Bolmong Utara, Sulutnews.com – Bupati Bolaang Mongondow Utara (Boltara), Dr. Sirajudin Lasena,SE., M.Ec.Dev. melaksanakan panen padi di Desa Bintauna Pantai, Kecamatan Bintauna. Kamis (26/03/2026).
Bupati Boltara menyampaikan kegiatan ini merupakan langkah nyata pemerintah daerah dalam mendukung ketahanan pangan daerah. Langkah ini penting untuk memastikan ketersediaan pangan di Boltara.

Varietas unggul padi IPB (merupakan bagian dari kerjasama antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolaang Mongondow Utara (Bolmong Utara) telah bekerjasama dengan Institut Pertanian Bogor (IPB) dalam meningkatkan sektor pertanian.
Selain itu varietas benih padi produk IPB sudah ditanam diberbagai wilayah di Bolmong Utara dan telah dipanen. Namun saat ini masih dalam tahap uji coba sebelum disebarkan ke petani.
Diketahui produksi beras di Kabupaten Bolmong Utara pada tahun 2025 mencapai 19.750 ton dibandingkan pada tahun 2024 yang mencapai 13.099 ton berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulut.
“Kenaikan produksi beras ini sejalan dengan kenaikan produksi padi pada tahun 2025 mencapai 35.146 ton dibandingkan tahun 2024 yaitu 23.311 ton.”
Sejalan dengan itu luas panen mengalami kenaikan dari 5.545 Hektar (Ha) pada tahun 2024 menjadi 8.992 (Ha) pada 2025.
Pada tahun 2025, Bolmong Utara menjadi salah satu daerah bersama Bolaang Mongondow dan Minahasa yang produksi padi Gabah Kering Giling (GKG) tertinggi di Provinsi Sulawesi Utara.
Menariknya Bolmong Utara menggeser Minahasa dengan produksi padi tertinggi ke dua di Sulut. Pada tahun 2024 produksi padi Kabupaten Minahasa ada diangka 31.612 ton dan pada tahun 2025 diangka 31.101 ton.
Dikatakan Bupati Sirajudin Lasena; hal tersebut bukan hanya kegiatan seremonial semata melainkan bagian dari agenda pemerintah daerah dalam mendorong ketahanan pangan berkelanjutan.
Sektor pertanian khususnya subsektor pangan, tidak hanya menjadi tulang punggung ekonomi pedesaan, tetapi juga garis depan dalam menjaga kedaulatan pangan nasional.

“Pemerintah hadir untuk memastikan petani mendapatkan dukungan maksimal baik dalam bentuk subsidi sarana produksi, pendampingan teknis, maupun akses pasar,”
Pada kesempatan itu, Bupati Sirajudin Lasena menyampaikan apresiasi kepada petani yang tetap produktif meski dihadapkan pada berbagai tantangan, mulai dari perubahan cuaca hingga keterbatasan sarana produksi. Serta menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus menggulirkan program pertanian berkelanjutan. *** GG







