKAN PAUS PILOT TERDAMPAR, 20 EKOR MENINGGAL DI PANTAI MBADOKAI DESA FUAFUNI

10 Maret 2026 - 22:02 WITA

Trending di NTT