
Bolmut, Sulutnews.com – Presiden Prabowo Subianto meluncurkan Daya Anagata Nusantara atau Danantara di halaman tengah Istana Merdeka, Senin (24/2/2025) pukul 10.00 WIB.
Prabowo mengatakan Danantara merupakan instrumen atau alat pembangunan nasional yang mengelola tabungan negara dengan cara diinvestasikan ke dalam 20 atau lebih proyek-proyek nasional.
Danantara juga diharapkan menjadi fondasi superholding beragam Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di Indonesia. Konsepnya mengacu pada Temasek Holdings di Singapura, perusahaan yang mengatur bisnis lintas sektor Singapura mulai dari energi, perbankan, hingga telekomunikasi. Sedangkan perannya mirip INA dengan cakupan lebih luas.
Danantara menurut Prabowo Subianto, menjadi solusi strategis dan efisien untuk mengoptimalkan BUMN.
“Hari ini adalah tonggak sejarah. Setelah hampir 80 tahun, kini tiba saatnya bagi generasi kita untuk mewujudkan visi para pendiri dan pendahulu bangsa memastikan bahwa kekayaan Indonesia dikelola secara optimal dan manfaatnya benar-benar dirasakan untuk peningkatan kesejahteraan rakyat.”
Danantara bukan sekadar badan pengelola investasi. Lebih dari itu, Danantara harus menjadi instrumen pembangunan nasional yang mampu mengoptimalkan pengelolaan kekayaan Indonesia dengan standar transparansi dan akuntabilitas yang tinggi.
Kita memasuki era baru di mana BUMN beroperasi dengan standar tertinggi dan tata kelola terbaik. BUMN harus mengedepankan inovasi, visi besar, transparansi, serta kemajuan teknologi, sambil tetap menjaga disiplin, kehati-hatian, dan komitmen terhadap tata kelola yang baik serta pengelolaan yang bertanggung jawab.
Danantara adalah solusi strategis dan efisien dalam optimalisasi BUMN.
Menurut Aburizal Bakri, dengan menginvestasikan dividen BUMN ke industri-industri yang mendorong pertumbuhan jangka panjang dan penciptaan lapangan kerja, Danantara akan menjadi pilar utama dalam mewujudkan Indonesia yang lebih maju dan berdaya saing global.
“Senang sekali bisa turut hadir dalam acara peluncuran Daya Anagata Nusantara (Danantara). Badan pengelola investasi ini dibentuk untuk konsolidasi kekuatan ekonomi di Badan Usaha Milik Negara (BUMN).” Kata Bakri
Katanya, Danantara diharapkan bisa mengoptimalkan kekayaan negara melalui investasi strategis. Dengan dana yang begitu besar mencapai USD 900 miliar atau sekitar Rp 14.000 triliun, saya yakin bisa menggerakkan perekonomian sampai ke daerah pelosok. *** GG





