Sitaro.sulutnews.com – Bupati Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Chyntia I. Kalangit, menegaskan, seluruh proses perekrutan Tenaga Harian Lepas (THL) di lingkungan Pemda Sitaro telah dilakukan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Hal ini termasuk Undang-Undang ASN Nomor 20 Tahun 2023 serta peraturan pemerintah pusat terkait penataan tenaga honorer.
Pernyataan tersebut disampaikan Kalangit menanggapi polemik perekrutan THL di Sitaro, Sulawesi Utara, yang sempat menjadi sorotan publik. Polemik muncul setelah adanya keluhan sejumlah THL yang dirumahkan oleh pemerintah daerah, serta anggapan bahwa penerimaan THL baru tidak sesuai aturan.
“Perekrutan tenaga harian lepas yang kami lakukan sudah berdasarkan kebutuhan dan sesuai aturan yang ditetapkan pemerintah pusat. Kami menghargai semua tenaga kerja yang selama ini mengabdi, dan tidak ada kebijakan yang diambil secara seenaknya dalam penataan THL,” tegas Kalangit.
Lebih jauh, Kalangit berkomitmen untuk membuka lebih banyak lapangan kerja berkualitas dan berkelanjutan, agar generasi muda terutama lulusan terbaik asal Sitaro tidak hanya bergantung pada pekerjaan sebagai THL.
“Kami akan terus mendorong pembangunan ekonomi dan investasi di Sitaro sehingga tercipta banyak lapangan kerja baru yang mampu menampung tenaga kerja, khususnya generasi muda kita. Harapan kami, seluruh masyarakat bisa bersinergi mendukung program pemerintah demi kemajuan daerah,” ujarnya.
Terkait jumlah THL yang dirumahkan, Kalangit menjelaskan, hal tersebut merupakan bagian dari penataan organisasi dan sumber daya manusia, yang harus disesuaikan dengan anggaran serta kebutuhan efektif di setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
“Kami memahami kondisi para THL, dan pemerintah tetap berkomitmen memberikan perhatian serta solusi terbaik bagi mereka. Namun penataan ini penting untuk menjaga efisiensi dan efektivitas pelayanan publik,” tambahnya.
Ia juga berharap isu-isu yang berkembang dapat diluruskan, sekaligus memperkuat komunikasi antara Pemda dan tenaga honorer. Kalangit menutup dengan ajakan kepada masyarakat untuk tetap mendukung program pembangunan daerah.





