Manado,SulutNews.com – Kepala Satuan Kerja (Satker) Pelaksana Jalan Nasional (PJN) Wilayah I Kantor Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) Ir Rismono meninjau lokasi bencana alam banjir dan longsor tanah 13 Agustus 2024. Bencana alam Bolsel ini berdampak pada kerusakan ruas jalan nasional yang menjadi tugas pokok BPJN Sulut untuk ditangani secara tepat.
“Kami sudah tahu lokasi yang perlu ditindaklanjuti. Nanti akan dibuat dahulu desain selanjutnya dilakukan perbaikan,” kata Rismono kepada wartawan melalui ponsel di Bolsel, Jumat (23/8).
Rismono menambahkan kedatangannya di Bolsel didampingi Tim Satker PJN I serta PPK semula tidak bisa melakukan kegiatan karena saat turun lokasi bekas bencana, Jumat (23/8) jalan masih rusak akibat tanah longsor.
“Kami baru mengecek lokasi jalan di Kecamatan Pinteng dan Pintim, di Desa Onggunoi, Mataindo dan Posilagon. Cuma belum semua lokasi jalan sudah dibersihkan dari tanah longsor. Bahkan ada badan jalan yang putus tertutup matrial tanah, dan tak dilalui kendaraan roda dua dan roda empat,” ujarnya singkat.
Saat diwawancara Rismono mengatakan peninjauan lokasi tersebut memakan waktu berhari-hari. Cuaca ekstrem berupa hujan deras yang mengguyur wilayah Bolsel juga jadi kendala saat turun lapangan.
Bencana Alam Banjir dan Tanah Longsor terjadi di Kabupaten Bolsel pada 13 Agustus 2024 dan mengakibatkan dua kecamatan terendam air dan sejumlah badan jalan tertutup material tanah.
Bahkan Jalur Trans Sulawesi Bolmong Bolsel-Bolmut saat itu tidak dapat dilalui oleh kendaraan. BPJN Wilayah 1 selanjutnya terlibat langsung dalam proses pembersihan material hingga saat ini.
Sementara itu Kepala Bagian Umum dan Tata Usaha (KTU) BPJN Sulut Jendry Wongkar melalui whatsaap menambahkan pemerintah daerah dan BPJN sangat perduli dengan bencana alam Bolsel sehingga menjadi atensi untuk mendapatkan tindaklanjut penanganan. (Yayuk)





