Menu

Mode Gelap
Breaking News: Jago Merah Lahap Rumah Mantan Pejabat Pemda Sangihe Pangdam XIII/Merdeka Gelar Coffee Morning Bersama Insan Media Sulut, Sampaikan Konsep Pentahelix Akhirnya, Bupati Sangihe Lakukan Ground Breaking Jalan Lenganeng–Bawongkulu Dihadiri 500 Lebih Ekonom, Pleno ISEI Ke-XXIV Serukan Penguatan Peran Negara Hadapi Tantangan Ekonomi Global Breaking : Guru SMP di Rote Ndao Diduga Lakukan Pelecehan Seksual di Depan Siswa Lain, Rok Korban Sampai Robek!

NTT · 27 Mar 2025 09:39 WITA ·

Bidan Tidak Segera Kasih Rujukan Bayi Meninggal di Puskesmas Oele, PJ Kades Dodaek Soroti Kelalaian Tenaga Medis


Bidan Tidak Segera Kasih Rujukan Bayi Meninggal di Puskesmas Oele, PJ Kades Dodaek Soroti Kelalaian Tenaga Medis Perbesar

Rote Ndao,Sulutnews.com – Kasus meninggalnya seorang bayi di Puskesmas Oele, Kecamatan Rote Selatan Kabupaten Rote Ndao, memicu sorotan tajam Dari Wakil Bupati Rote Ndao dan dari berbagai pihak. PJ Kepala Desa Dodaek, Apris Fanggidae, memberikan pernyataan mengejutkan terkait dugaan kelalaian tenaga medis yang menangani persalinan tersebut.

Menurut Apris, keluarga korban telah meminta rujukan ke Rumah Sakit Ba’a sejak Kemarin siang hari, tetapi bidan yang menangani persalinan dan dokter di Puskesmas Oele bersikeras menangani persalinan di tempat. “Siang itu sekitar pukul 11.00, keluarga sudah meminta rujukan karena khawatir dengan kondisi ibu dan bayi, tetapi bidan yang menangani menegaskan mereka bisa menangani persalinan di Puskesmas,” ungkapnya.

Hingga sore hari, kondisi semakin genting. Pukul 17.30 WITA, dokter menyatakan bahwa ibu sudah mencapai pembukaan sempurna. Meski keluarga kembali meminta rujukan, tenaga medis tetap menolak dengan alasan risiko persalinan dalam perjalanan lebih tinggi. “Dokter mengatakan lebih baik ditangani di Puskesmas karena jika melahirkan di mobil, risikonya lebih besar,” jelas Apris PJ Desa Dodaek.

Namun, bayi akhirnya meninggal dalam kandungan sebelum proses persalinan selesai. Dugaan sementara menyebut bayi kemungkinan besar menelan air ketuban dalam jumlah banyak tanpa penanganan yang cepat. “Dokter mengatakan saat bayi keluar dari rahim ibunya, bayi sudah tidak beryawa lagi,” tambahnya.

Peristiwa tragis ini pun telah dilaporkan ke Camat Rote Selatan. Sementara itu, Wakil Bupati Rote Ndao, Apremoy Dudelusy Dethan, menegaskan bahwa kasus ini menjadi perhatian khusus pemerintah daerah. “Persoalan ini segera ditindaklanjuti agar keluarga mendapatkan keadilan,” ujar Wakil Bupati melalui pesan WhatsApp.

Saat ini, keluarga masih menunggu kedatangan ayah bayi dari Kupang sebelum proses pemakaman dilakukan. Peristiwa ini diharapkan menjadi bahan evaluasi bagi tenaga medis di Puskesmas Oele kecamatan Rote Selatan agar lebih mengutamakan keselamatan nyawa pasien daripada gengsi profesional.

Reporter: Dance Henukh

Artikel ini telah dibaca 1,698 kali

Baca Lainnya

Bertemu Kapolda NTT, Memacu Bripka Sumantri Untuk Terus Bekerja Maksimal

14 April 2026 - 11:15 WITA

Debat Pandangan Ammy Amelia Plt Bupati Cilacap: Haruskah KPK Memberi Peringatan Sebelum Melakukan OTT?

4 April 2026 - 08:18 WITA

Bupati Paulus Henuk Bersama Dirjen KKP Dan Perwakilan PLN Pertamina Patra Niaga Energi, Garam, dan Harapan dari Timur

2 April 2026 - 07:59 WITA

Usman Husin Dorong Perhutanan Sosial NTT Sebagai Motor Perekonomian Masyarakat

1 April 2026 - 17:49 WITA

Di Balik Jubah Pdt. David Selan Di duga ada perbuatan melawan hukum Dengan Salah satu Pengerja

31 Maret 2026 - 12:07 WITA

DIDUGA WM STAF PUSKESMAS OELE HINA TETANGGA, DILAPORKAN KE POLSEK ROTE SELATAN

30 Maret 2026 - 19:48 WITA

Trending di Hukrim