Menu

Mode Gelap
Breaking News: Jago Merah Lahap Rumah Mantan Pejabat Pemda Sangihe Pangdam XIII/Merdeka Gelar Coffee Morning Bersama Insan Media Sulut, Sampaikan Konsep Pentahelix Akhirnya, Bupati Sangihe Lakukan Ground Breaking Jalan Lenganeng–Bawongkulu Dihadiri 500 Lebih Ekonom, Pleno ISEI Ke-XXIV Serukan Penguatan Peran Negara Hadapi Tantangan Ekonomi Global Breaking : Guru SMP di Rote Ndao Diduga Lakukan Pelecehan Seksual di Depan Siswa Lain, Rok Korban Sampai Robek!

Manado · 26 Feb 2025 21:01 WITA ·

Bukan Jalur Zonasi, Melainkan Jalur Domisili Akan Mencegah Sekolah Kekurangan Siswa


Kepala Dinas Pendidikan Nasional Kota Manado Steven Tumiwa,SPd,MPd. (Foto:dok) Perbesar

Kepala Dinas Pendidikan Nasional Kota Manado Steven Tumiwa,SPd,MPd. (Foto:dok)

Manado,Sulutnews.com – Kepala Dinas Pendidikan Nasional Kota Manado Steven Tumiwa,SPd,MPd menjelaskan tentang pelayanan optimal untuk jalannya kebutuhan pendidikan peserta didik oleh lembaga pendidikan sekolah jenjang SD dan SMP harus dimulai sejak tahapan dibukanya Pendaftaran Peserta Didik Baru atau PPDB.

Menurutnya sistim dalam PPDB manual maupun online yang digunakan sebelumnya, misalnya jalur zonasi, oleh lembaga pendidikan SD dan SMP negeri maupun swasta di Manado menjadi salah satu cara yang penting diikuti dengan tujuan meningkatkan pelayanan pendidikan, namun kenyataannya memberi masih kecolongan ada sekolah yang tak bisa menerima peserta didik baru karena harus membagi siswanya sesuai zonasi.

Foto : Gedung SMP Negeri 09 Manado

“Tahun sebelumnya kita sempat kecolongan, sekolah banyak, namun siswa baru yang mendaftar melalui jalur sonasi jumlahnya masih lebih banyak, hal ini yang harus dipahami masyarakat misalnya tidak semua kecamatan memiliki calon siswa, demikian pula dengan gedung SD dan SMP,” kata Steven Tumiwa dalam Hearing bersama Komisi IV DPRD Kota Manado di Kantor Dewan Manado di Kelurahan Buha, Kecamatan Mapanget, Manado, Selasa (25/2) siang.

Ia menambahkan pada tahun 2025 pihaknya akan menerapkan jalur domisili pada PPDB untuk menggantikan jalur zonasi ini.

“Soal perubahan jalur zonasi menjadi jalur domisili sudah sesuai arahan Menteri Dikdasmen Prof. Dr. Abdul Mu’ti M.Ed. Kami akan sosialisaikan dalam waktu dekat,” tambah Steven Tumiwa.

Demikian pula untuk jalur prestasi perlu tetap diadakan untuk memberikan ruang kepada peserta didik yang sebelumnya berprestasi di bidang pendidikan sehingga mereka dapat bergembira karena masuk di sekolah pilihannya.

Dalam hearing dengan Komisi IV DPRD Kota Manado terungkap tentang adanya sekolah yang berada diambang batas jumlah siswa di Manado. Misalnya SMPN 09 Manado yang hanya memiliki 64 siswa. Tahun sebelumnya SMP Negeri 9 Manado memiliki 6 rombel kini tersisa 3 rombel saja yangterisi siswa.

Heiring dihadiri Ketua Komisi IX DPRD Manado Benny Paransa beserta seluruh anggota komisi. Mereka mengharapkan ada perbaikan pelayanan bidang pendidikan untuk tahun 2025.(*/Merson)

Artikel ini telah dibaca 1,233 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Stevanus BAN Liow Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan Bagi Ratusan Pemuda GMIM di Kota Manado

14 Maret 2026 - 13:00 WITA

Gelar Doktor untuk Cinta dan Pengabdian: Kisah Boy Mandalele dan Agustince Kula, Pasangan Suami Istri dari Desa Wioi Ratahan Timur yang Meraih Puncak Akademik

12 Maret 2026 - 23:05 WITA

Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Perkuat Distribusi LPG 3 Kg di Sulawesi Utara, Tambah 351.120 Tabung

12 Maret 2026 - 18:59 WITA

4 Calon Direktur Polnustar Resmi Mendaftar

12 Maret 2026 - 18:01 WITA

Menjelajahi Kawasan Favorit Pejalan Kaki di Kota Manado

12 Maret 2026 - 09:55 WITA

Kadis Dikbud Kota Manado Peter Assa Minta Empat Kepsek SMP Yang Baru Harus Tingkatkan Kualitas Memimpin dan Mengelola Dana BOS

12 Maret 2026 - 09:44 WITA

Trending di Manado