Menu

Mode Gelap
Ferdinand Gansalangi Resmi Dilantik Menteri Diktisaintek sebagai Direktur Polnustar Periode 2026–2030 BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan

NTT · 27 Mar 2025 09:39 WITA ·

Bidan Tidak Segera Kasih Rujukan Bayi Meninggal di Puskesmas Oele, PJ Kades Dodaek Soroti Kelalaian Tenaga Medis


Bidan Tidak Segera Kasih Rujukan Bayi Meninggal di Puskesmas Oele, PJ Kades Dodaek Soroti Kelalaian Tenaga Medis Perbesar

Rote Ndao,Sulutnews.com – Kasus meninggalnya seorang bayi di Puskesmas Oele, Kecamatan Rote Selatan Kabupaten Rote Ndao, memicu sorotan tajam Dari Wakil Bupati Rote Ndao dan dari berbagai pihak. PJ Kepala Desa Dodaek, Apris Fanggidae, memberikan pernyataan mengejutkan terkait dugaan kelalaian tenaga medis yang menangani persalinan tersebut.

Menurut Apris, keluarga korban telah meminta rujukan ke Rumah Sakit Ba’a sejak Kemarin siang hari, tetapi bidan yang menangani persalinan dan dokter di Puskesmas Oele bersikeras menangani persalinan di tempat. “Siang itu sekitar pukul 11.00, keluarga sudah meminta rujukan karena khawatir dengan kondisi ibu dan bayi, tetapi bidan yang menangani menegaskan mereka bisa menangani persalinan di Puskesmas,” ungkapnya.

Hingga sore hari, kondisi semakin genting. Pukul 17.30 WITA, dokter menyatakan bahwa ibu sudah mencapai pembukaan sempurna. Meski keluarga kembali meminta rujukan, tenaga medis tetap menolak dengan alasan risiko persalinan dalam perjalanan lebih tinggi. “Dokter mengatakan lebih baik ditangani di Puskesmas karena jika melahirkan di mobil, risikonya lebih besar,” jelas Apris PJ Desa Dodaek.

Namun, bayi akhirnya meninggal dalam kandungan sebelum proses persalinan selesai. Dugaan sementara menyebut bayi kemungkinan besar menelan air ketuban dalam jumlah banyak tanpa penanganan yang cepat. “Dokter mengatakan saat bayi keluar dari rahim ibunya, bayi sudah tidak beryawa lagi,” tambahnya.

Peristiwa tragis ini pun telah dilaporkan ke Camat Rote Selatan. Sementara itu, Wakil Bupati Rote Ndao, Apremoy Dudelusy Dethan, menegaskan bahwa kasus ini menjadi perhatian khusus pemerintah daerah. “Persoalan ini segera ditindaklanjuti agar keluarga mendapatkan keadilan,” ujar Wakil Bupati melalui pesan WhatsApp.

Saat ini, keluarga masih menunggu kedatangan ayah bayi dari Kupang sebelum proses pemakaman dilakukan. Peristiwa ini diharapkan menjadi bahan evaluasi bagi tenaga medis di Puskesmas Oele kecamatan Rote Selatan agar lebih mengutamakan keselamatan nyawa pasien daripada gengsi profesional.

Reporter: Dance Henukh

Artikel ini telah dibaca 1,698 kali

Baca Lainnya

Resmi Dua Juni Pengumuman Kelulusan: Momen Berharga bagi Siswa UPTD SMP Negeri 2 Lobalain

28 Mei 2026 - 19:10 WITA

Di Rumah Jabatan Bupati Rote Ndao Segera Diadakan Festival Keluarga Malole: Wujudkan Pengasuhan Penuh Kasih dan Disiplin Positif

22 Mei 2026 - 17:25 WITA

Anggaran Rp927 Juta untuk Tenaga Outsourcing Rumah Jabatan

21 Mei 2026 - 00:15 WITA

Melayani Profesional Terpercaya Azis Barawasi Berikan Kepastian Hukum Hak Tanah Masyarakat

20 Mei 2026 - 17:19 WITA

Proses Penerbitan Sertipikat Tanah di Kantor Pertanahan Rote Ndao

20 Mei 2026 - 16:41 WITA

Merasa Kebal Hukum Tarik Motor yang Hampir Lunas, Konsumen Diarahkan Kredit Baru Pakai Nama Orang Lain

20 Mei 2026 - 16:04 WITA

Trending di Internasional