Menu

Mode Gelap
Breaking News: Jago Merah Lahap Rumah Mantan Pejabat Pemda Sangihe Pangdam XIII/Merdeka Gelar Coffee Morning Bersama Insan Media Sulut, Sampaikan Konsep Pentahelix Akhirnya, Bupati Sangihe Lakukan Ground Breaking Jalan Lenganeng–Bawongkulu Dihadiri 500 Lebih Ekonom, Pleno ISEI Ke-XXIV Serukan Penguatan Peran Negara Hadapi Tantangan Ekonomi Global Breaking : Guru SMP di Rote Ndao Diduga Lakukan Pelecehan Seksual di Depan Siswa Lain, Rok Korban Sampai Robek!

Mitra · 13 Agu 2023 19:34 WITA ·

BPBD Mitra Ingatkan Warga Waspada Karhutla


BPBD Mitra Ingatkan Warga Waspada Karhutla Perbesar

Mitra, Sulutnews.com – Kemarau diprediksi terjadi di bulan Agustus hingga November 2023. Fenomena El Nino dan IOD (Indian Ocean Dipole) jadi penyebab. Kondisi ini, memicu terjadinya kekeringan, warga di Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) diminta untuk waspada terhadap berbagai dampak yang kemungkinan terjadi.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Mitra, Sandra Kindangen mengatakan, kebakaran lahan dan hutan atau Karhutla merupakan bencana yang sering mewarnai wilayah Mitra saat kemarau.

“Ini penting menjadi perhatian bersama. Warga diharapkan lebih waspada, serta menghindari tindakan membakar lahan sembarangan,” ungkap Kindangen.

El nino sebagaimana dijelaskan Kindangen, merupakan fenomena pemanasan suhu muka laut di atas kondisi normal yang terjadi di Samudra Pasifik bagian tengah dan timur yang mengakibatkan bergesernya potensi pertumbuhan awan dari Wilayah Indonesia ke Wilayah Samudra Pasifik Tengah dan Timur. Sedangkan IOD adalah fenomena penyimpangan suhu muka laut di Samudra Hindia yang menyebabkan terjadinya perubahan pergerakan atmosfer atau pergerakan masa udara.

“Kondisi IOD positif, menyebabkan berkurangnya curah hujan di Wilayah Indonesia,” jelas Kindangen.

Lanjut, Kindangen menjelaskan, El Nino dan IOD memberi dampak terjadinya kekeringan sumber daya air bersih, berpotensi terjadinya gagal panen serta meningkatnya resiko karhutla. Meski begitu, Kindangen mengaku El Nino dan IOD juga memberikan dampak positif yakni potensi tangkapan ikan jadi meningkat.

“Beberapa hal perlu dilakukan masyarakat untuk antisipasi yakni panen hujan  saat terjadinya hujan, menghemat air serta mencegah Karhutla. Sementara pihak terkait agar memperhatikan kesiapsiagaan Karhutla, penyesuaian pola tanam pertanian serta mengoptimalkan pengelolaan sumber daya air seperti waduk, bendungan dan embung,” pungkas Kindangen.

Artikel ini telah dibaca 4 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

AMKI Bagikan Paket Makanan di Bulan Suci, Hadirkan Kebahagiaan Bagi Anak Yatim Yayasan Al-Kahfi

5 Maret 2026 - 23:42 WITA

Kadis DKUKMPP Audy Rondo Ucapkan Dirgahayu Kepemimpinan Pertama Bupati Ronald Kandoli dan Fredi Tuda

20 Februari 2026 - 08:30 WITA

Prosesi Adat Serah Terima Jabatan Camat Bolangitang Barat

15 Februari 2026 - 18:27 WITA

Kejaksaan Bolmong Utara Awasi Dana Desa Melalui Program Jaga Desa

12 Februari 2026 - 22:06 WITA

Dakwah Tanpa Mimbar: Cerita Musafir Pakistan yang Menginspirasi

6 Februari 2026 - 11:16 WITA

Haji Malik Mahboob Ahmad: Musafir Pakistan yang Bawa Berkah ke Kupang dan Melanjutkan Perjalanan ke Australia

6 Februari 2026 - 11:09 WITA

Trending di Adat Budaya