Menu

Mode Gelap
Breaking News: Jago Merah Lahap Rumah Mantan Pejabat Pemda Sangihe Pangdam XIII/Merdeka Gelar Coffee Morning Bersama Insan Media Sulut, Sampaikan Konsep Pentahelix Akhirnya, Bupati Sangihe Lakukan Ground Breaking Jalan Lenganeng–Bawongkulu Dihadiri 500 Lebih Ekonom, Pleno ISEI Ke-XXIV Serukan Penguatan Peran Negara Hadapi Tantangan Ekonomi Global Breaking : Guru SMP di Rote Ndao Diduga Lakukan Pelecehan Seksual di Depan Siswa Lain, Rok Korban Sampai Robek!

Bolmong · 20 Des 2025 15:53 WITA ·

Bupati Yusra Warning Pangkalan Elpiji Nakal


Bupati Yusra Warning Pangkalan Elpiji Nakal Perbesar

BOLMONG– Bupati Bolaang Mongondow (Bolmong), Yusra Alhabsyi, mengeluarkan peringatan (Warning) keras kepada seluruh pangkalan elpiji. Siapa pun yang kedapatan menjual gas subsidi 3 kilogram di atas Harga Eceran Tertinggi (HET), akan langsung berhadapan dengan sanksi berat—termasuk pencabutan izin usaha.

Ancaman ini bukan tanpa alasan. Menjelang Natal dan Tahun Baru, keluhan warga terkait kelangkaan gas melon semakin ramai. Banyak pangkalan kosong berhari-hari, dan ketika pasokan tiba, gas langsung ludes seketika.

“Tidak ada toleransi bagi pangkalan yang memanfaatkan situasi. Elpiji 3 kilogram itu subsidi untuk rakyat kecil, bukan alat mencari keuntungan liar. Kalau berani jual di atas HET, izinnya saya cabut,” tegas Bupati Yusra.

Yusra memastikan pemerintah daerah bersama OPD terkait meningkatkan pengawasan, mulai dari jalur distribusi hingga harga. Ia mengingatkan, masyarakat kecil harus dilindungi, apalagi di momen perayaan keagamaan.

Kelangkaan ini membuat warga, khususnya umat Kristiani yang sedang menyiapkan Natal, kesulitan memasak dan memenuhi kebutuhan dapur. Bupati meminta masyarakat tidak diam jika melihat ada permainan harga atau penimbunan.

“Laporkan segera. Kita akan tindak cepat. Pengawasan ini tidak bisa hanya satu arah—peran warga sangat menentukan,” pungkasnya.

Sementara Kepala Dinas Perdagangan dan ESDM Bolmong, Seriyanto, memastikan pihaknya sudah turun ke lapangan memantau langsung ketersediaan elpiji di Kecamatan Dumoga Barat dan Dumoga Tengah.

Ia menegaskan sejauh ini tidak ada pangkalan yang berani menjual ke pengecer, dan harga masih mengikuti HET Rp18–20 ribu.

“Gas belum masuk karena masih perjalanan distribusi. Warga yang antre mengaku harga tetap sesuai HET,” ujarnya.

Pemkab Bolmong memastikan tidak ada ruang bagi spekulan, dan distribusi elpiji bersubsidi harus kembali normal tanpa merugikan rakyat.***

 

Artikel ini telah dibaca 1,224 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Yusra-Doni Sambut Hangat Kunjungan Safari Ramadhan Gubernur YSK

9 Maret 2026 - 22:09 WITA

Kapolres Irwanto Ajak Anak Yatim-piatu Buka Puasa Bersama di Masjid At Takwa Polres Kotamobagu

4 Maret 2026 - 23:29 WITA

Camat Sukardi Bonde Serahkan Bantuan untuk Warga Kurang Mampu di Desa Matayangan

4 Maret 2026 - 15:53 WITA

Wabup Dony Lumenta Pimpin Safari Ramadhan di Desa Totabuan Masjid Nur Sidik

2 Maret 2026 - 22:53 WITA

PT JRBM Gelar Ramadhan Fest Sinergi dengan Pemuda, Tingkatkan Ekonomi Masyarakat Lingkar Tambang

26 Februari 2026 - 02:30 WITA

Kehadiran Bupati Yusra Membawa Berkah Bagi Desa Mengkang

25 Februari 2026 - 21:24 WITA

Trending di Bolmong