Tahuna, Sulutnews.com – Bupati Kepulauan Sangihe, Michael Thungari, menegaskan bahwa pembangunan fasilitas kesehatan di Pulau Kahakitang adalah bukti bahwa pemerintah daerah tidak hanya berfokus pada wilayah perkotaan, tetapi juga serius memperhatikan daerah kepulauan yang jauh dari pusat pemerintahan.
“Kesehatan adalah hak dasar setiap warga negara, dan pemerintah daerah memiliki kewajiban memastikan akses itu bisa dirasakan secara merata. Pembangunan Pustu di Taleko Batusaiki serta rumah dinas tenaga medis di Kahakitang adalah bentuk nyata komitmen kami dalam menghadirkan layanan publik hingga ke pelosok,” ujar Thungari.
Menurutnya, pemerataan pembangunan akan terus didorong, baik di bidang kesehatan, pendidikan, maupun infrastruktur dasar lainnya. “Kita ingin masyarakat kepulauan merasakan bahwa mereka tidak tertinggal. Justru dari wilayah terluar inilah, semangat membangun daerah harus terus kita kuatkan,” tambahnya.
Kepala Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Kepulauan Sangihe, Handry Pasandaran, menegaskan bahwa pembangunan fasilitas kesehatan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk mendekatkan layanan kesehatan hingga ke pelosok.
“Hadirnya Pustu dan rumah dinas tenaga medis di Pulau Kahakitang merupakan bentuk komitmen pemerintah untuk memastikan masyarakat mendapat pelayanan kesehatan yang lebih baik meski berada jauh dari pusat kota. Kami ingin pelayanan kesehatan merata, tidak hanya di Tahuna tetapi juga di wilayah kepulauan,” jelas Pasandaran.

Kecamatan Tatoareng merupakan salah satu wilayah kepulauan di Kabupaten Kepulauan Sangihe dengan jumlah penduduk lebih dari 7.000 jiwa yang tersebar di beberapa kampung. Akses ke pusat kabupaten di Tahuna cukup sulit karena hanya dapat ditempuh melalui jalur laut dengan waktu perjalanan sekitar 3 hingga 4 jam, tergantung kondisi cuaca.
Sebelum proyek baru ini hadir, fasilitas kesehatan di Tatoareng relatif terbatas. Di tingkat kecamatan, memang terdapat satu Puskesmas Induk yang melayani wilayah cukup luas, namun fasilitas penunjang di kampung-kampung masih sangat minim. Beberapa kampung hanya mengandalkan poskesdes dengan tenaga kesehatan terbatas, sehingga masyarakat harus menempuh perjalanan laut ke Puskesmas atau bahkan ke Tahuna jika membutuhkan layanan yang lebih lengkap.
Situasi ini seringkali menyulitkan, terutama ketika ada kondisi darurat medis atau saat cuaca buruk yang membuat perjalanan laut tidak memungkinkan. Karena itu, kehadiran Pustu di Taleko Batusaiki dan rumah dinas tenaga medis di Kahakitang dinilai akan menjadi solusi yang signifikan.
Camat Tatoareng, Nezar Tumbale, mengapresiasi hadirnya pembangunan fasilitas kesehatan di wilayahnya. Menurutnya, proyek ini memberikan arti penting tidak hanya bagi pelayanan kesehatan, tetapi juga bagi pemberdayaan ekonomi masyarakat sekitar.
“Kami bersyukur karena di Kecamatan Tatoareng hadir proyek pemerintah khususnya di bidang kesehatan. Ini membuktikan perhatian pemerintah daerah terhadap kesehatan cukup tinggi, apalagi di wilayah kepulauan seperti Tatoareng yang jauh dari pusat kota,” kata Tumbale.
Ia menambahkan, keterlibatan warga dalam proyek pembangunan turut memberikan manfaat ganda. “Selain menghadirkan fasilitas kesehatan, proyek ini juga membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat. Setidaknya ada perputaran ekonomi yang membantu keluarga-keluarga di kampung kami,” ujarnya.
Tidak hanya bermanfaat bagi kesehatan masyarakat, pembangunan fasilitas senilai Rp1,6 miliar ini juga membawa dampak ekonomi langsung. Selama proses pembangunan, masyarakat lokal dilibatkan sebagai tenaga kerja dalam proyek konstruksi maupun pekerjaan pendukung lainnya.
Setidaknya, proyek ini tidak hanya menciptakan infrastruktur, tetapi juga memperkuat daya beli masyarakat dan perputaran ekonomi di tingkat kampung.
Dengan rampungnya pembangunan Pustu dan rumah dinas di Pulau Kahakitang, diharapkan pelayanan kesehatan dapat berjalan lebih efektif. Warga kini bisa mendapatkan penanganan medis dasar lebih cepat, sementara tenaga kesehatan juga memiliki kenyamanan dalam menjalankan tugas.
Pemerintah daerah berkomitmen mendorong pemerataan fasilitas kesehatan, sehingga masyarakat di pulau-pulau kecil tidak lagi merasa terpinggirkan. Kehadiran proyek senilai Rp1,6 miliar ini diharapkan menjadi titik awal peningkatan kualitas layanan kesehatan di Kecamatan Tatoareng dan menjadi contoh pembangunan berkeadilan di Kepulauan Sangihe. (Andy Gansalangi)





