Sulutnews.com Bengkulu Selatan – untuk mengatasi kekurangan pupuk di kalangan petani, perlu peran aktif masyarakat penggunanya dengan petugas pertanian di lapangan, hal ini di jelaskan bupati Bengkulu Selatan melihat Alokasi pupuk bersubsidi untuk petani di wilayah Kabupaten Bengkulu Selatan pada 2026 mengalami penurunan.
Apabila dibandingkan alokasi pupuk bersubsidi tahun 2026 dengan alokasi pupuk bersubsidi pada tahun 2025 terjadi penurunan, namun Penurunan alokasi pupuk tersebut disebabkan karena input data NIK petani dalam aplikasi eRDKK mengalami penurunan.
Bupati Bengkulu Selatan Hj Rifai Tajuddin mengatakan penurunan Kuota pupuk bersubsidi pada tahun ini disebabkan karena banyak petani yang enggan melengkapi persyaratan teknis usulan RDKK.
“Dibandingkan dengan tahun lalu, tahun ini Kouta pupuk subsidi menurun. sebanyak 15 ribu jumlah NIK petani tahun ini tidak terdaftar kembali di RDKK,” jelasnya, senin (19/1/2026).
Untuk memfasilitasi petani yang belum di masukkan kedalam sistem eRDKK, dijelaskannya saat ini sedang di buka portal update e RDKK dari tanggal 14-20 januari 2026.
“Para petani pengguna pupuk harus terdaftar dalam RDKK elektronik (e-RDKK). Bagi petani yang belum terdaftar, bisa mengajukan pendataan karena update data petani dalam e-RDKK dilakukan empat kali dalam setahun,” pungkasnya. (JN)






