Menu

Mode Gelap
Breaking News: Jago Merah Lahap Rumah Mantan Pejabat Pemda Sangihe Pangdam XIII/Merdeka Gelar Coffee Morning Bersama Insan Media Sulut, Sampaikan Konsep Pentahelix Akhirnya, Bupati Sangihe Lakukan Ground Breaking Jalan Lenganeng–Bawongkulu Dihadiri 500 Lebih Ekonom, Pleno ISEI Ke-XXIV Serukan Penguatan Peran Negara Hadapi Tantangan Ekonomi Global Breaking : Guru SMP di Rote Ndao Diduga Lakukan Pelecehan Seksual di Depan Siswa Lain, Rok Korban Sampai Robek!

NTT · 28 Nov 2023 13:30 WITA ·

Bupati Rote Ndao Menyoroti Target Eliminasi Malaria di Kabupaten Rote Ndao Yang Harus Mundur Dari Tahun 2025 Karena Adanya Kasus Indegenus


Bupati Rote Ndao Menyoroti Target Eliminasi Malaria di Kabupaten Rote Ndao Yang Harus Mundur Dari Tahun 2025 Karena Adanya Kasus Indegenus Perbesar

Rote Ndao,Sulutnews.com – Dalam rangka memberantas penyakit malaria di Kabupaten Rote Ndao, Bupati setempat, yang diwakili oleh Sekretaris Daerah dan Para Asistennya, menggelar Malaria Advocacy Meeting pada Senin, 27 November 2023. Acara ini dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk perwakilan dari Dinas Kesehatan, Bappelitbangda Provinsi NTT, FKM UNDANA, UNICEF, dan PPNI Provinsi NTT.

Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan rasa syukur atas kehadiran para peserta dan mengapresiasi dukungan serta komitmen mereka dalam memajukan sektor kesehatan di Kabupaten Rote Ndao. Beliau menyatakan bahwa penyakit malaria masih menjadi masalah serius yang mempengaruhi kualitas sumber daya manusia dan berpotensi menimbulkan dampak sosial dan ekonomi yang signifikan.

Bupati menyoroti target eliminasi malaria di Kabupaten Rote Ndao yang harus mundur dari tahun 2025 karena adanya kasus Indegenus pada tahun 2022 dan 2023. Hingga November 2023, telah terjadi 24 kasus malaria dengan 2 kasus kematian di Desa Nusakdale, Kecamatan Pantai Baru.

“Saya ingin menegaskan kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Rote Ndao untuk bertindak cepat dan berkolaborasi dengan lintas sektor guna mencegah terjadinya kasus Indegenus Malaria dan kematian akibat penyakit ini di masa mendatang,” ujar Bupati.

Vince Bimas Panggula, Perencana Ahli Madya Bappelitbangda Provinsi NTT, menyoroti perlunya dukungan hukum yang jelas dalam RPJMD perubahan untuk penanggulangan malaria. Ia menekankan peran Bappelitbangda sebagai leading sektor yang mengkoordinasikan lintas sektor untuk berperan sesuai dengan tupoksi masing-masing.

Selain itu, Ishak Iskandara Radja dari Dinas Kesehatan Provinsi NTT memberikan penjelasan terkait temuan di lapangan. Kasus kematian di Desa Nusakdale menunjukkan adanya aspek teknis kesehatan dan faktor lain, seperti kepercayaan masyarakat pada ilmu hitam dan keterlambatan menuju rumah sakit.

Dalam upaya penanganan, Dinas Kabupaten telah bergerak dan mendistribusikan logistik ke desa terdampak. Tim lintas sektor akan turun dalam siklus berikutnya untuk memastikan efektivitas pemeriksaan dan penanganan.

“Kami harapkan setiap penderita malaria meminum obat secara teratur karena obat tersebut disediakan secara gratis. Keterlibatan masyarakat dan pemahaman akan pentingnya pengobatan yang tepat sangat dibutuhkan dalam upaya eliminasi malaria di Kabupaten Rote Ndao,” tutup Ishak.

Reporter : Dance henukh

Artikel ini telah dibaca 1,515 kali

Baca Lainnya

Debat Pandangan Ammy Amelia Plt Bupati Cilacap: Haruskah KPK Memberi Peringatan Sebelum Melakukan OTT?

4 April 2026 - 08:18 WITA

Bupati Paulus Henuk Bersama Dirjen KKP Dan Perwakilan PLN Pertamina Patra Niaga Energi, Garam, dan Harapan dari Timur

2 April 2026 - 07:59 WITA

Usman Husin Dorong Perhutanan Sosial NTT Sebagai Motor Perekonomian Masyarakat

1 April 2026 - 17:49 WITA

Di Balik Jubah Pdt. David Selan Di duga ada perbuatan melawan hukum Dengan Salah satu Pengerja

31 Maret 2026 - 12:07 WITA

DIDUGA WM STAF PUSKESMAS OELE HINA TETANGGA, DILAPORKAN KE POLSEK ROTE SELATAN

30 Maret 2026 - 19:48 WITA

Sebulan Penuh April 2026 – Semarak HUT Rote Ndao ke-24 dan Paskah 2026

30 Maret 2026 - 15:56 WITA

Trending di Internasional