Menu

Mode Gelap
Breaking News: Jago Merah Lahap Rumah Mantan Pejabat Pemda Sangihe Pangdam XIII/Merdeka Gelar Coffee Morning Bersama Insan Media Sulut, Sampaikan Konsep Pentahelix Akhirnya, Bupati Sangihe Lakukan Ground Breaking Jalan Lenganeng–Bawongkulu Dihadiri 500 Lebih Ekonom, Pleno ISEI Ke-XXIV Serukan Penguatan Peran Negara Hadapi Tantangan Ekonomi Global Breaking : Guru SMP di Rote Ndao Diduga Lakukan Pelecehan Seksual di Depan Siswa Lain, Rok Korban Sampai Robek!

NTT · 8 Des 2024 20:37 WITA ·

Bupati Rote Ndao Diminta Periksa Yohanis Liu, Pj. Kades Inaoe


Bupati Rote Ndao Diminta Periksa Yohanis Liu, Pj. Kades Inaoe Perbesar

Rote Ndao,Sulutnews.com – Pengelolaan Dana Desa Inaoe, Kecamatan Rote Selatan, Kabupaten Rote Ndao, kini menjadi sorotan tajam. Dana desa yang merupakan bantuan pemerintah pusat melalui pemerintah daerah diduga digunakan secara tidak transparan oleh Penjabat Kepala Desa (Pj. Kades) Yohanis Liu.

Masyarakat dan pihak Badan Permusyawaratan Desa (BPD) menilai pengelolaan dana desa tahun anggaran 2024 tidak melibatkan masyarakat, perangkat desa, maupun BPD. Hal ini bertentangan dengan prinsip keterbukaan yang wajib dilaksanakan dalam pengelolaan anggaran desa.

Dugaan Penyalahgunaan Dana Desa
Menurut laporan warga, dana desa tahun 2024 dialokasikan untuk pembelian bantuan ternak sapi dan program lain. Namun, bantuan tersebut diduga hanya diberikan kepada keluarga dekat Yohanis Liu, termasuk istri, mertua, anak menantu, dan kerabat lainnya.

Magdalena Souk, salah satu warga Desa Inaoe, menyebut beberapa nama penerima bantuan yang memiliki hubungan langsung dengan Pj. Kades. “Mamanya, anak mantunya, istrinya, dan keluarganya yang lain semua dapat bantuan. Bahkan ada yang sudah dapat rumah layak huni tapi masih menerima sapi lagi,” ungkap Magdalena dengan nada kesal.

Sementara itu, Yepri Siokain, anggota BPD Desa Inaoe, juga mengungkapkan bahwa pengelolaan bantuan dilakukan secara sepihak. “Pj. Kepala Desa belanja sendiri dan menentukan penerima bantuan sesuai SK yang dia buat sendiri. Baru kalau kami BPD minta, dia kasih penjelasan,” ujarnya kepada media pada Minggu (08/12/2024).

### Keterbukaan yang Hilang
Dana desa dan bantuan yang seharusnya dikelola secara transparan demi kesejahteraan masyarakat justru diduga menjadi sarana untuk memperkaya diri dan keluarga Pj. Kades. Warga berharap agar Pemerintah Kabupaten Rote Ndao, khususnya Bupati Rote Ndao, segera turun tangan untuk memeriksa dugaan penyalahgunaan ini.

Bantuan seperti rumah layak huni (RLH) dan ternak sapi yang diberikan secara tidak merata telah menimbulkan kecemburuan di masyarakat. Warga menegaskan, keterbukaan dalam pengelolaan dana desa adalah hak masyarakat dan tidak boleh disembunyikan.

Reporter: Dance Henukh

Artikel ini telah dibaca 2,019 kali

Baca Lainnya

Debat Pandangan Ammy Amelia Plt Bupati Cilacap: Haruskah KPK Memberi Peringatan Sebelum Melakukan OTT?

4 April 2026 - 08:18 WITA

Bupati Paulus Henuk Bersama Dirjen KKP Dan Perwakilan PLN Pertamina Patra Niaga Energi, Garam, dan Harapan dari Timur

2 April 2026 - 07:59 WITA

Usman Husin Dorong Perhutanan Sosial NTT Sebagai Motor Perekonomian Masyarakat

1 April 2026 - 17:49 WITA

Di Balik Jubah Pdt. David Selan Di duga ada perbuatan melawan hukum Dengan Salah satu Pengerja

31 Maret 2026 - 12:07 WITA

DIDUGA WM STAF PUSKESMAS OELE HINA TETANGGA, DILAPORKAN KE POLSEK ROTE SELATAN

30 Maret 2026 - 19:48 WITA

Sebulan Penuh April 2026 – Semarak HUT Rote Ndao ke-24 dan Paskah 2026

30 Maret 2026 - 15:56 WITA

Trending di Internasional