Rote Ndao,Sulutnews.com – Sebuah skandal memalukan mengguncang dunia pendidikan di Rote Ndao!, seorang guru SMP di Rote Barat, diduga melakukan pelecehan seksual terhadap S, siswi kelas 8, pada hari Selasa, 9 September 2025. Ironisnya, tindakan bejat ini diduga dilakukan di hadapan siswa-siswa lain, menambah pilu dan trauma mendalam bagi korban.
Detik-Detik Mencekam Pelecehan
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari korban pada Jumat, 12 September 2025, kejadian bermula saat S. meminta bantuan oknum Guru untuk mengambil gelangnya dari Guru lain. Namun, bukannya membantu, guru tersebut malah melontarkan kalimat menjijikkan, “Semua guru lihat lu langsung nafsu. Apa lagi beta lihat lu, beta nafsu,” sebelum kemudian menarik rok S hingga robek! S yang ketakutan langsung melarikan diri, meninggalkan teman-temannya yang menjadi saksi bisu kejadian mengerikan ini.
Trauma Mendalam dan Saksi Mata
Keberadaan saksi mata yang merupakan teman-teman semakin memperkuat dugaan pelecehan ini. Trauma yang dialami S tentu menjadi prioritas utama yang membutuhkan penanganan segera dan komprehensif.
Tuntutan Keadilan Menggema!
Menyikapi kasus yang sangat memprihatinkan ini, tuntutan keadilan pun menggema:
- Investigasi Tuntas dan Transparan: Pihak sekolah dan aparat penegak hukum harus segera melakukan investigasi mendalam, menyeluruh, dan transparan untuk mengungkap kebenaran di balik kasus ini. Jangan ada yang ditutup-tutupi!
- Perlindungan Maksimal untuk Korban: Kesejahteraan S harus menjadi prioritas utama. Dukungan psikologis, pendampingan hukum, serta jaminan keamanan di lingkungan sekolah harus diberikan untuk membantu memulihkan kondisi traumatisnya.
- Sanksi Terberat bagi Pelaku: Jika Mesak Foenale terbukti bersalah, maka tindakan hukum dan sanksi disiplin yang seberat-beratnya harus diterapkan! Ini adalah pesan tegas bahwa pelecehan seksual tidak akan ditoleransi di lingkungan pendidikan!
Kasus ini adalah tamparan keras bagi dunia pendidikan kita. Kita harus memastikan bahwa sekolah adalah tempat yang aman dan nyaman bagi semua siswa, bukan tempat di mana mereka menjadi korban pelecehan!
Hingga Berita ini ditayangkan Pelaku Oknum Guru belum berhasil di konfirmasi walaupun media ini sudah berupaya konfirmasi melalui WhatsApp dan telepon genggam oknum Guru tidak merespon nya.
Reporter: Dance Henukh





