Sitaro.sulutnews.com — Pasca bencana banjir yang melanda Kampung Laghaeng Kecamatan Siau Barat Selatan Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (sitaro), masyarakat berharap perhatian serius dari pemerintah, khususnya terkait pemulihan aliran listrik dan penyediaan perlengkapan penunjang pembersihan material bencana.
Kapitalau Kampung Laghaeng, Charles Tamberongan, saat ditemui di posko penanganan bencana pada Rabu, 07/01/2026, menyampaikan harapannya agar aliran listrik di wilayah tersebut segera kembali stabil.

Kapitalau Kampung Laghaeng, Charles Tamberongan saat diwawancarai oleh sulutnews.com di posko bencana banjir bandang pada Rabu, 07/01/2026.
Ditegaskan juga oleh Charles, listrik merupakan kebutuhan mendesak bagi warga, terutama untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana susulan.
Menurut Charles, sudah tiga hari Kampung Laghaeng mengalami pemadaman listrik total. Kondisi ini menyulitkan warga dalam memantau situasi lingkungan, terutama pada malam hari, di tengah cuaca yang masih belum sepenuhnya bersahabat.
“Sudah tiga hari Kampung Laghaeng tidak ada listrik. Kami berharap listrik segera stabil, karena sangat penting untuk penerangan dan kewaspadaan masyarakat,” ujar Charles.
Selain pemulihan listrik, warga juga meminta perhatian Pemerintah Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) terkait bantuan sepatu boots. Perlengkapan tersebut dinilainya sangat dibutuhkan untuk menunjang aktivitas pembersihan lumpur, bebatuan, serta sisa material banjir yang hingga kini masih dilakukan secara manual oleh warga dan relawan.
Charles menyampaikan apresiasi atas berbagai bantuan yang telah diterima sejauh ini. Ia berharap dukungan pemerintah dan pihak terkait dapat terus berlanjut hingga kondisi Kampung Laghaeng benar-benar pulih dan masyarakat bisa kembali menjalani aktivitas secara normal.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Sitaro, Rahel Sahambangung, mengungkapkan, pihaknya telah menyalurkan bantuan pangan ke posko Kampung Laghaeng.
“Untuk Kampung Laghaeng, sebanyak 250 kilogram beras atau lima karung telah disalurkan,” ujar Sahambangung.
Berdasarkan data terbaru, dampak bencana di Kampung Laghaeng tergolong signifikan. Tercatat 25 kepala keluarga dengan total 64 jiwa terdampak langsung, terdiri dari 33 laki-laki dan 31 perempuan. Sejumlah warga masih menjalani perawatan medis di Puskesmas setempat. Bencana ini juga mengakibatkan tiga orang meninggal dunia.
Selain bantuan dari Dinas Pangan dan Pertanian, Pemerintah Daerah Kabupaten Sitaro melalui BPBD dan Dinas Sosial telah menyalurkan berbagai bantuan kepada warga terdampak. Bantuan tersebut meliputi air mineral, beras, kasur untuk pengungsi, serta sejumlah kebutuhan pokok lainnya guna meringankan beban masyarakat pascabencana.





