Tahuna, Sulutnews.com – Momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-61 Provinsi Sulawesi Utara yang digelar Selasa (23/9/2025) tidak sekadar menjadi seremoni tahunan. Bagi Kabupaten Kepulauan Sangihe, perayaan ini menjadi simbol keterhubungan wilayah perbatasan dengan pusat pemerintahan provinsi.
Bupati Kepulauan Sangihe, Michael Thungari, hadir langsung dalam Rapat Paripurna DPRD Sulut yang dipimpin Ketua DPRD Fransiskus Andi Silangen. Hadir pula Gubernur Yulius Selvanus Komaling, Wakil Gubernur Victor Mailangkay, jajaran Forkopimda, serta seluruh kepala daerah kabupaten/kota di Sulut.

Dalam pernyataannya, Thungari menekankan bahwa daerah kepulauan seperti Sangihe memiliki arti strategis dalam pembangunan Sulawesi Utara. Selain posisinya sebagai gerbang maritim yang berbatasan langsung dengan Filipina, Sangihe juga menyimpan potensi besar di bidang perikanan, pertanian, dan pariwisata.
“Provinsi ini tidak akan lengkap tanpa dukungan wilayah perbatasan. Kami di Sangihe siap bersinergi, karena apa yang kami lakukan di pulau-pulau terluar juga bagian dari wajah Sulut di mata nasional bahkan internasional,” ungkap Thungari.

Ia juga memberi apresiasi kepada pemerintah provinsi yang dinilainya berhasil menjaga arah pembangunan di sektor strategis. Menurutnya, keberhasilan ini dapat dirasakan hingga ke kepulauan, mulai dari peningkatan layanan pendidikan hingga program penguatan ekonomi lokal.
Selain itu, Thungari menegaskan komitmennya untuk mendukung penuh Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) dari Presiden Prabowo Subianto. Menurut dia, program ini sangat relevan bagi masyarakat perbatasan yang masih menghadapi tantangan pemenuhan gizi anak.
“Bagi kami di perbatasan, MBG bukan sekadar bantuan, tapi investasi masa depan. Anak-anak yang sehat akan melahirkan generasi tangguh di Sangihe,” ujarnya.
Di sisi lain, program ketahanan pangan yang selama ini dijalankan di Sangihe juga disebut Thungari sejalan dengan agenda besar pembangunan provinsi. Langkah tersebut diharapkan memperkuat kemandirian daerah dan menjaga stabilitas ekonomi masyarakat kepulauan.

Menutup pernyataannya, Thungari menyerukan pentingnya menjaga persatuan dan rasa memiliki terhadap Sulawesi Utara.
“Sulut adalah rumah bersama. Sangihe adalah bagian tak terpisahkan dari rumah itu. Karena itu, mari kita rawat persaudaraan dan kebersamaan agar pembangunan berjalan berkelanjutan,” tutup Bupati. (Andy Gansalangi)





