Bolmong Utara, Sulutnews.com – “Government Care” di Kecamatan Sangkub adalah program pelayanan publik yang diluncurkan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolaang Mongondow Utara.
Program ini bertujuan untuk mendekatkan pelayanan pemerintah kepada masyarakat, khususnya di tingkat kecamatan dan desa, dengan cara jemput bola. Jumat (20/06/2025).
Kedatangan Bupati Sirajudin Lasena dan Wakil Bupati Moh. Aditya Pontoh serta Satuan Perangkat Daerah ke lokasi perkebunan cabai rawit (rica) di Desa Sidodadi Kec. Sangkub disambut mayarakat dengan kegembiraan yang terpancar dari senyum wajah para petani.
Menurut Sangadi (kepala desa) Sidodadi Mas Nyadi, jumlah penduduknya sekitar 540 orang. Leluhurnya datang dari Jawa Timur ke lokasi transmigrasi di Kecamatan Sangkub sekitar tahun 1982. Sidodadi artinya sudah jadi.
“Kedatangan pimpinan daerah dan perangkatnya ke Desa Sidodadi dalam rangka panen cabai rawit ini telah menambah semangat kami meningkatkan produksi, serta mengucapkan terima kasih terkait dengan alokasi anggaran untuk peningkatan jaringan irigasi dan rehabilitasi bendungan pangkusa,”
ujarnya

Foto : Dari kiri ke kanan Kadis Pertanian Ny. Siska Babay, Bupati Bolmong Utara, Camat Sangkub, dan Wabup Bolmong Utara.
Menurut pendapat petani cabai rawit Asmadi pemilik lahan, sebenarnya panen yang dilakukan petani biasanya didasarkan pada kondisi pasar.
Bila pasar cabai kurang menguntungkan, buah dipanen dalam keadaan yang benar-benar tua ataupun waktu panennya agak lama. Sebaliknya bila keadaan pasar menguntungkan, petani memanen cabai ini dengan selang waktu pendek.
Cabai rawit mempunyai dua varietas besar, yaitu rawit hijau dan rawit putih atau merah. Yang sering dipakai untuk kudapan gorengan ialah varietas rawit hijau, sedangkan rawit putih biasanya dipakai sebagai bumbu masakan atau disambal. Ada kemungkinan varietas rawit putih adalah hasil persilangan.
Buah cabai rawit berubah warnanya dari hijau atau putih menjadi merah saat matang. Meskipun ukurannya lebih kecil daripada varietas cabai lainnya, dia dianggap cukup pedas.
Untuk mendapatkan hasil panen yang baik, 2 hal utama yang perlu diperhatikan pada pemanenan, yaitu : menentukan waktu panen yang tepat dan penanganan panen yang baik.
“Harga pasaran cabe rawit di Bolmong Utara sekitar Rp 70 ribu perkilo, harga terendah biasanya Rp 50 ribu. Kita panen seminggu sekali dengan penjualan sekitar Rp 200 jutaan,” kata Asmadi.
Wakil Bupati Aditya Pontoh membagi pengalamannya ketika pernah menanam cabe rawit dilahannya dan dibutuhkan perhatian tersendiri merawatnya.
Katanya, panen merupakan kegiatan akhir dari proses produksi dilapangan dan faktor penentu proses selanjutnya. Pemanenan dan penanganan panen buah cabai perlu diperhatikan agar dapat mempertahankan mutu sehingga dapat memenuhi spesifikasi yang diminta konsumen.
“Penanganan yang kurang hati-hati akan berpengaruh terhadap mutu dan penampilan produk yang berdampak kepada pemasaran,” ungkapnya
Dalam wawancara singkat dengan Bupati Sirajudin Lasena mengungkapkan beberapa poin penting terkait manfaat “Government Care” adalah pelayanan publik langsung ke masyarakat.
Pertama, program ini menghadirkan berbagai layanan publik langsung di kecamatan, seperti pelayanan kependudukan, kesehatan, perizinan, dan sosial.
Kedua, pendekatan jemput bola, pemerintah daerah tidak hanya menunggu laporan atau permohonan dari masyarakat, tetapi juga aktif mendatangi dan memberikan pelayanan di lokasi yang telah ditentukan, termasuk kantor camat dan sekitarnya.
Ketiga, fokus pada kebutuhan dasar.
Program ini menekankan pada pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, seperti bantuan sosial yang diserahkan langsung kepada warga yang membutuhkan.
Keempat, pemerintah daerah menganggap program ini sebagai bentuk cinta dan pengabdian kepada masyarakat, bukan sekadar menjalankan tugas rutin.
Kelima, filosofi dari “Government Care” adalah memberikan pelayanan yang tulus dan memudahkan masyarakat, bukan mempersulit mereka.
Keenam, program ini bukan sekadar wacana, tetapi aksi nyata yang membawa kebermanfaatan bagi masyarakat.
Beberapa kegiatan yang termasuk dalam Government Care di Kecamatan Sangkub antara lain Pelayanan Kependudukan, Kesehatan, Perizinan, dan Sosial:
Dilaksanakan di Kantor Camat dan sekitarnya oleh dinas terkait seperti Disdukcapil, Dinsos, DKP, dan Dinas Kesehatan, termasuk Konsultasi Hukum dan Media Digital dikoordinir oleh Dinas Kominfo dan Persandian, Sosialisasi Hukum Desa dan INAPROC, Penyerahan Bantuan Sosial kepada warga penerima manfaat.
“Secara keseluruhan, Government Care adalah upaya pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik dan mendekatkan diri kepada masyarakat, dengan semangat memberikan pelayanan yang tulus dan bermanfaat.” Tutur Sirajudin Lasena. *** GG













