Menu

Mode Gelap
Breaking News: Jago Merah Lahap Rumah Mantan Pejabat Pemda Sangihe Pangdam XIII/Merdeka Gelar Coffee Morning Bersama Insan Media Sulut, Sampaikan Konsep Pentahelix Akhirnya, Bupati Sangihe Lakukan Ground Breaking Jalan Lenganeng–Bawongkulu Dihadiri 500 Lebih Ekonom, Pleno ISEI Ke-XXIV Serukan Penguatan Peran Negara Hadapi Tantangan Ekonomi Global Breaking : Guru SMP di Rote Ndao Diduga Lakukan Pelecehan Seksual di Depan Siswa Lain, Rok Korban Sampai Robek!

Hukrim · 15 Sep 2025 07:08 WITA ·

Breaking : Guru SMP di Rote Ndao Diduga Lakukan Pelecehan Seksual di Depan Siswa Lain, Rok Korban Sampai Robek!


Foto : Oknum Guru P3K Berani Melakukan Pelecehan seksual terhadap Murid nya sendiri di muka umum. Perbesar

Foto : Oknum Guru P3K Berani Melakukan Pelecehan seksual terhadap Murid nya sendiri di muka umum.

Rote Ndao,Sulutnews.com – Sebuah skandal memalukan mengguncang dunia pendidikan di Rote Ndao!, seorang guru SMP di Rote Barat, diduga melakukan pelecehan seksual terhadap S, siswi kelas 8, pada hari Selasa, 9 September 2025. Ironisnya, tindakan bejat ini diduga dilakukan di hadapan siswa-siswa lain, menambah pilu dan trauma mendalam bagi korban.

Detik-Detik Mencekam Pelecehan

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari korban pada Jumat, 12 September 2025, kejadian bermula saat S. meminta bantuan oknum Guru untuk mengambil gelangnya dari Guru lain. Namun, bukannya membantu, guru tersebut malah melontarkan kalimat menjijikkan, “Semua guru lihat lu langsung nafsu. Apa lagi beta lihat lu, beta nafsu,” sebelum kemudian menarik rok S hingga robek! S yang ketakutan langsung melarikan diri, meninggalkan teman-temannya yang menjadi saksi bisu kejadian mengerikan ini.

Trauma Mendalam dan Saksi Mata

Keberadaan saksi mata yang merupakan teman-teman semakin memperkuat dugaan pelecehan ini. Trauma yang dialami S tentu menjadi prioritas utama yang membutuhkan penanganan segera dan komprehensif.

Tuntutan Keadilan Menggema!

Menyikapi kasus yang sangat memprihatinkan ini, tuntutan keadilan pun menggema:

  1. Investigasi Tuntas dan Transparan: Pihak sekolah dan aparat penegak hukum harus segera melakukan investigasi mendalam, menyeluruh, dan transparan untuk mengungkap kebenaran di balik kasus ini. Jangan ada yang ditutup-tutupi!
  2. Perlindungan Maksimal untuk Korban: Kesejahteraan S harus menjadi prioritas utama. Dukungan psikologis, pendampingan hukum, serta jaminan keamanan di lingkungan sekolah harus diberikan untuk membantu memulihkan kondisi traumatisnya.
  3. Sanksi Terberat bagi Pelaku: Jika Mesak Foenale terbukti bersalah, maka tindakan hukum dan sanksi disiplin yang seberat-beratnya harus diterapkan! Ini adalah pesan tegas bahwa pelecehan seksual tidak akan ditoleransi di lingkungan pendidikan!

Kasus ini adalah tamparan keras bagi dunia pendidikan kita. Kita harus memastikan bahwa sekolah adalah tempat yang aman dan nyaman bagi semua siswa, bukan tempat di mana mereka menjadi korban pelecehan!

Hingga Berita ini ditayangkan Pelaku Oknum Guru belum berhasil di konfirmasi walaupun media ini sudah berupaya konfirmasi melalui WhatsApp dan telepon genggam oknum Guru tidak merespon nya.

Reporter: Dance Henukh

Artikel ini telah dibaca 1,170 kali

Baca Lainnya

Masalah Penting Soal Penahanan dan Penangguhan di KUHAP Baru

7 April 2026 - 13:50 WITA

Debat Pandangan Ammy Amelia Plt Bupati Cilacap: Haruskah KPK Memberi Peringatan Sebelum Melakukan OTT?

4 April 2026 - 08:18 WITA

Bupati Paulus Henuk Bersama Dirjen KKP Dan Perwakilan PLN Pertamina Patra Niaga Energi, Garam, dan Harapan dari Timur

2 April 2026 - 07:59 WITA

Usman Husin Dorong Perhutanan Sosial NTT Sebagai Motor Perekonomian Masyarakat

1 April 2026 - 17:49 WITA

Di Balik Jubah Pdt. David Selan Di duga ada perbuatan melawan hukum Dengan Salah satu Pengerja

31 Maret 2026 - 12:07 WITA

DIDUGA WM STAF PUSKESMAS OELE HINA TETANGGA, DILAPORKAN KE POLSEK ROTE SELATAN

30 Maret 2026 - 19:48 WITA

Trending di Hukrim