Rote Ndao,Sulutnews.com – Bupati Rote Ndao, Paulus Henuk, berada di bawah tekanan publik untuk segera melakukan audit ulang terhadap daftar penerima beasiswa yang dikelola oleh Pemerintah Kabupaten Rote Ndao. Desakan ini muncul dengan menguatnya indikasi adanya praktik manipulasi data oleh oknum kepala bidang yang diduga mengubah nama-nama penerima beasiswa. Akibatnya, beasiswa yang seharusnya menjadi hak siswa dari keluarga kurang mampu, justru dinikmati oleh anak-anak pejabat.
Program beasiswa ini, yang bertujuan memberikan dukungan finansial bagi mahasiswa yang berprestasi dari keluarga kurang mampu, menjadi harapan bagi banyak anak-anak yang orang tuanya tidak bermampu di Rote Ndao. Inisiatif ini selaras dengan visi dan misi Bupati Paulus Henuk yang selalu menekankan pemberdayaan ekonomi masyarakat kecil di seluruh pelosok kabupaten Rote Ndao.
Namun, realita di data penerima jauh panggang dari api. Janji manis tentang beasiswa berubah menjadi kekecewaan mendalam bagi anak-anak kuliah yang orang tuanya tidak bermampu. Dana beasiswa yang seharusnya menjadi hak anak-anak dari keluarga pra-sejahtera, justru mengalir ke kantong anak-anak pejabat daerah, termasuk anak-anak anggota DPRD, petinggi partai, dan Aparatur Sipil Negara (ASN).
“Banyak mahasiswa dari keluarga tidak mampu yang seharusnya menerima beasiswa, justru tidak mendapatkannya,” ujar seorang warga yang memilih untuk tidak disebutkan namanya.
Kondisi ini memicu kekecewaan mendalam di kalangan masyarakat kurang mampu yang merasa aspirasi mereka diabaikan. Mereka mendesak Bupati Paulus Henuk untuk segera bertindak tegas, mengusut tuntas masalah ini, dan memastikan bahwa beasiswa disalurkan secara tepat sasaran kepada mereka yang benar-benar membutuhkan.
Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari Pemerintah Kabupaten Rote Ndao terkait dugaan penyimpangan dalam penyaluran dana beasiswa ini. Masyarakat menuntut transparansi dan keadilan ditegakkan, sehingga tujuan luhur untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Rote Ndao bagi masyarakat kurang mampu dapat terwujud.
Reporter: Dance Henukh





